Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
75. Usaha mencari Lala


__ADS_3

Jason pulang ke rumah keluarga Davies sangat larut. Di rumah ada Jennie yang menunggu kedatangan kakaknya.


" Kakak, apa ada kabar tentang Lala?" tanya Jennie begitu mendengar deru suara mobil Jason.


" Orang suruhan kakak belum menemukannya," jawab Jason lesu. Sungguh saat ini Jason sedang khawatir dengan keadaan Lala.


" Dimana anak-anak?" tanya Jason menanyakan keberadaan triplet.


Jennie mengatakan jika triplet sedang berada di kamar mereka. Tanpa berisitirahat, Jason langsung masuk menuju kamar triplet. Jennie juga mengikuti kakaknya Jason.


Di dalam kamar, Jason pikir triplet sedang tidur. Tetapi ternyata ketiga bocah itu sedang menatap layar komputer yang menampilkan kumpulan slide titik-titik sebuah lokasi.


" Papa sini, coba papa lihat ini!!'' tunjuk Matt pada sebuah layar monitor komputer.


" Kita bertiga pernah iseng membuat alat pelacak sederhana namun kita tidak tahu apakah alat itu masih bisa berfungsi atau tidak. Kita membuatnya dalam bentuk mainan kecil yang kita hadiahkan buat mama. Hampir setiap hari mama membawa mainan kecil itu di dalam tasnya karena mama sangat menyukai mainan itu," jelas Matt.


Pernah dulu waktu triplet berusia tiga tahun, mereka memberikan Lala sebuah mainan kecil berupa miniatur karakter seorang princess. Triplet mengibaratkan itu seperti Lala yang sudah dianggap princess bagi mereka. Bukan princess dalam artian putri raja yang kaya raya melainkan sosok perempuan yang sangat cantik tetapi pekerja keras. Lala sangat menyukai mainan bersejarah yang pernah triplet berikan kepadanya waktu itu. Karena saking sukanya, Lala membawa mainan itu kemanapun yang ia taruh di dalam tasnya.


Jason melihat gambar yang ditunjukkan oleh triplet. Titik itu menunjukkan sebuah lokasi di taman yang dekat dengan bakery tempat Lala bekerja. Kondisi taman akan sepi jika bukan hari libur. Jadi kemungkinan itu bisa menjadi jalan utama hilangnya Lala.


" Jadi mama kalian hilang di titik ini," ucap Jason setelah itu ia mendapatkan telepon dari anak buah yang sudah ia perintahkan untuk mencari Lala. Jason pun mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


" Tuan titik terakhir nyonya yang berhasil kami cari berada di taman dekat bakery," jelas orang suruhan Jason. Penjelasan dari orang Jason sama persis seperti yang Jason lihat di alat pelacak yang Matt tunjukkan.


" Lalu ada apa lagi? "


" Ada saksi di pintu masuk taman yang melihat nyonya bersama seorang perempuan. Saksi itu mengatakan jika nyonya masuk ke dalam taman bersama perempuan itu. Saya sudah coba mencari tetapi info yang saya dapat jika nona tidak memiliki teman perempuan lain selain perempuan bernama Niki yang merupakan sahabat nyonya sejak SMA," jelas orang itu.


Jason menutup telepon usai memerintahkan anak buahnya untuk melanjutkan pencarian. Jason duduk di ranjang kamar triplet. Jason tampak kacau karena belum bisa menemukan Lala. Belum ada 24 jam memang tetapi ia sangat khawatir takut Lala kenapa-kenapa. Jason menyugar rambut hitamnya ke belakang. Hari ini ia sangat lelah tetapi ia belum bisa tenang berisitirahat jika Lala belum bisa ditemukan.


" Setahu aku, Lala tidak memiliki teman kecuali Bryant dan Niki kak" jelas Jennie. Jennie ikut memikirkan siapa perempuan yang menemui Lala tadi siang.


Jason tiba-tiba menangis karena sekarang ia benar-benar menghadapi jalan buntu untuk menemukan Lala. Triplet dan Jennie yang melihat itu langsung berhambur untuk memeluk Jason. Jason semakin bergetar mengeluarkan air mata ketika Jennie dan triplet bersamaan memeluknya.


" Kita harus yakin jika kita bisa menemukan Lala," ucap Jennie meyakinkan.


Malam hari Lala terbangun dengan kepala yang begitu berdenyut pusing. Kedua kaki dan tangannya diikat. Semua tampak gelap karena kedua matanya juga ditutup. Lala bingung apa sebenernya yang terjadi. Ruang geraknya dibatasi. Tetapi untuk mengenali tempat posisinya, sepertinya Lala sedang berada di atas ranjang.


" Tolong ini dimana? Apa disini ada orang?" tanya Lala.


Tidak ada suara yang menyahut. Sepertinya Lala berada di sebuah ruangan yang sepi. Tidak ada suara lain selain kesunyian dan suara yang timbul dari Lala sendiri. Lala berusaha mengingat bagaimana dirinya bisa ada disini.


Flashback..

__ADS_1


Saat Lala sedang fokus menghias kue, tiba-tiba ponselnya berdering. Ada telepon dari seorang perempuan yang mengaku salah satu karyawan Lala dulu dan Lala mengenali suaranya. Perempuan itu mengatakan jika ia sedang di kejar debt kolektor. Timbul rasa iba dalam diri Lala mendengar cerita sekilas dari mantan karyawannya.


Lala merasa kasihan karena dulu memang ia sempat tahu jika karyawan itu sering terlibat pinjol. Lala sudah memperingati karyawannya untuk tidak tergiur dengan pinjaman online namun karena seringnya ada masalah dan ada perasaan kepepet jadi karyawan Lala itu tergoda untuk meminjam.


Lala kemudian meminta ijin kepada owner bakery untuk menemui mantan karyawan itu di taman yang sudah mereka janjikan. Setelah mendapat ijin dari sang owner, Lala bergegas pergi untuk menemui mantan karyawannya. Lala berniat memberikan pinjaman setidaknya agar debt kolektor itu tidak terus menerus mengejar mantan karyawan Lala.


Sesampainya di taman, Lala bertemu dengan mantan karyawannya. Tampak ada raut wajah ketakutan dari perempuan itu. Lala pikir mungkin debt kolektor itu sudah menggunakan cara kekerasan agar perempuan di depannya segera membayar hutang.


Lala membawa perempuan yang pernah menjadi karyawannya untuk duduk di bangku taman. Agar mengobrol mereka lebih enak, Lala memilih tempat duduk yang sepi untuk memberikan ketenangan kepada mantan karyawannya.


Lala paham jika perempuan itu sedang kesulitan ekonomi. Dengan uang yang tidak banyak, Lala berniat memberikan uang tabungan yang ia miliki agar dipakai oleh mantan karyawannya. Lala berencana mengambil uang itu di bank karena Lala memang tidak memiliki uang cash.


Belum sempat Lala berjalan jauh, tiba-tiba semuanya berubah menjadi gelap. Lala pingsan usai mendapatkan bius melalui sapu tangan yang membekap mulutnya. Lala berhasil menghirup sapu tangan yang sudah diberi chloroform oleh seseorang sehingga membuat Lala pingsan. Tas Lala terjatuh dan dibiarkan begitu saja.


Perempuan yang menjadi mantan karyawan Lala membantu seseorang yang telah membius Lala untuk membawa tubuh Lala masuk ke dalam mobil. Tidak ada saksi mata yang melihat karena tempat yang Lala pilih adalah tempat sepi. Sempat ada yang berlalu lalang tetapi itu di pintu masuk taman yang berada jauh dari tempat Lala duduk.


Flashback end...


Lala mengingat putaran kejadian yang ia alami hari ini. Lala baru sadar ternyata ia telah ditipu oleh mantan karyawannya yang bernama Asa. Asa adalah salah satu nama karyawan Lala yang dulu bertugas di dapur. Diantara karyawan yang lain, Lala lebih sering berinteraksi dengan Asa karena memang perempuan itu yang bertugas di dapur bersama Lala.


Lala tidak menyangka hari ini ia harus mengalami kejadian seperti ini. Lalu bagaimana dengan triplet yang ada di rumah? Apakah Jason juga akan mencarinya? Sebisa mungkin Lala harus bisa keluar dari ruangan ini.

__ADS_1


'' Bagaimana cara ku bisa bebas? Posisi aku saja sangat sulit untuk bergerak,'' ucap Lala berusaha melepaskan ikatannya namun tidaklah mudah.


__ADS_2