
" Ayah, Lala sangat merindukan ayah" ucap Lala kini berada di ruang tengah rumah itu. Pak Gani tidak jadi berisitirahat karena anaknya menuntut berbagai pertanyaan kepadanya.
Di ruang tengah ada Lala, Jason dan juga Pak Gani. Jason sendiri juga enggan beristirahat walaupun dirinya baru pulang dari rumah sakit. Jason lebih memilih bergabung bersama Lala dan ayahnya untuk menjelaskan beberapa hal. Untuk triplet, mereka sedang bersama Sonia di kamar mereka.
" Ayah juga kangen sama kamu nak," balas Pak Gani memeluk erat anaknya.
" Sekarang ayah jelaskan! Mengapa ayah bisa tahu kalau Lala disini?"
" Ayah dijemput orang suruhan papanya triplet," jelas ayah Lala.
" Maksud ayah? Jason?" tanya Lala lagi.
" Iya lah memang siapa lagi papa triplet selain nak Jason," balas Pak Gani.
" Ayah sudah tahu? " tanya Lala memastikan.
Flashback...
Dulu waktu Jason selesai bertemu dengan Lala pasca kecelakaan ringan yang terjadi di antara mereka, Jason langsung mencari tahu tentang identitas Lala. Sebenarnya juga informasi tentang Lala sudah Jason dapatkan enam tahun yang lalu. Namun saat itu kondisi perusahaan Jason sedang ada masalah, alhasil Jason baru membaca indentitas detail tentang Lala setelahnya.
Setelah tahu identitas Lala, Jason menemui Pak Gani yang Jason tahu sebagai ayah kandung Lala. Jason juga tahu jika Pak Gani dulunya pernah bekerja lama di yayasan SMA Davies yang ia naungi.
Awal pertemuannya dengan Pak Gani sangat lah tidak mengenakkan. Pak Gani sangat marah begitu tahu jika Jason lah yang telah menghamili putrinya. Pak Gani memukuli dan memaki Jason atas perbuatannya. Jason diam saja ketika Pak Gani melampiaskan amarahnya.
Setelah Pak Gani sedikit tenang, beliau mulai melepaskan Jason yang sudah babak belur. Jason kemudian duduk bersimpuh di depan Pak Gani. Jason meminta maaf dan menjelaskan kejadian detail malam itu. Pak Gani menghela nafas tidak sepenuhnya percaya atas penjelasan Jason.
Kemudian Pak Gani mengusir Jason. Namun Jason tidak menyerah, Jason terus memaksa Pak Gani untuk memaafkannya. Setelah berbagai usaha Jason upayakan, akhirnya Pak Gani luluh. Beliau memberi kesempatan kepada Jason. Jason tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Pak Gani.
__ADS_1
Pak Gani berniat menelepon Lala untuk menceritakan masalah Jason namun Jason melarangnya. Jason bilang jika dirinya ingin mendekati Lala dan anak-anaknya dengan caranya sendiri. Pak Gani pun mengijinkan dengan syarat Jason tidak menyakiti anak dan cucu-cucunya.
Flashback end...
" Sebenarnya ayah sudah lama tahu. Tapi nak Jason yang melarang ayah untuk memberi tahu. Katanya dia ingin mendapatkan hati kamu terlebih dahulu agar jalannya dia bertanggung jawab jadi lebih mudah," jelas Pak Gani sembari mengelus kepala putrinya. Lala mulai paham dari penjelasan yang ayahnya berikan.
Setelah mendengar penjelasan dari Pak Gani kini Jason mengambil alih perhatian ayah dan anak tersebut. Sebelum melakukannya Jason memandang sekilas Lala dan juga Pak Gani yang duduk bersebelahan di sofa panjang.
" Lala, Tuan Gani,'' ucap Jason kepada Lala dan Pak Gani.
'' Sekarang semuanya sudah jelas. Tuan Gani sudah memaafkan saya, dan juga Lala berserta anak-anak kami sudah menerima kehadiran saya. Jadi sekarang saya berniat untuk mengutarakan tujuan saya selama ini," ucap Jason kemudian turun dari sofa. Jason duduk di lantai sembari menggenggam tangan Pak Gani yang duduk di sofa.
" Tuan Gani saya memang bukan laki-laki yang sempurna tetapi dengan kepercayaan diri saya yang tinggi saya ingin meminta putri anda untuk menjadi istri saya," ucap Jason bersungguh-sungguh.
" Bapak serahkan keputusan ini kepada putri bapak karena putri bapak lah yang akan menjalaninya nanti," jawab Pak Gani.
Jason beralih menatap Lala yang terduduk di sofa. Perempuan itu masih diam saja ketika Jason mengutarakan keinginannya.
" Vanilla Jasmine, lihatlah aku. Di depan ayah kamu sekarang, aku ingin menjadikan kamu sebagai istri ku. Aku ingin kamu jadi ibu dari adik-adik triplet nantinya. Kamu harus bersedia karena kamu adalah milik ku," ucap Jason penuh penekanan di setiap kalimatnya.
" Sudahlah menantuku, terima saja itu si anak nakal. Kasihan dia jika harus melajang di usianya yang sudah tiga puluh tahun," sahut Sonia ikut menyusul orang-orang yang berada di ruang tengah. Triplet ia tinggalkan karena Sonia menyuruh mereka untuk beristirahat.
" Aku akan sangat senang jika kamu bisa menjadi menantuku," ucap Sonia yang kini sudah berada di dekat Lala. Wanita tua itu mengelus rambut Lala dengan sayang. Walaupun belum pernah bertemu dengan Lala sebelumnya tetapi Sonia sudah yakin jika Lala adalah kandidat menantu terbaik.
" Nyonya tapi saya kan,,,"
" Jangan panggil aku nyonya, panggil aku mama saja seperti Jason dan juga Jennie," potong Sonia terlebih dahulu.
__ADS_1
" Kita akan menikah secepatnya," ucap Jason.
" Jason tunggu! Aku kan belum bilang setuju," ucap Lala tidak terima karena Jason asal memutuskan keputusannya sendiri.
" Sayang apa kamu tidak paham? Aku tidak sedang menawari kamu tentang pernikahan tetapi aku menyuruh kamu untuk menikah dengan ku," jawab Jason.
" Tanpa kamu jawab kamu harus tetap menikah dengan ku. Ingat semua orang tua sudah menyetujui dan kamu tidak boleh menolak," ucap Jason seraya mengecup pipi Lala di depan orang tua mereka.
" Anak ini ya. Main nyosor aja. Apa kamu tidak sungkan melakukan itu di depan calon mertua dan mama kamu sendiri ha," ucap Sonia menjewer telinga Jason.
" Tuan Gani maafkan kelakuan putra saya. Seharusnya anda membuatnya menderita terlebih dahulu sebelum membiarkan dia menikahi putri anda," ucap Sonia lagi.
" Mama apa-apaan sih. Malu Jason ma," ucap Jason seperti triplet yang ketahuan nakal oleh Lala. Lala ikut tertawa melihat tingkah Jason dan Sonia.
Tak berselang lama datang Jennie bersama Fernando. Jennie langsung memeluk mamanya yang sangat ia rindukan. Sedangkan Fernando membungkuk hormat kepada Sonia yang turut mengurusnya ketika ia masih muda dulu.
" Mama pulang kok enggak bilang Jennie dulu," ucap Jennie seraya mengurai pelukannya.
" Sengaja biar surprise," balas Sonia.
" Ini ada acara apa ma?" tanya Jennie begitu menyadari kehadiran laki-laki tua yang merupakan ayah Lala. Jennie pun menyapa ramah ayah Lala.
" Kakak kamu habis melamar Lala," jelas Sonia.
" Dia sendiri yang menyiapkan semua ini. Memanggil mama dan Tuan Gani untuk menyaksikan dia yang melamar Lala," jelas Sonia lagi.
" Benarkah? Kok sepi-sepi aja. Cincinnya juga enggak ada," ucap Jennie melihat acara lamaran kakaknya yang biasa saja.
__ADS_1
" Kakak belum sempat menyiapkan yang lebih karena Fernando dan juga kakak kemarin kan masih di rawat. Ini hanya awal saja sedangkan acara inti sedang dipersiapkan oleh Fernando,"
" Kakak menyuruh Fernando? Dia kan lagi sakit. Biarkan Jennie saja yang mengurusi semua ini. Percayakan sama ini sama Jennie, dijamin beres pokoknya" ucap Jennie percaya diri.