TWINS BABY

TWINS BABY
Part 10


__ADS_3

Keesokan pagi harinya, bocah kecil mulai mengerjabkan mata kecilnya untuk menyesuaikan cahaya.


Saat dia melihat ke arah samping kanan tak ada orang yang dia cari, hanya ada sang grandma, lalu dia Fio kecil tidak putus asa dia langsung melihat ke arah samping lagi dia hanya melihat sang mommy dan saudara kembarnya yang juga terlelap, dan saat itu mata imut nya mulai berkunang-kunang.


"Huaaaaa,,, Daddy " teriak Fio histeris.


Dan benar saja mereka langsung bangun dari tidur nyenyak, Ara langsung memeluk sang cucu sedangkan Aqeela mengaduh kesakitan saat tiba-tiba bangun dengan tiba-tiba.


"Sayang tenang lah, ini grandma sayang " hibur Ara.


"Aduh " pekik Aqeela, sambil memegang kepalanya pusing.


"Mommy " ucap Felix panik, bahkan matanya saja masih sangat berat untuk di buka tapi Karna mendengar suara sang mommy dia memaksa.


"Sayang, are you okay " tanya Ara saat sang cucu sudah mulai sedikit tenang, dan bahkan dia kembali tertidur, ternyata dia hanya mengigau saja.


"Tidak apa my, sayang tidurlah kembali " suruh Aqeela pada sang putra yang masih menahan ngantuk, apa lagi mereka sangat rewel dan tidur larut.


Cup

__ADS_1


Ara langsung mengecup kening sang cucu yang sudah kembali terlelap dan langsung Ara selimuti, dan tak ketinggalan sang cucu satunya juga dia cium


Cup


"Entah apa yang terjadi pada Daddy mu sayang sampai kau teriak histeris " Ara membatin, sedang Aqeela menatap sedih sang buah hati, dia tidka pernah berpisah dengan suaminya tapi sekarang mereka harus berpisah dalam waktu yang cukup lama.


"Sayang kau ingin sesuatu " tanya Ara yang hanya di balas gelengan pelan oleh sang putri, Ara yang melihat itu langsung menghembuskan nafas pasrah.


Dan setelah merasa sang cucu tidur dengan aman, Ara langsung mendekati sang putri memberikan pelukan hangat, sebagai kekuatan pada sang putri.


"Putri mommy kuat, ada mommy dan Daddy dan lain nya, menangis boleh jangan terlalu berlarut " sambil mengurangi pelukannya, dua tangan nya menyentuh pipi sang putri sebelum melanjutkan ucapan.


"Qeela rindu suami Qeela my " sedih Aqeela, padahal mereka baru berpisah berapa jam yang lalu tapi dia sangat merindukan nya.


Ara tersenyum, dia mengerti itu semua walau dia tidak merasakan perpisahan itu, came on Ara, kau tidak boleh bersedih mereka butuh kekuatan , itu yang ada di kepala sang mommy.


"Iya sayang mom paham, tapi Qeela harus kuat masih ada Fio dan Felix, bagaimana jika mereka tahu mommy mereka sedih dan belum lagi Daddy mereka yang pergi sampai batas waktu yang tidak di tentukan " ucap Ara dengan hati-hati, sebelum melanjutkan ucapan nya .


"Kita doakan saja Werren selamat di mana pun dia berada " lanjut Ara lagi dan langsung anggukan kepala oleh Aqeela.

__ADS_1


"Qeela ingin sesuatu sebelum kita kembali di mansion " tanya Ara, Karna mereka masih menginap di mansion utama BENATA dan akan kembali nanti siang.


"Somay " ucap Aqeela tiba-tiba, tunggu Ara langsung menyernyit dahi bingung, somay serius?


"Jangan lupa kasih brokoli, terong, emm, air kepala, eeemmm enak " Aqeela sudah membayangkan somay yang bercampur dengan bahan aneh lain nya.


Okay fix, dia harus memastikan sesuatu saat di periksa kemarin malam oleh sang Kaka, siapa lagi jika bukan Sasa, dan dia hanya mengatakan Aqeela terlalu banyak pikiran menyeberang daya tahan tubuh nya tidak stabil, tapi kali ini apa dia harus percaya dengan hasil pemeriksaan sang Kaka yang sudah ahli dalam bidang kesehatan ?


"My kenapa bengong, Qeela sudah laparrrr " ucap Aqeela, memperjelas ucapan R nya. Jadi yang tidka bisa menyebutkan huruf R jangan minder ya.


"Ha,,iya apa tadi bahan-bahan nya, mom lupa " ucap Ara setelah sadar dari lamunannya.


"Ck,,, tidak jadi Qeela mau bobo saja " kesal Aqeela langsung memeluk tubuh sang putri dan langsung memejamkan mata.


"Baiklah mom buatan " setelah menyelesaikan ucapannya Ara langsung keluar dari kamar sang putri, tapi sebelum itu dia tidak lupa mencium kening snag putri.


Cup


Ia, saat Aqeela pingsan setelah mengantarkan sang suami, Ara memutuskan untuk tidur bersama putri dan cucu nya, dia tidak mungkin membiarkan orang kesayangan bersedih.

__ADS_1


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya


__ADS_2