
Setelah menyelesaikan ucapan yang berisi ancaman, Felix langsung menyimpan kembali ponsel di saku celananya, sedangkan Aqeela masih tidak percaya apa yang di dengar barusan, sedangkan Felix kembali pada mode datar, membuat Aqeela jadi ciut, astaga percayalah Aqeela yang barbar sudah pergi kemana semenjak menjadi seorang ibu, apa lagi sang putra yang tingkat kepekaan sangat tinggi.
"Mom istirahat, kita selesaikan saat dad sampai. " titah yang tidak bisa di bantah, membuat Aqeela seperti anak kecil yang melakukan perintah orang tuanya. Tapi baru saja satu langkah Aqeela berjalan sudah terhenti saat mendengar ucapan sang putra.
"Berjanjilah untuk tidak menyimpan rahasia seorang diri. " ucap Felix, yang membuat Aqeela mengangguk pasrah dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Setelah kepergian Aqeela, Ara dan Fiona langsung kembali ke ruang keluarga bergabung dengan Felix yang kembali fokus pada ponsel genggam miliknya, dan langsung menghentikan kegiatan saat melihat grandma dan kembaran bergabung.
"Grandma menyukai gayamu. " kagum Ara pada Felix yang hanya mode datar saat mendapat pujian dari grandma.
"Glandma tidak cuka Fio? " tanya Fiona.
"Tentu saja grandma menyukai semua cucu grandma " jawab Ara membuat wajah Fiona bahagia.
***
Sedangkan di ruangan yang bertuliskan Presdir dua orang pria setelah selesai membahas kerja sama dan kesepakatan kerja sama, mereka memutuskan untuk bicara santai.
__ADS_1
"Sepertinya anda sangat sibuk tuan? " tanya pria paruh baya, dan mungkin dia seumuran dengan Daddy Devan, tapi masih setia mengerjakan semua nya, apa dia tidak memiliki putra? atau keturunan pikir Aqeel tapi semua pertanyaan itu hanya dia ucapkan membatin tanpa berani bertanya langsung.
"Tidak juga tuan, hany sedikit saja. " jawab Aqeel sopan, dan saat itu pintu ruangan langsung terbuka masuk seorang bocah kecil dengan suara khas nya.
"Grandpa, come back to my chenel " teriak bocah kecil yang masuk dengan berlari menuju dimana pria paruh baya duduk, tanpa menghiraukan seseorang di sana.
Perlu di ingat di sana tidak ada kamera ataupun sesuatu yang bisa merekam kegiatan bocah kecil tersebut, tapi dengan santai dia berkata come back to my chenel, memang luar biasa unik sangat unik.
Sedangkan Aqeel yang mendengar itu meringis dan membayangkan sang keponakan yang barbar tidak jauh berbeda dengan gadis kecil yang bergelut manja di pangkuan sang grandpa.
"Dimana mommy mu? " tanya Anton, pria yang di panggil grandpa oleh bocah kecil di pangkuan nya.
Anton yang mendengar itu hanya bisa menggeleng, entah sampai kapan putrinya itu mengambil alih perusahaan, sedangkan dia sudah tidak muda dan seharusnya dia istirahat bermain dengan cucunya, tapi putri nakalnya begitu banyak alasan untuk menolak menjadi penerus perusahaan yang dia bangun dengan susah payah ini.
Naira yang menyadari seseorang memperhatikan mereka berinteraksi langsung mantap pria tampan di hadapannya, dan langsung turun dari pangkuan grandpa, berjalan mengitari meja berhenti tepat di samping pria tampan, dia tidak buta untuk menilai seseorang yang tampan dan tidak, tapi sayang dia sudah besar tidak seperti dirinya yang kecil.
"Oom siapa, dan kenapa duduk disini, oom mau merampok ya? " tanya Naira membuat Aqeel melongo yang benar saja, setelah Aqeel berpikir jika dia akan di puji saat di perhatikan dengan intens tapi dia salah besar malah dia di tuduh ingin mencuri.
__ADS_1
"Naira " tegur Anton, dia tidak enak saat rekan kerjanya malah di tuduh mencuri olah sang cucu apa lagi yang berada di hadapannya keturunan BENATA membuat siapa saja bangga bisa bekerja sama dengan perusahaan BENATA maupun Ryan yang sekarang melambung tinggi.
"Tidak apa tuan, " jawab Aqeel membuat Anton bernafas lega.
"Siapa namamu nak, sepertinya kau seumuran dengan keponakan oom? " tanya Aqeel membuat Naira kesal, dia tidak suka di samakan hanya dia yang paling cantik di dunia ini, lah apa hubungannya dengan bertanya umur, Naira Naira.
"Oom jangan pindah Toriq, " ucapan Naira langsung di potong oleh Anton, saat mendengar ucapan cucu.
"Topik sayang " ralat Anton membenarkan, Aqeel yang mendengar itu sudah ingin menyemburkan tawanya, tapi dia tahan semampu yang dia bisa.
"Iya itu maksud Naira, oom kopinya sudah habis, oom tidak mau pulang? " ucapan Naira membuat Anton pusing, jika orang lain akan dia puji tapi kenapa untuk Aqeel tidak, sedangkan Aqeel yang di usir secara halus langsung bangun dari duduknya dan pamit undur diri, kebetulan urusan mereka sudah selesai dan menemukan kesepakatan dan akhirnya Aqeel pulang.
"Sayang Tidka boleh begitu " peringat Anton setelah kepergian Aqeel di ruangan, sedangkan Naira yang di tegur langsung cemberut dan memanyunkan bibir kesal, dia kan hanya becanda siapa suruh oom ganteng itu serius pikir Naira.
Anton yang melihat itu langsung menghembuskan nafas pasrah, dan akan membujuk sang cucu jika tidak, maka dia akan merajuk sampai beberapa hari kedepan.
"Baiklah cucu grandpa mau apa?" pertanyaan yang Naira tunggu, dan benar saja wajah Naira kembali ceria saat mendengar pertanyaan grandpa.
__ADS_1
"Main di mall " pinta Naira, Anton yang mengangguk tapi sebelum pergi Anton memberi pesan pada asisten jika semua akan di handle olehnya saat Anton pergi berapa jam ke depan.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya