TWINS BABY

TWINS BABY
Part 23


__ADS_3

"ISTRIMU "


Satu kata tapi mampu menghancurkan dunia Werren, tidak hanya Werren semua orang yang di sana juga tidak kalah terkejutnya, Darco mulai mendekat.


"Jangan bergerak atau aku akan membunuhnya " ancam Dave pada Fiona kecil yang masih sesegukan, dia tidak takut tapi dia menangis Karna di bentak oleh orang lain.


"Sayang, jangan buang air mata mahal mu untuk pria bodoh itu, bagaimana jika kau makan coklat yang ada di tas mu " ucap Ara, jika orang lain mengira itu adalah sebuah ucapan untuk menenangkan kalian salah besar, memiliki cucu yang genius tidak perlu kada pembicaraan inti, cukup memberikan kata kata mutiara dan mereka akan paham dengan semua nya.


Darco langsung duduk di kursi yang sebelumnya di gunakan oleh Jack, Dave dan yang lain, cukup empat memang mereka sudah menyiapkan segalanya.


"Jangan bergerak atau aku akan membunuh mu " ancam Dave saat Fio kecil mulai bergerak dan merogoh tas selempang warna pink yang dia gunakan.


"Oom dangan galak galak seperti guguk, nanti tuhan malah, Fio kan cuma mau makan toklat " kesal Fio, mereka bukan nya membantu menonton drama yang akan Fiona lakukan, rasanya mereka ingin menyebarkan tawanya bagaimana bisa Fio kecil menyamakan Dave dnegan an**ng di luar sana.


"Apa yang kau bicarakan " tanya Dave tidak paham.


"Dasar bodoh, adik ku bilang kau jangan galak seperti anj*n , nanti tuhan mu marah, dia hanya ingin makan coklat kata nya " terjemah Felix.


Sekarang di tangan kanan coklat dan di tangan kiri kartu kredit sang kakek, Fiona kecil menggoyang-goyang kedua tangannya.


"Oom liat, ada coklat dan kartu blacklist " beritahu Fio, rasanya mereka ingin tertawa bagaimana bisa kartu black card di menjadi kartu blacklist, bagaimana bisa membuat lucu saat kondisi sedang tidak bersahabat.


"Black card " ralat Felix.


"Ia, itu maksud Fio, oom punya kaltu apa namanya, blacklist? " tanya Fio, membuat Felix menggeleng dengan tingkah sang kembaran yang ajaib.


"Kenapa kau bertanya begitu " kesal Dave

__ADS_1


"Oom kalau mau culik Fiona halus punya kaltu blacklist, Fiona suka makan coklat jadi Fiona tidak mau makan Snack sebungkus, oom halus beli pabliknya, seperti Daddy yang beli toko coklat untuk Fio, Daddy baik kan " ucap Fiona panjang lebar, membuat Dave geram dan dari banyaknya kata yang keluar Dave susah memahami dan hanya Kalimat pujian pada untuk sang Daddy yang dia pahami.


"Apa yang kau katakan " tanya Dave tidak paham.


"Dasar payah " ejek Darco mulai membuka penutup wajahnya, dan langsung tersenyum misterius nya, Dave yang memperhatikan semua itu seperti mendapat alarm peringatan.


"Ah,,, sepertinya aku tidak puas minum darah itu " ucap Narcy, dan rasanya saliva Deva seakan sebuah batu besar yang tidak bisa dia telan, dia sering mendengar dari para musuh tanda-tanda mafia nomor satu di dunia berada di sekitar kita, dia harus akan darah dan tunggu Dave melihat salah satu anak buah nya yang di gigit, jangan bilang?.


"Ia, kami " jawab Darco yang seakan paham dengan semua pertanyaan yang berputar di kepala Dave.


"Tidak, aku tidak mengusik mu " ucap Dave tidak percaya jika bisa bertemu dan melihat wajah asli mafia yang di takuti di negara Jerman, mereka mengecoh semua dengan terjun di dunia bisnis, membuat mereka susah mencari petunjuk.


"Bagaimana bisa kau tidak mengakui semuanya yang sudah jelas di depan mata " ucap Darco, dan tanpa Dave Sadari bocah kecil yang sudah menghabiskan cokelat nya sudah memasang kuda-kuda, semua itu tidak lepas dari pandangan mereka, khususnya Darco yang akan mengecoh lawan, bermain dengan tenang dan licin seperti belut inilah dia.


Dave langsung menatap Werren dan bocah kecil di pangkuannya, mirip sangat mirip, yang sedang menatap dengan aura permusuhan, dan saat Dave melihat wajah bocah kecil di bawahnya, betapa terkejutnya dia saat bocah kecil sudah menempelkan pistol di perut kirinya dan belum sempat dia bergerak saat itu sakit yang teramat dia rasakan.


Bughhhh


Tubuh Dave ambruk, terkejut dengan tidak ada persiapan membuat Dave terjatuh di lantai dengan luka tembak di Perut sebelah kirinya, sedang sang pelaku hanya senyum bahagia nya.


"Holeeee " girang Fio langsung berlari menghampiri sang mommy, saat Dave mulai bergerak ingin menangkap nya.


"Blueeekkk, oom kalah " ejak Fiona menjulurkan lidahnya, dan tidak lupa dengan tangan kecil yang dia lambai-lambaikan di pelipis nya.


"Good gril " bangga Darco, Daan saat itu anak buah Darco langsung berlari mengamankan Dave.


"Kurang ajar " geram Dave, bagaimana bisa dia kalah lawan anak kecil, astaga memalukan sekali.

__ADS_1


"Bawa mereka ke markas " perintah Darco.


"Baik king " patuh anak buah Darco, walau anggota mereka hanya sedikit tapi mereka aman tanpa luka sedikitpun, dan untuk Dave dan yang lain jangan harap bisa melihat dunia jika sudah berada di kandang singa.


Jack bahkan ikuti sekali, mereka bawa ke markas, mereka tidak ingin ada korban selanjutnya setelah ini, jadi mereka melakukan semua ini demi kebaikan.


"Sayang " Aqeela langsung berlari memeluk tubuh suaminya dengan erat, rindu yang sudah lama dia tahan akhirnya terbalaskan.


"Maaf " hanya kata maaf yang Werren ucapan dan semua kerinduan yang membuncah antara dua insan yang melakukan sekitar.


"Mommy, Daddy culang, tidak ajak Fio, mau ikut peyuk peyuk juga " protes Fiona kecil, mereka langsung membawa kedua buah hatinya dalam pelukan mereka.


"Aaaa pengen peluk, sayang " rengek Narcy, melihat pemandangan keluarga yang melepas rindu di depan mata Mereka.


Saat mereka larut dalam kerinduan tiba-tiba, Aqeela menyudahi pelukannya dan berlari ke arah pojok.


Huekkk


Huekkkk


Apa yang terjadi?


kita lanjutkan part selanjutnya ✌️


Otor mau peyuk peyuk angin dulu 🙈 huaaaa otot gak ada yang peyuk peyuk 😭


Jodoh mana jodoh 🧐

__ADS_1


__ADS_2