TWINS BABY

TWINS BABY
Part 11


__ADS_3

Dengan langkah lemah Ara menuju dapur membuat pesanan sang putri yang aneh bin ajaib, tapi tunggu, tiba-tiba Ara mengehentikan langkah nya.


"Tanda-tanda yang dia tunjukan seperti akan ada yang datang, apa mungkin " Ara tak mampu melanjutkan ucapan dia langsung menutup mulutnya yang menganga.


"Pagi sayang " sapa wanita terhebat yang sudah berkutik dengan bahan-bahan makanan sepagi ini, walau sudah ada maid tapi masih sang empuk ingin membuat makanan untuk orang kesayangan.


"Pagi bunda, sedang masak apa " tanya Ara langsung melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti pada sang bunda, karena memang dia sudah sampai di pembatas dapur.


"Masak sup " jawab Dinda.


"Bagaimana keadaan Aqeela dan cicit bunda " tanya dinda, bukan apa mereka di tinggal oleh orang yang mereka sayangi.


"Sudah mendingan " jawab Ara .


"Syukurlah " ucap Dinda .


Ara hanya mengangguk dan langsung menuju kulkas mencari sesuatu yang dia perlukan, sedang kan snag bunda menatap bingung sang Putri yang seperti mencari sesuatu.


"Cari apa sayang " tanya Dinda, siapa tahu dia bisa bantu tanpa harus membongkar isi kulkas.


"Air kelapa bunda, apa tidak ada " jawab Ara dengan brokoli, terong di tangan nya.


Tunggu brokoli dan terong itu untuk masak apa? apa mereka di gabung lah emang ada ya brokoli dan terong di gabung, ck sudah lah itu tidak penting yang penting air kelapa, sepagi ini ingin minum air kelapa yang benar saja ?


"Sayang tidak baik minum air kelapa pagi-pagi begini " nasehat Dinda, sedangkan Ara hanya menggaruk kepalanya tidak gatal sudah dia duga jika snag bunda salah pengertian.


"Bagaimana ya Ara menjelaskan nya" ck Ara bingung sendiri jadinya.


Dinda langsung mematikan kompor nya Karan kebetulan sup yang dia masak sudah mendidih.


"Sini " ajak Dinda duduk di kursi meja makan.


"Coba katakan pada bunda apa yang terjadi " tanya Dinda penasaran.


"Begini, Aqeela ingin makan somay tapi di campur brokoli, terong dan air kelapa " jelas Ara, sudah bisa di tebak ekspresi sang bunda langsung bengong, untung saja tidak sedang makan dan minum bisa di pastikan keluar dari mulut.


"Sayang, apa Aqeela hamil " tanya Dinda antusias, jujur Ara juga berpikir begitu tapi saat sang Kaka periksa kemarin malam dia tidak mengatakan ada orang baru.


"Semoga saja " doa Ara, mereka tentu saja senang jika akan kedatangan anggota batu, tapi mereka harus membuktikan terlebih dahulu.


Setelah itu, mereka langsung membuat pesanan sang empuk yang sedang merajuk sekarang walau tidak yakin dengan rasa nya tapi mereka tetap melakukan sesuatu keinginan Aqeela.


Dan setelah selesai membuat somay aneh bin ajaib, Ara langsung membawa somay itu dengan ragu, bagaimana tidak dari bentuk nya saja sudah membuat dia ingin muntah, dan tak lupa dia membawa makanan lain untuk putri kecil nikmati saat melihat sang mommy makan makanan aneh.


"Mom " sapa Aqeel yang kebetulan berpapasan dengan sang mommy.


"Sayang, sudah bangun " tanya Ara, ya ampun bagaimana pertanyaan itu bisa lolos di mulutnya, sudah jelas putra nya ada di depan mata dan dia masih bertanya begitu.


Memang Queen satu ini sudah mulai tidak waras setelah membuat somay aneh bin ajaib.

__ADS_1


"Iya, oh itu apa " tunjuk Aqeel pada makanan aneh.


"Somay " jawab Ara sambil meringis, dia sendiri juga tidak yakin jika ini somay dan ini bisa di bilang makanan aneh, iya itu lebih cocok dari pada somay.


Jika pencipta somay tau, maka bisa di pastikan dia di tuntut tak hanya mencuri atau plagiat karya seseorang saja, tapi mengubah resep juga bisa alias mencemarkan nama baik pembuat asli


"Sudah, mom ingin ke kamar dulu " tanpa menunggu jawaban dari sang putra, Ara langsung pergi sebelum dia sendiri juga bingung untuk menjawab pertanyaan lain.


Aqeel yang melihat itu hanya mengangkat bahu acuh dan langsung melanjutkan langkahnya.


Sedangkan Ara yang sudah berada di depan pintu kamar Aqeela, langsung membuka pintu dan tiga orang di sana masih tertidur lelap, Ara langsung menyimpan nampan di meja kecil sampai kasur dan langsung membangun kan sang putri.


"Aqeela sayang bangun ini somay nya sudah jadi " menyebut somay, dia jadi merinding dan benar saja Aqeela langsung membuka mata nya.


"Mana somay nya " tanya Aqeela.


"Bangun dulu nanti kau membangunkan putri mu " ucap Ara pelan, dan benar saja mereka mengeliat saat terusik mendengar suara berisik.


Cup


Cup


"Kalau tidak enak di buang saja " peringat Ara, dan dia sudah yakin jika itu tidak enak tanpa di beri tahu saja dia sudah tau dari bentuk nya.


"Dad dan Kaka ada " tanya Aqeela membuat kedua kening Ara mengerut, jangan bilang ?


"Ada " jawab Ara ragu.


"Mommy tunggu sini Aqeela ingin bertemu Kaka dan Daddy " Ara hanya mengangguk, sedangkan Aqeela langsung keluar dan baru juga pintu pucuk di cinta ulam pun tiba, saudara kembar berjalan melewati pintu kamarnya.


"Kaka tunggu " ucap Aqeela


"Ada apa Qeela " tanya Aqeel, entah kenapa dia jadi merinding melihat senyum misterius saudara kembar nya


"Kaka masuk la di kamar Qeela, sebentar Aqeela ingin cari Daddy " walau Bingung tapi Aqeel menurut melihat sang mommy yang hanya bisa senyum kecil Padanya.


Sedangkan Aqeela saat sudah berada di depan pintu kamar sang Daddy, matanya langsung berbinar.


Tok Tok Tok


"Daddy " panggil Aqeela sambil menyembul kepala di pintu kamar sang Daddy, tapi dia tidak menemukan sang Daddy di atas kasur hanya ada baju kerja di atas kasur dan tunggu dia mendengar gemercik air di dalam kamar mandi, berarti sang Daddy sedang mandi di dalam.


Sambil menunggu Aqeela memilih untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar tersebut, dan tak lama keluar pria tampan dan hot yang hanya melilit handuk di pinggang memperlihatkan perut sixpack yang ah jika wanita lain melihat pasti tergoda.


"Sayang " ucap Devan terkejut, secara tidak ada angin tidak ada ribut putrinya duduk di sofa sambil memegang majalah.


"Daddy, cepat lah berpakaian dan temui mommy di kamar Qeela, gak pakai lama ya nanti mommy merajuk tidak ada jatah buat Daddy, hahaha " setelah menyelesaikan ucapannya Aqeela langsung pergi dengan senyum tercetak di bibir nya.


Sedangkan Devan yang mendengar itu langsung dengan cepat berpakaian asal dan langsung pergi ke kamar snag putri.

__ADS_1


Sedangkan Aqeela yang kembali ke kamar nya langsung duduk kembali tanpa berkata sepatah kata pun, dan tak lama pintu terbuka di mana sang hot Daddy sampai dengan pakaian kaos nya.


"Dad " ucap Aqeela bagaimana, Devan langsung mendekat sang putra yang sudah duduk di sana.


"Bagus, duduk di sana Aqeela akan memberikan sesuatu " ucap Aqeela langsung mengambil sepiring makanan ah tolong rasanya Ara tak mampu melihat makanan itu, apa lagi harus masuk dalam mulut suami dan putranya.


"Sayang itu apa " tanya Devan, secara bentuk nya sangat aneh seperti somay tadi kok ada brokoli dan terong ya dan tidak ada seperti pada umumnya.


"Ini makan spesial jadi pria kesayangan Qeela harus makan ini " beritahu Aqeela dengan bangga nya.


"Kaka lupa kak Winda mencari Kaka tadi " Aqeel langsung bangun dari duduk nya, tidak dia tidak boleh memasukkan makanan aneh itu dalam tubuhnya.


Batu juga Aqeel berapa langkah sudah terdengar tangis melengking dari Aqeela.


"Huaaaaaa,,, Kaka jangan mau tinggalkan Aqeela juga " tangis Aqeela histeris.


"Sayang " Ara langsung memeluk sang putri.


"Aqeel kembali lah nak " ucap Devan yang seakan pasrah jika menikmati makanan itu, demi sang putri.


"Tapi dad " Aqeel menjeda ucapan.


"Huaaaaa,,, mommy kaka jahat " adunya.


"Help me sayang " mau tak mau akhirnya Aqeel kembali ke posisi dan iya Aqeela langsung menghentikan tangisnya.


"Ini untuk Daddy aaaa " sambil menyodorkan sendok brokoli terong di hadapan mulut sang Daddy, walau ragu Devan tetap menerima suapan sang putri.


Saat makanan itu sudah masak Devan tidak menunjukkan ekspresi apapun bahkan untuk mengunyah saja tidak.


"Dan ini untuk kakak Aqeela yang tampan sejagat raya " Aqeel langsung memutar bola mata jengah giliran ada mau saja bilang tampan jika tidak jangan harap dia di puji.


"Buka mulut nya kakak " perintah Aqeela, dengan ragu Aqeel membuka mulutnya dan


Bless..


"Telan " peringat Aqeela saat sang Kaka ingat memuntahkan Makanan itu.


Aqeel langsung melihat sang Daddy yang sudah menelan Makanan aneh itu dan langsung berlari menuju segelas air dan meneguk nya sampai tandas.


"Astaga makanan apa itu " ucap Devan setelah selesai menelan Makanan aneh itu, setelah devan giliran sang putra yang meneguk air lain nya.


"Ck kau ingin meracuni Kaka " protes Aqeel.


"Huaaaaa mommy kakak marah sama Qeela " adunya bahkan langsung memeluk sang mommy menyebabkan dua buah hatinya terbangun.


"Huaaaaaaaaa " Mereka langsung panik dan masing-masing dari mereka menghibur dua F dan Aqeela.


"Ada apa " panik anggota lain yang sudah berkumpul di depan pintu, Ara hanya memberi kode diam.

__ADS_1


Berangsur mereka bubar membiarkan mereka menghibur Anggota keluarga yang di tinggal sang suami.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain


__ADS_2