TWINS BABY

TWINS BABY
Part 51


__ADS_3

"Next " ucap Aqeela.


Werren menghembuskan nafas sebelum melanjutkan penjelasan pada orang kesayangannya, jangan di tanya bagaimana ekspresi Felix datar, mendengar dengan seksama penjelasan daddy.


Flashback on


Di ruangan yang sudah di sediakan, Werren dan Anderson saling berhadapan.


"Kau harus berkencan dengan putri ku " beritahu Anderson, dia jelas tahu siapa pria di hadapannya, tapi dia tidak peduli akan hal itu yang terpenting dia mendapatkan apa yang dia mau.


Sedangkan Werren sempat terdiam mempertimbangkan tawaran yang menggiurkan bagi para laki-laki, dia pria normal yang tidak mungkin tidak menyukai tawaran menggiurkan ini.


"Dwi Virginia " ucap Werren sambil mengetuk ketuk jari di atas meja, mempertimbangkan dan mengingat bagaimana sosok wanita yang dia sebut sekaligus putri tunggal dari seorang pengusaha ternama di Eropa.


"Bagaimana, putri ku terkenal kau pasti akan melambung jika kencan bersamanya " beritahu Anderson dengan bangga, dia sangat yakin jika pria mahkota akan menerima tawaran yang menggiurkan apa lagi nama sang putri sedang melambung tinggi.


"Aku menerima nya. " senyum mengembang langsung terbit di wajah Anderson, tapi hanya satu detik, senyum Anderson berubah menjadi murka saat mendengar ucapan Werren.


"Dwi Virginia, seorang model yang sekarang naik daun, cantik,,, tapi sayang dia menjajakan tubuhnya pada menejer demi terkenal, " wajah Anderson sudah merah padam saat mendengar ucapan Werren. " Dan sekarang sedang mengandung, perlu anda tahu istri saya lebih istimewa, tidak seperti putri anda, MENJIJIKKAN. " Ucap Werren penuh penekanan.

__ADS_1


Prakkkk


Anderson langsung menggerebek meja, sampai menimbulkan bunyi yang sangat nyaring, Werren hanya santai dengan senyum penuh kemenangan, ini akibatnya jika berani mengusik ketenangan nya, jika pria lain akan menerima tawaran menggiurkan bagi laki-laki, tapi tidak untuk Werren, dia tidak ingin membuat orang kesayangan terluka, apa lagi istri sedang mengandung, apa dia tega membuat mereka sedih? tentu saja tidak.


"Kau. " geram Anderson, bahkan dia menunjuk wajah Werren dengan mata yang memerah.


"Turunkan tangan anda, bagaimana anda menonton ini, " Werren menekan tombol kecil yang ada di bawah meja, di mana Video sepasang kekasih yang sedang bermain kuda-kuda, Anderson memperhatikan semua tanpa terlewat, jangan di tanya wajahnya yang sudah merah padam, malu, kesal Karna dia kalah.


"Bagaimana? " tanya Werren, sambil memberikan surat perjanjian mereka, tanpa berkata-kata, Anderson langsung menanda tangani surat perjanjian mereka, dan setelah itu dia langsung pergi dengan kekesalan tingkat tinggi.


Setelah kepergian Anderson dengan wajah yang jengkel, Wilson langsung masuk menemui tuan muda mereka.


"Awasi putrinya, aku yakin setelah ini dia tidak tinggal diam. " perintah Werren yang di anggukkan kepala oleh asistennya.


Dan benar saja satu minggu setelah kejadian itu, Anderson melakukan kecurangan, Werren yang geram ingin menghancurkan putrinya, tapi siapa sangka dia mendapat peringatan dan ancaman dari putra, membuat Werren membatalkan niat, untuk menghancurkan dengan tangannya sendiri. dan di gantikan oleh Wilson yang melakukan semua rencana mereka.


Flashback off


Werren menceritakan semua yang terjadi tanpa ada yang tertinggal, dia tidak ingin sang istri kepikiran dan mempengaruhi janin yang bersemayam di rahim Istrinya.

__ADS_1


"Terima kasih sudah jujur sayang. " tanpa di perintah air mata Aqeela menetes, semenjak hamil Aqeela sangat sensitif, apapun itu yang membuat hati kecilnya tercubit dia pasti menangis.


"Maaf sudah membuat mu kepikiran sayang. " ujar Werren, dia bersyukur tidak melanjutkan turun tangan, dan sang putra memberi kabar, dia tidak tahu apa yang terjadi jika dia melanjutkan sendiri.


Dua F yang melihat itu langsung ikut berpelukan, akhirnya ke salah paham antara mereka terjawab, Karna kunci kebahagiaan tidak hanya harta atau kekayaan saja, melainkan sikap terbuka satu sama membuat mereka bahagia.


"Awas saja jika dad bermain curang, kami akan pergi jauh. " ucapan bernada ancaman membuat Werren takut.


"Itu tidak akan terjadi, kalian sangat beharga. " jawab Werren.


Dan tanpa mereka sadari, sepasang suami istri paruh baya mendengar semua penjelasan Werren membuat mereka bernafas lega, tidak ada kecurangan di antara mereka.


"Ayo dad. " ajak Ara, pada Devan untuk pergi dari sana, dengan hati-hati Ara menutup rapat pintu kamar Aqeela seperti semula, supaya tidak ada yang menyadari jika mereka menguping.


Mereka bernafas lega, saat tidak ada kecurangan di antara mereka, dan membuat Ara bangga, cara bermain yang halus pada rekan bisnis, membuat mereka mati kutu saat menunjukkan kartu as yang di punya.


Jangan pernah bermain api jika tidak ingin di siram dengan minyak, sekali mengusik maka kebenaran demi kebenaran akan terungkap, terbukti Werren mengeluarkan kartu AS, untuk lawan diam.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya

__ADS_1


__ADS_2