
Setelah pertemuan Naura dan Arnold beberapa minggu lalu, hari ini Naura seperti biasa. Begitu pun dengan Naira yang biasanya banyak bertanya memilih bungkam.
"Bagaimana perkembangannya? " tanya Anton saat sudah menyelesaikan sarapan pagi bersama. Ia sekarang mereka sedang sarapan bersama. Sebelum menjawab pertanyaan Anton, Naura menghapus sisa makanan yang mungkin menempel di bibir menggunakan tisu.
"Baik dad. " jawab Naura.
Anton hanya mengangguk merespon jawab putrinya, bagaimana dia tidak ingin memaksa. Paska penjelasan Arnold membuat Anton sangat mengapresiasi keberanian pria bernama Arnold. Saat itu Naira membawa langsung pria yang sudah mengambil harta yang dia jaga kekantor Anton menjelaskan semua yang terjadi, tidak ada kemarahan, jadilah orang yang bijak menyelesaikan masalah bukan dengan kekerasan, dengarkan penjelasan dan bicarakan dengan baik bagaimana yang terbaik untuk kedepannya.
Flashback on
Sebuah mobil berhenti tepat di gedung tinggi, yang Arnold tahu ini adalah perusahaan, tidak asing baginya karna dia juga terjun di dunia bisnis. Setelah keluar dari dalam mobil Naura terus berjalan dengan di ikuti oleh Arnold di belakangnya. Saat mereka masuk banyak yang menatap mereka, putri pemilik perusahaan ini datang dengan seseorang yang wow sangat tampan membuat mereka iri.
"Apa kau tidak mempunyai pekerjaan, " tegur Naura, membuat pegawai Anton menunduk takut setelah mengucapkan maaf. Jarang datang ke kantor membuat mereka tidak mengetahui sifat nona muda mereka yang sangat tegas.
Arnold yang melihat itu tersenyum bangga, ternyata wanita sangat tegas tidak salah lagi jika dia calon ibu bukan anak-anak nanti.
"Apa kau ingin menjadi pela*an klub malam. " ucap Naura saat berpapasan dengan seseorang yang menggunakan pakaian seksi. pantat palsu yang dia perlihatkan membuat Naura muak.
"Maaf nona. " jawabannya takut.
"Pergi keruang HRD aku tidak ingin melihat mu. " perintah Naura langsung masuk dalam lift khusus.
"Nona, saya jan- " belum selesai dia memohon lift sudah sempurna tertutup, membuat dia lemah pasrah, padahal niatnya ingin menggoda seseorang tapi belum di mulai dia sudah di pecat secara tidak hormat oleh putri pemilik perusahaan.
__ADS_1
Sedangkan Anton yang mendapat kabar jika sang Putri memecat karyawan perusahaan berniat untuk menghubungi putri tapi belum juga Anton menemukan nomor sang putri pintu ruangan sidah terbuka.
"Dad mencari Naura, masuk " ucap Naura, Anton diam saat melihat seseorang yang masuk di ruangan, siapa dia? batin Anton. Tidak hanya itu, dia banyak mengenal pembisnis muda tapi pria ini tidak masuk kategori bisnis Indonesia, lalu siapa dia?.
"Dad, dia pria yang menghamili Naura. " ucap Naura to the point membuat Anton langsung bangun dari duduknya, mendekati putri yang duduk santai di sofa yang ada sedang Arnold masih berdiri di sana.
Jika di Jerman dia sambut dengan sopan dan tentu di perlakukan dengan baik, tapi tidak untuk wanita dia memperlakukan dirinya seperti orang asing, miris.
"Duduklah. " ujar Anton juga ikut duduk di kursi tunggal menghadap langsung pada pria yang duduk di hadapannya.
Tidak salah lagi, mereka sangat mirip dengan cucu yang menggemaskan hanya saja ini versi pria, dan nilai plus dia datang menemui hal tersebut menandakan jika dia pria baik, walau terlambat.
"Kau ingin menjelaskan sesuatu bukan, ayo jelaskan di hadapan Daddy. " ucap Naura saat melihat dua pria beda usia yang malah saling pandang membuat Naura jengah.
"Maaf sebelumnya, jika saya sudah menghancurkan masa depan putri anda tuan, tapi sungguh saya tidak bermaksud melakukan itu tapi Karna obat sialan itu membuat saya lepas kendali, dan kedatangan saya ingin minta izin bertanggung jawab mesti saya terlambat, jujur saya sudah mencari keberadaan putri anda kemana-mana tapi nihil. Bahkan saya menyewa seseorang meretas identitas putri anda lagi dan lagi gagal, " jelas Arnold, mendengar penjelasan panjang lebar dari pria di hadapannya, Anton langsung menatap sang putri, dia yakin tidak mungkin data diri hilang jika tidak melakukan apapun.
Naura yang di tatap langsung memutar mata jengah, jelas Anton mengenal sifat putri yang tidak mungkin tidak melakukan sesuatu dan untuk data yang tidak bisa di retas Pasti ulah putri.
"Dan kedatangan saya ke sini bukan untuk menjelaskan semua yang berlalu, jika boleh saya ingin bertanggung jawab, Will You marry me? " tanpa di duga Arnold langsung berjongkok di hadapan Nuara dengan cincin yang dia siapkan, jauh sebelum kedatangan Arnold kemari di sudah menyiapkan cincin untuk wanitanya.
"Tidak. " lagi dan lagi Nuara menolak membuat Anton menggeleng, entah apa mau putri kali ini. ayolah Naura apa lagi yang kau inginkan kali ini ?.
"Tidak apa jika kau menolak ku, tapi boleh kita berteman? " Naura sempat berpikir mempertimbangkan usul yang tidak buruk, Karna untuk menikah Naura masih belum siap. Akhirnya Naura mengangguk membuat Arnold tersenyum cerah .
__ADS_1
"Apa aku boleh mengenal lebih dekat dengan putri ku. " mohon Arnold.
"Tentu saja. " bukan Naura yang menjawab melainkan Anton.
"Dad, " protes Naura.
"Putri Daddy tidak kejam memisahkan ayah dan anak. '' ujar Anton membuat Naura menghembuskan nafas pasrah.
"Lalu untuk apa masih di sini ? " usir Anton secara halus membuat Arnold menggaruk kepala tidak gatal. Sedangkan Naura melongo tidak percaya.
"Dad - " belum selesai Naura bicara untuk protes sudah di potong oleh Anton.
"Kalian pasti baru bertemu, pergilah untuk saling mengenal satu sama lain, dan secepat beri kabar Daddy untuk mengundang rekan bisnis Daddy. " ucap Anton langsung bangun dari duduk nya menuju meja kerja melanjutkan berkas yang menumpuk segera di pelajari.
Mau tidak mau mereka pergi dari ruangan Anton, membuat Anton tersenyum kau berhak bahagia sayang buka hati mu, Anton membatin.
Flashback off
Setelah bertanya perkembangan mereka, Anton tidak bertanya lagi dia hanya berdoa semoga putri membuka hati , apa lagi melihat kegigihan Arnold yang bolak baik Jerman demi bertamu dengan dua wanita kesayangan Mereka.
Sesuai dengan yang otor janjikan, untuk nama akun yang mengikuti GA sederhana bisa langsung dm otor .
Sapira Pira
__ADS_1
Selamat KK pira 🥰