TWINS BABY

TWINS BABY
Part 25


__ADS_3

"Ada apa " tanya Winda, saat kembali putra nya.


"Apa sebelumnya ada yang tidak unggul " tanya Alend penasaran, mereka langsung saling pandang, berbeda dengan Winda yang juga penasaran, Karna dia hanya pendatang jadi tidak tahu dengan pasti cerita keluarga besar Benata.


"Nanti tanyakan pada aunty ya sayang " jawab Aqeel di sela tawa nya, entah apa yang lucu membuat Winda jadi penasaran.


Alend langsung melemas, harus menahan rasa penasaran, setidaknya jika ada yang tidak unggul mereka tidak merasa minder.


"Cucu nenek pasti bisa, semangat " ucap Dinda memberi semangat.


"Tapi nenek " Alend langsung memeluk tubuh Dinda, dia takut saat tidak unggul seperti semua orang.


"Alend pasti bisa, nanti kalau gagal coba lagi dan berusaha lebih keras lagi,okay boy " ucap Dinda.


"Tapi Alend mau jadi pilot tidak mau seperti Daddy " adu Alend, jadi yang dia khawatirkan bukan keunggulan tapi berbeda keinginan.


"Apa pun itu, kami mendukung " ucap Dominic lagi.


"Daddy mommy " tanya Alend.


"Mom mendukung apa pun keinginan putra mommy, mulai lebih giat lagi menjadi seperti grandpa Robert harus berani maju " jawab Aqeel.


"No orang dalam " peringat Dominic, Karna menantu nya maskapai penerbangan internasional jadi mereka harus memberi peringatan sejak dini.


"Dan jika curang, maka siap-siap berhadapan dengan uncle Verel, di meja pengadilan " tambah Aland menakuti sang asik, Alend langsung menggeleng dengan cepat, dia harus bisa menjadi grandpa Robert turun naik pesawat seperti naik mobil sesuka hati, padahal tanpa dia ketahui semua itu perlu perjuangan yang keras.


"Ayo kita belajar " ajak Aland biar mereka unggul.


***


Sedangkan di Jerman, tepat pukul 4 subuh mereka sampai di kediaman Darco, bahkan dua bocah kecil sudah tertidur pulas, tanpa merasa terusik dengan para dewasa.


Dokter kepercayaan Darco bahkan sudah menunggu kedatangan mereka, dan saat mereka datang Werren dan Aqeela langsung di periksa, tanpa menunggu lama.


"Nona " panggil dokter, Aqeela yang kesal tidak merespon panggilan dokter, dia kesal pasti semua nya terbongkar.


"Apa yang terjadi dokter " tanya Ara akhirnya, setelah dokter selesai memeriksa Aqeela.


"Maaf nyonya, saya tidak bisa memastikan tapi hasil pemeriksaan medis sepertinya akan ada yang datang, lebih lanjut bisa periksa pada dokter kandungan " beritahu dokter, Karna dia adalah dokter umum jadi dia tidak bisa memastikan dengan pasti, dan dia menyarankan langsung pada ahlinya.


"Sayang panggil dokter kandungan " ucap Narcy, saat Darco sudah mengeluarkan langsung terhenti mendengar ucapan seseorang.


"Tidak, uncle jangan " ujar Aqeela menghentikan pergerakan Darco, dan bertepatan dengan dokter yang mengobati luka Werren selesai.

__ADS_1


"Sayang " ucap Werren, dia mendengar semua yang dokter katakan hanya saja dia tidak merespon saat dia diobati dan kini saat sudah selesai dia langsung bersuara, secara sikap istrinya sangat aneh.


"Hiks ,,,,, hiks " Aqeela malah menangis, padahal tidak ada yang membentak dirinya, hanya panggilan lembut dari suaminya membuat Aqeela sedih.


"Sayang, Werren langsung membawa sang istri dalam pelukannya, sebelum melanjutkan ucapan, " apa yang terjadi" lanjut Werren membuat Aqeela mendongak melihat wajah lelah suaminya.


Sedangkan mereka yang menyaksikan hanya diam menunggu dengan sabar atas kejujuran dari sang empuk yang malah bermanja-manja.


"Sebenarnya - " Aqeela mulai menceritakan kejadian dua Minggu berlalu.


Flashback on


Di mansion utama Benata, setelah keberangkatan Werren ke Eropa, pagi harinya Aqeela menginginkan makan somay aneh bin ajaib, bagaimana tidak terong dan brokoli menjadi bahan utama di tambah air kepala muda.


Sedikit bingung tapi Ara tetap melakukan keinginan sang putri, dan setelah selesai lagi dan lagi yang harus menikmati putra dan suaminya, setelah kejadian aneh Ara memutuskan untuk pergi ke dokter, ingin membuktikan yang ada di kepalanya.


"Silahkan duduk nyonya, nona" persilahkan dokter, ia mereka sudah berada di ruangan dokter kandungan sekarang, tanpa membuat janji Ara langsung datang ingin memastikan semua nya.


"Terima kasih " jawab Ara.


"Ada keluhan nyonya, nona " tanya dokter yang bertugas .


"Aqeela katakan semua yang terjadi " ucap Ara .


"Dan meminta makanan yang aneh, di luar nalar manusia " tambah Ara lagi, membuat Aqeela kesal, secara mereka sempat berdebat saat Aqeela menolak ingin ke rumah sakit, tapi sang mommy tidak bisa di bantah.


"Baiklah, mari kita buktikan, mari nona " ajak dokter dan memerintahkan Aqeela untuk berbaring di karus kecil yang sudah di sediakan di ruangan nya, tanpa membantah Aqeela menurut dan dokter langsung memberikan sesuatu di perut datar Aqeela, dan saat dokter mulai melakukan tugasnya tiba-tiba ruang terbuka.


"Huaaaaa,,, mommy " teriak bocah Kecil yang berlari dengan sempoyongan, dan saat itu Ara langsung membawa sang cucu dalam gendongan.


"Apa yang terjadi sayang " tanya Ara .


Srukkk


"Maaf nyonya " ucap supir mereka yang baru saja sampai.


"Keluar lah " perintah Ara .


"Apa yang terjadi " tanya Ara dengan lembut.


"Akak jahat malah Fio " aduk Fiona kecil.


"Grandma Fiona ingin jajan tapi dia tidak mau membeli makanan yang orang jual, Ara mengerutkan kening bingung mendengar penjelasan cucunya, " dia ingin beli orang nya " lanjut Felix yang tidak habis pikir dengan tingkat sang kembaran.

__ADS_1


"Huaaaaa,,,, glandma beli jajan " rengek Fiona.


"Baiklah, Ara langsung menatap sang putri, " jangan lakukan hal aneh apa lagi ingin menipu mommy " setelah menyelesaikan ucapannya Ara langsung pergi membawa sang cucu.


Setelah kepergian sang mommy, dokter langsung menggerakkan alat yang da di tangannya setelah perut Aqeela di beri sesuatu.


"Bagaimana dok " tanya Aqeela.


"Anda bisa melihat dua titik di sana nyonya, beritahu dokter dan Aqeela langsung melihat layar monitor yang dokter tunjukkan, " maksudnya saya hamil lagi " tanya Aqeela yang di anggukkan kepala oleh sang dokter.


"Dokter " panggil Aqeela dnegan serius.


"Iya nyonya " jawab dokter.


"Tolong katakan pada mommy saya jika saya tidak mengandung " dokter langsung mengerutkan kening bingung.


"Saya berjanji memastikan keamanan anda, tapi saya ingin memberikan kejutan" jelas Aqeela.


"Baiklah " putus dokter akhirnya, awalnya dia bingung tapi ternyata akan memberikan kejutan.


Bertepatan dengan Aqeela di periksa, Ara dan dua bocah kecil masuk dalam ruangan di mana Aqeela di periksa.


"Bagaimana " tanya Ara to the point.


"Hiks,,,, hiks dia tidak hadir " sedih Aqeela, Ara langsung menatap dokter yang memeriksa putrinya.


"Benar nyonya, hasilnya negatif " bohong dokter, awalnya Ara tidak percaya dan ingin mengajukan pertanyaan lain, tapi saat itu Aqeela semakin mengencangkan tangisnya, membuat Ara menyerah dan pamit.


Flashback off


"Sudah aku duga " kesal Ara yang memang tidak percaya pada dokter tersebut apa lagi sang putri yang ratu drama, dia diam ingin menunggu waktu yang tepat, dan ini apapun yang dia ucapkan tidak bisa di bantah.


"Sayang bagaimana bisa kau ikut Serta dalam penyelamatan, sedangkan mereka ada di sini " ucap Werren tidak habis pikir, bagaimana jika terjadi sesuatu pada penerus nya.


"Maaf, tapi mereka ingin " jawab Aqeela, astaga tolong masih di dalam perut saja sudah menyuruh sang mommy adu kekuatan lalu bagaimana jika sudah lahir bisa di pastikan si ratu drama akan kalah saing.


Tok Tok Tok


Ada-ada saja kau Aqeela, mereka tidak habis pikir, keinginan penerus selanjutnya lebih menstrim 🧐


Kira-kira siapa yang datang ?


Hadiahnya jangan lupa awas saja, nanti otor merajuk mogok nulis ni 🙃

__ADS_1


__ADS_2