
"My " panggil Felix.
Panggilan yang sangat Aqeela hindari dari sang putra, semakin dia berusaha untuk menghindar sang putra semakin menjadi membuatnya tidak enak, terutama panggilan yang semakin mendesak, dirinya untuk jujur mengatakan segalanya.
"Mommy. " panggil Felix lagi, membuat Aqeela mau tidak mau harus menatap sang putra, Ara uang melihat aura mencekam antara anak dan ibu, lebih baik dia menghindar dari pada harus menjelaskan sesuatu yang tidak dia ketahui.
"Sayang ayo kita main. " ajak Ara membuat Fiona berbinar, melupakan segalanya, Karna yang ada di pikiran Fiona kecil hanya main jika di dalam mansion.
"My " panggil Aqeela meminta bantuan saat di cerca pertanyaan oleh putra, tapi Ara pura-pura tidak dengar dan langsung meninggal ibu dan anak di ruang keluarga, bukan Ara tidak ingin membantu, tapi dia yakin cucunya sudah pasti memberikan pertanyaan di luar nalar manusia.
Sekarang tinggal Aqeela dan Felix di sana, sunyi tidak ada yang memulai bicara, sedangkan Felix menunggu sang mommy untuk menjelaskan semuanya, kenapa dia menangis? kenapa dari tadi diam, apa yang menyebabkan semua itu, semua akan terjawab jika sang mommy yang mengatakan semuanya.
"Apa semua ini karna Daddy? " Aqeela langsung menyantap sang putra saat pertanyaan tepat sasaran, semakin dia diam semakin membuat Felix yakin, Aqeela langsung menghembuskan nafas pasrah sebelum menjawab pertanyaan sang putra, dia tidak akan berbohong Karna semakin dia bohong pertanyaan menjebak yang Felix berikan membuat dia tanpa sadar mengatakan kebenaran.
"Ini hanya mimpi " jawab Aqeela membuat Felix mengerutkan kening bingung.
__ADS_1
Jika hanya mimpi lalu kenapa mommy berubah, jika benar hanya mimpi ayolah jangan seperti ini, setidaknya pikirkan bagaimana keadaan baby.
"Daddy? " satu kata tapi tepat sasaran, membuat Aqeela mau tidak mau mengangguk, biarlah sang putra pengetahuan dan mengakhiri segala pertanyaan yang membuat Aqeela tidak mampu berkutik.
Jiwa yang tegas dan tidak bisa di bantah adalah jiwa sang Oma buyut, lemah lembut tapi jiwa kepekaan dan tegas saat menurun pada sang putra, lagi-lagi gen BENATA sangat unggul di keturunan selanjutnya.
Felix diam, tapi dia langsung menempelkan benda pipih di telinga dan sesuai prediksi jika panggil Felix langsung di jawab oleh seseorang di sebrang sana.
"Hel- " ucapan Werren langsung terpotong oleh suara datar dan penuh penekanan di sebrang sana, pertanda jika tidak ingin di bantah.
Sedangkan Ara dan Fiona yang berada tidak jauh dari sana tersenyum terutama Ara, dia sangat bangga memiliki cucu yang cerdas dan tingkat peka yang tinggi.
"Nyonya " tegur maid, yang melihat Ara tersenyum, maid bernama Lia hanya takut saja jika sang nyonya kesurupan dan setidaknya setan tidak jadi masuk begitu pikirnya.
"Saya tidak kesurupan " jawab Ara membuat Lia merinding, bagaimana nyonya tahu? dia belum juga melanjutkan ucapannya, ah jiwa Queen memang tidak bisa di ragukan membuat dia merinding.
__ADS_1
"Saya permisi nyonya " pamor maid setelah meletakan minuman dan kue untuk sang nyonya.
***
Sedangkan Werren yang baru saja menerima panggilan dari sang putra langsung keluar dari ruang meeting, ia pagi ini Werren sedang meeting tapi langsung dia tinggalkan begitu saja tanpa sepatah katapun membuat sang asisten langsung mengambil alih.
"Silahkan lanjutkan " intruksi dari Wilson membuat semua orang langsung fokus kembali pada penjelasan semuanya, melupakan Werren yang pergi begitu saja.
Sedangkan Werren langsung menancap gas menuju pesawat pribadi dan langsung berangkat ke Indonesia, rencana kepulangan lebih cepat dari sebelumnya.
"Sayang tunggu aku, ku harap Felix tidak main-main dengan ucapannya " ucap Werren bermonolog sendiri.
Setelah menempuh perjalanan 25 menit akhirnya Werren sampai di bandara khusus pesawat pribadi miliknya, dan di sana pilot dan pramugari beserta petugas lain sudah siap untuk membuat Werren ke tempat tujuan, dan setelah menyelesaikan semuanya akhirnya burung besi terbang tinggi menyusul keluarga kecilnya.
Mohon maaf jika slow update tapi sebisa mungkin akan update setiap hari walaupun tidak panjang 🙏
__ADS_1