
Bughhhh
Tanpa aba-aba Werren langsung melayangkan pukulan tepat di wajah tampan Dave, menyebabkan Dave terjatuh dari kursinya, darah segar mulai mengalir di pelipis bibirnya, rasa asin dapat Dave rasanya pertanda darah segar keluar.
"Itu peringatan dari ku, tidak ada satu orang pun yang boleh menyentuh putri ku " ucap Werren dengan tajam.
Melihat Werren yang sudah tersulut emosi, Dave semakin tersenyum kecut, dia ingin membalas tapi dia tidak berdaya, untuk bangun saja dia sulit apalagi untuk membalas, sangat di sayangkan sekali.
Sedangkan Darco dan Devan yang menyaksikan, anggap saja mereka sedang menyaksikan bagaimana seorang raja Eropa bereaksi, momen langka bukan jadi mereka akan menikmati momen langka ini tanpa terlewat sekali pun.
"Berikan pisau itu " pinta Werren, dengan sigap anggota Darco memberikan pisau yang di pinta oleh Werren.
Apa yang ingin di lakukan oleh Werren kali ini? apakah dia akan menguliti Dave yang berani ingin merebut istri cantik dan hot yang sedang mengandung buah hati mereka.
Saat Werren mulai bersiap memulai aksinya, tiba-tiba ponsel seseorang berdering, Darco langsung menatap pria di sampingnya.
"Putri ku " gumam Devan, dan langsung menjawab panggilan putrinya, terdengar rengekan seseorang di sebrang sana.
"Daddy, huaaaaa " bahkan Devan sempat menjauh ponsel dari telinganya, saat merasa gendang telinga terasa mau pecah.
"Huaaaa,,, glandpa " lagi, kali ini teriakan sang cucu membuat Devan bingung bagaimana cara menantu bisa membuat sama persis seperti nya, apa gayanya sama atau ah sudahlah, lupakan dan sekarang kembali pada masalah yang terjadi di sana, sampai menyebabkan di sana heboh.
"Sayang apa yang terjadi " tanya Devan, setelah di sebrang sana sedikit tenang.
Aaaaarrrrrrggggggg
"Dad, apa di sana ada pertunjukan " tanya Aqeela, terdengar nada bahagia di sebrang sana, membuat Devan langsung mengubah panggilan menjadi video call, biar sang putri bisa menyaksikan apa yang terjadi di sana.
"Wow, dimana itu dad " tanya Aqeela bahagia, tidak hanya Aqeela si bocah kecil Fiona tidak mau ketinggalan dia ikut masuk dan memenuhi kamera dengan wajah cantiknya.
"Daddy " teriak Fio, ya ampun bukan nya takut dia malah bahagia menyaksikan pertunjukan tersebut, dia ingin coba nanti, tapi siapa mangsanya, nanti dia pikir.
Devan langsung memberikan ponselnya pada salah satu anggota Darco, biar Werren bisa melihat wajah menggemaskan sang putri.
__ADS_1
"Daddy " panggil Fio sambil melambaikan tangan, Werren yang fokus menguliti seseorang langsung mengalihkan pandangan, saat mendengar suara yang sangat dia kenali.
Werren langsung tersenyum, dan menghentikan kegiatan dan terlihat wajah kecewa di seberang sana.
"Kenapa wajah Putri Daddy cemberut " tanya Werren.
"Daddy tidak ajak Fio " merajuk Fiona membuat Werren gemes.
"Iya lain kali, apa yang harus dad lakukan biar putri dad tidak merajuk " tanya Werren.
Fiona yang mendapat tawaran menarik, langsung tersenyum tapi sebelum itu dia menatap sang mommy yang berada di sampingnya.
"Kenapa " tanya Aqeela, Fiona langsung mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga sang mommy.
"Apa yang dia inginkan sayang " tanya Werren.
"Fio ingin bicara pada oom jelek " beritahu Aqeela, membuat Dave yang mendengar itu geram, kenapa dia tidak langsung bunuh saja kemarin, menyebalkan.
Werren langsung memberi kode pada anak buah Darco untuk menunjukkan Dave yang sudah kesal, apa lagi di panggil oom jelak, tapi memang kelak sih, secara dia yang paling tampan, narsis sekali anda tuan!
Bukan nya takut Fio kecil semakin gencar membuat oom jelek kesal, siap-siap wahai oom jelek, kau akan merasa sesuatu yang tidak akan terlupakan.
"Dasar anak pembawa sial " geram Dave, Fio yang mendengar itu langsung berfikir keras, pembawa sial itu apa? seperti itu pertanyaan yang terlintas di otak kecilnya.
Bughhhh
"Hi gril apa yang harus dad lakukan " tanya Werren setelah memberi pukulan pada Dave, dia tidak akan terima siapa pun pada berkata kasar pada Putri maupun putranya.
Apa lagi dia melihat wajah kesal sang putri, akan di pastikan merasakan sambutan yang berkesan pada nya, dan tidak akan bisa melupakan semua nya.
"Tangan oom jelek bau, kukunya panjang " beritahu Fiona, Werren yang mengerti langsung mengangguk dan menatap Dave masih meringis kesakitan, setelah mendapat pukulan di pipi nya.
Werren langsung menuju tempat alat-alat yang disediakan, dan Werren mengambil gunting, tapi bukan gunting kuku seperti biasa, dan setelah selesai Werren langsung kembali di tempat semula.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau lakukan " teriak Dave melihat gunting dahan di tangan Werren, apa yang ingin dia lakukan pada gunting tersebut?
Tanpa menjawab, Werren langsung memerintahkan anak buah Darco untuk menjalankan perintahnya.
"Pegang tangannya " perintah Werren dan saat itu terlihat kuku panjang Dave yang di maksud sang putri, dan langsung saja Werren menggunting kuku panjang itu membuat darah segar mengalir.
Aaaaarrrrrrggggggg
Fiona yang melihat itu langsung tersenyum bahagia, pertunjukan yang luar biasa menurut nya, membuat Devan yang di sana hanya menggeleng, benar-benar keluarga spikopat, dia bahkan tidak sekejam itu tapi cucu nya, lihatlah.
Berbanding balik dengan Darco yang tersenyum, bangga si kecil Fiona memang tidak bisa di remehkan, orang bilang kecil kecil cabe rawit, iya, itu istilah yang cocok untuk Fiona kecil.
Setelah pulas Werren memotong kuku Dave, Werren langsung kembali menghampiri dua pria paruh baya yang duduk memperhatikan aksi yang dia lakukan.
"Sudah selesai " tanya Darco, Werren langsung mengangguk setuju selesai dan sambungan telpon juga sudah berakhir, Werren langsung memberikan kembali ponsel pada Devan.
"Ayo kita pulang " beritahu Darco, sudah cukup sambut dari mereka, sedangkan Dave sudah seperti tidak sanggup lagi, untuk menerima siksaan selanjutnya, jadi Darco memberikan waktu untuk Dave bernafas, sebelum selanjutnya menerima siksaan.
Mereka langsung pergi dari sana, dan kembali di kediaman mereka, sebelum menyambut kedatangan keluarga besar Benata, yang sekarang sedang di perjalanan menuju Jerman.
***
Sedangkan di jat pribadi yang berada di atas awan, keluarga besar Benata yang masih di perjalanan menuju Jerman, sudah mulai jenuh karena tidak kunjung datang.
"Dad apa masih lama " tanya Alend, sepertinya dia sudah mulai bosan Karna tidak ada pemandangan yang menarik selain awan awan, Aqeel yang semulanya, fokus pada laptop di pangkuan langsung tersenyum menatap sang putra.
"Alend bosan " bukan jawaban yang Aqeel berikan tapi sebuah pertanyaan, yang di anggukkan kepala oleh sang putra.
"Tidurlah, susul mommy " perintah Aqeel, kebetulan sang istri sedang istirahat di ruangan khusus, tidak hanya Winda, grandma dan Kaka nya juga ikut serta hanya lelaki saja yang masih berada di posisi mereka, tentu saja dengan laptop di pangkuan mereka, liburan dadakan memang membuat para laki-laki menyelesaikan dengan cepat sebelum sampai, tapi mereka tidak menolak untuk liburan, kebahagiaan keluarga mereka adalah yang paling utama bagi mereka.
Aland langsung mengangguk dan pergi menuju ruangan khusus, Aqeel yang melihat itu langsung melanjutkan kembali pekerjaan nya.
Karya terbaru akan segera launching 🔥
__ADS_1
jangan lupa datang di selingkuhan 🙈