
Setelah izin berpamitan Meraka langsung kembali ke kamar mereka untuk istirahat, tapi tidak dengan dua bocah kecil yang merengek seakan mengerti jika mereka akan di tinggal sang Daddy tercinta.
"Hiks,,, Daddy ingin peyuk Daddy " rengek Fiona kecil, bahkan matanya sudah menahan kantuk yang melanda.
"Felix nak juga " sang Kaka tidak kalah cerewet dari sang kembaran, biasanya Felix sangat mudah tertidur tapi tidak untuk kali ini.
Padahal jam sudah menunduk pukul 23.30 menit, waktu yang singkat belum lagi sang istri yang kewalahan menghibur dang buah hati.
Bagaimana dia tidak tega melihat itu, dia juga tidak ingin berpisah dengan orang kesayangan nya, tapi dia sudah meminta waktu yang cukup lama biar orang kepercayaan yang handle di sana.
"Sayang, ini sudah larut ayo bobok " bujuk Aqeela.
"Tidak, mau Didi " teriak Fio kecil.
"Sayang ayo kita tidur bersama, biar sayang peluk " ucap Werren langsung masuk dalam selimut yang sama dan memeluk ketiga orang kesayangan nya.
Pelan-pelan mata sang buah hati mulai meredup saat merasakan hangatnya dakan pelukan sang Daddy.
"Sayang tidur lah " ucap Werren pelan, apa lagi Sekarang sudah pukul 23.50 WIB, sepuluh menit lagi dia tidak bisa melihat memeluk sang suami tercinta.
Cup
"Baby tidurlah jangan buat suamimu merasa bersalah " Aqeela langsung memeluk tubuh suaminya, merasakan hangatnya tubuh sang suami.
Cup ...
"Maaf membuat mu sedih " ucap Werren lagi.
"Sayang janji akan kembali setelah selesai " samar-samar terdengar suara pesawat yang mau tak mau Werren harus melepaskan pelukan sang istri.
"Tidurlah, sayang akan pergi sekarang " Werren langsung bangun dari duduknya tapi pakai tidurnya di tahan oleh seseorang, siapa lagi jika bukan istri cantiknya.
__ADS_1
"Ikut " rengek Aqeela, luruh sudah air mata nya, apa lagi terdengar pesawat yang sudah berputar di atas genteng mereka.
"Iya nanti, tidak sekarang jangan menangis nanti baby bangun, mau ikut ke lantai atap " dengan cepat Aqeela mengangguk, walau berat Karna di tinggal setidaknya bisa mengantar kepergian sang suami.
"Ayo " sebelum itu, Werren mencium kedua buah hatinya.
"Good night baby, tunggu Daddy kembali " setelah mengucapkan selamat tinggal mereka langsung keluar menuju lantai atap di mana pesawat yang sudah menjemput nya.
Selama di dalam lift, Aqeela tidak pernah melepaskan pelukannya mencium aroma khas tubuh suaminya yang menjadi candu untuk ya, dia akui akhir-akhir ini dia sangat posesif lada suaminya.
Pintu lift terbuka, Werren langsung berjalan menuju pintu yang akan membawa mereka ke atas atap, pintu nya tidak di kunci dan .
"Mommy " ucap mereka, ia Ara sudah duduk di sana entah sejak kapan dengan jaket yang terpasang rapi di tubuhnya untuk mengusir dingin nya malam masuk dalam tubuhnya.
"Sudah ingin pergi " tanya Ara, dan di anggukkan kepala oleh werren.
"Aqeela sini sama mommy sayang " dengan terpaksa Aqeela melepaskan pelukannya, dan langsung memeluk tubuh snag mommy sebagai gantinya.
"Mom memiliki sesuatu untuk mu " Ara menyerah sebuah koin perak pada Werren, Werren langsung menerima nya dan menyimpan di saku celananya.
"Tuan " teriak seseorang di pesawat jika sekarang sudah saat nya snag tuan berangkat.
"Mommy Werren titip Aqeela dan baby kembar " ucap Werren sedikit teriak biar sang mommy bisa mendengar apa yang dia katakan.
"Tentu saja mereka putri dan cucu mommy, pergilah dan pastikan pulang dengan kondisi Yang sama " Ara tak kalah berteriak.
"Sayang, aku pergi, cup " setelah itu Werren langsung berlari dan melihat sebenar ke arah wanitanya yang menangis.
"Ayo tuan sudah saatnya berangkat " teriak anak buah Werren, Werren langsung naik dan saat itu pintu pesawat tertutup dan langsung membawa terbang sang suami.
"Huaaaa,,,sayang aku mau ikut " teriak Aqeela histeris melihat kepergian snag suami.
__ADS_1
"Sayang ayo kita masuk ini dingin nak " Ara langsung melepas jaket nya dan langsung dia berikan pada sang putri sambil membantu Aqeela bangun dari duduk nya.
"Ayo nak, percaya pada mommy " orang tua mana yang tidak rapuh melihat anak mereka bersedih.
"Sayang ayo " Suara berat khas bangun tidur ikut membantu Aqeela untuk bangun.
"Mas " ucap Ara, entah sejak kapan snag suami sudah di sini.
"Ayo kita masuk " pelan-pelan pandangan Aqeela mulai gelap dan tiba-tiba dia ambruk di dekapan sang mommy.
Bughhhh ...
"Aqeela " pekik Ara, Devan langsung dengan sigap mengendong sang putri yang sudah pucat.
"Ayo dad " Meraka langsung membawa Aqeela masuk kembali di dalam mansion.
***
Sedangkan Werren melihat jelas istrinya yang terduduk lemas saat melihat pesawat yang membawa pergi, dia ingin memeluk tubuh istrinya tapi dia tidak bisa.
"Tuan, ini pakaian anda " mendengar asisten bicara Werren langsung menghapus air matanya dnegan cepat.
Detik terendah sisi Werren yang terkenal kejam, dingin adalah sang istri dan buah hatinya, maka dia akan dengan mudah menetaskan air mata.
"Bagaimana kondisi di sana " tanya Werren setelah menormalkan hati nya.
"Maaf tuan kondisi semakin tidak terkendali " jelas asisten nya, Werren langsung menghembuskan nafas dalam.
Menjadi orang terpandang dan berpengaruh di negara mereka membuat Werren harus kuat, dan sekarang dia paham kenapa snag Daddy mendidiknya keras Karna ini semua orang menginginkan nyawanya, biar bisa menggeser posisi mereka.
Rambut boleh hitam tapi hati tidak sama bersih, baiklah mereka yang memulai maka siap-siap perang di mulai.
__ADS_1
Izin nafas dulu ya, dan di lanjut part selanjutnya, sorry 🙏
happy reading 😊