TWINS BABY

TWINS BABY
Part 46


__ADS_3

Di salah satu mall yang ada di Jakarta, bocah kecil yang sudah bermain hampir 3 jam tapi masih belum juga selesai membuat pria paruh baya kewalahan, tak hanya dia sang bodyguard juga begitu kewalahan melihat kelincahan sang nona kecil, sibuk bermain tiba-tiba dia mendengar teriakan yang sangat dia kenali membuat dia menghentikan kegiatan bermain.


"Bestie " teriak seseorang, Naira yang di panggil langsung membalikan badan dan langsung berlari menyambut kedatangan sang bestie.


"Bestie " teriak Naira, dan mereka saling berpelukan satu sama lain, seakan mereka tidak bertemu sidah satu tahun, padahal mereka baru ketemu berapa jam yang lalu.


"Bestie sedang apa di sini " tanya Fiona, padahal tidak perlu di jawab juga sudah tahu, secara sang bestie berada di tempat bermain.


"Main dong bestie, kalau bestie sedang apa di sini? " tanya Naira pada sang bestie, dan saat itu seseorang yang membuat Naira kesal datang, siapa lagi jika bukan Felix yang dengan muka datarnya bersama bestie sang mommy.


"Sedang bawa adik oek Oek jalan-jalan, biar tidak stres." jawab Fiona membuat pria paruh baya yang datang bermasa dua bodyguard bingung, Anton langsung melihat di sekitar mereka, di mana keberanian adik Oek Oek yang di maksud bocah kecil tersebut?.


Tidak hanya Anton yang bingung, sang bestie juga bingung, di mana adik Oek Oek berada, apa sedang pergi ke toilet pikir Naira.


Sedangkan Felix yang melihat pertemuan bestie membuat dia jengah, apa tidak bisa satu hari saja dia tidak bertemu dengan bestie, bestie, dan bestie.


"Bestie dimana adik Oek Oek apa dalam paper bag itu. " tunjuk Naira pada paper bag yang ada di tangan bodyguard yang di bawa oleh Aqeela.


Tentu saja itu semua perintah Ara, Aqeela paling tidak suka di kawal dan membuat mereka menjadi pusat perhatian, tapi dia juga harus mengantisipasi keselamatan mereka, apa lagi Ara tidak bisa menemani Karna ada urusan mendadak.

__ADS_1


Anton yang mendengar pertanyaan dari sang cucu merasa tidak enak, bagaimana bisa dia bertanya begitu, Naira memang unik dan ajaib.


"Maaf kan cucu saya nona. " ucap Anton, akhirnya buka suara setelah sekian lama memperhatikan interaksi antara cucu dan sang bestie.


"Tidak apa tuan " jawab Aqeela, setelah itu mereka tidak saling bicara, Anton yang merasa wanita dua anak itu hanya cuek ikut diam, dan memaklumi mungkin dia sedang tidak mood ingin bicara pikir Anton.


Sedangkan Naira tanpa dosa dan malah menjulurkan lidah pada Felix yang tidak ada ekspresi, seakan mengejek jika Felix tidak memiliki bestie seperti mereka, Fiona yang melihat itu juga melakukan hal yang sama, mengejek sang kembaran memang satu spesies.


"Ayo mom kita pergi, biarkan saja mereka berdua. " ajak Felix yang tidak berniat meladeni dua wanita.


"Sayang ayo kita lanjutkan beli keperluan adik " ajak Aqeela, benar mereka datang ke mall ingin membeli keperluan baby dan Aqeela berusaha melupakan mimpi yang menganggu pikirannya, tapi putri nya malah berlari saat melihat sosok yang dia kenali dari kejauhan, membuat adegan belanja merek berhenti.


"Mau ikut " ucap Naira.


"Naira ayo kita pulang mommy pasti mencari mu " peringat Anton, Naira yang di larang sudah memanyunkan bibir dengan mata yang ingin berkaca-kaca, membuat Anton panik, jangan sampai membuat isi mall kabur mendengar teriakkan snag cucu yang menggelegar.


Aqeela yang melihat itu jadi kasian, dan mengambil inisiatif biar tidak membuat kekacauan.


"Jika di izinkan biarkan Naira ikut tuan, biar pulang kami antar " ucap Aqeela memberi solusi, mendengar itu Naira langsung menghapus air mata palsu dan memohon pada sang grandpa.

__ADS_1


"Grandpa boleh ya, Naira janji tidak nakal " mohon Naira membuat Anton menghembuskan nafas pasrah, dia tidak ingin membuat cucunya sedih dan dia akan berusaha membuat cucu bahagia. apapun itu Anton lakukan.


Aqeela yang melihat keraguan dan Anton merasa tidak enak langsung membuka suara.


"Putri saya pasti senang jika cucu anda ikut bersama kami tuan " ucap Aqeela meyakinkan keraguan Anton, terlihat dia sangat menyayangi sang cucu dan sangat berat melepaskan Naira pada orang asing seperti dirinya, Aqeela langsung memberi kode pada bodyguard dan mereka mengerti.


"Tuan ini kartu nama saya cucu anda pasti akan bersama kami. " sambil menyerahkan kartu nama dan langsung di terima oleh Anton, dan melihat nama dan tunggu.


"BENATA " ucap Anton, membuat Aqeela mengangguk, tentu saja kartu nama bodyguard mereka masing-masing memiliki tanda mengenal jika mereka pekerja BENATA.


"Grandpa minta kartu " ucap Naira sambil mengulurkan tangan pada Anton yang langsung merogoh saku celananya, mengeluarkan satu kartu secara asal yang dia susun rapi di dompet miliknya, dan berjongkok.


"Ingat jangan nakal, hubungi grandpa jika sudah selesai " peringat Anton setelah memberikan kartu kredit pada sang cucu, yang langsung di terima oleh Naira dan dia simpan di dalam tas selempang kecil yang dia gendong.


"Terima kasih grandpa " jawab Naira .


Anton memutuskan untuk pulang, dan berniat untuk memerintahkan sang bodyguard untuk menjaga Naira tapi di tolak secara halus oleh Aqeela, dia tidak ingin semakin menonjol memiliki banyak bodyguard membuat Anton lagi dan lagi harus pasrah membiarkan sang cucu pergi dengan bestie tanpa pengawal.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya

__ADS_1


__ADS_2