TWINS BABY

TWINS BABY
Part 53


__ADS_3

Sedangkan seorang pria yang duduk di kursi kebesaran menghadap ke arah luar, memperhatikan gedung tinggi lain dari kejauhan. Larut dalam lamunan tiba-tiba ponsel genggam miliknya.


setelah mengetahui siapa yang menghubungi, tanpa pikir panjang dia langsung mendetail tombol bewarna hijau.


Drrrrrr Drrrrr


"Hello, " jawabnya pada seseorang di sebrang sana. Tapi sampai 10 detik perkiraan seseorang di sebrang sana, membuat dia geram.


"Sial, kau membuang waktu ku. " geram nya, tanpa menunggu jawaban di sebrang sana dia langsung memutuskan sambungan telpon secara sepihak.


***


Sedangkan Werren di sebrang sana hanya bisa bengong saat melihat respon sahabat di sebrang sana, dan bukan takut Werren malah tersenyum lebar setelahnya, baiklah kita lihat siapa yang akan menghubungi nanti, setelah dia mengirim pesan pada sahabatnya nya.


Dan benar saja lebih cepat dari perkiraan, ponsel Werren kembali bergetar dengan id hang sama, Werren sengahja tidak langsung menjawab, biarkan saja pikir Werren. Tepat panggilan ke tiga, Werren baru menjawab.


"Cepat jelaskan di mana kau menemukan bocah kecil itu? " belum juga Werren menyapa sahabatnya, dia sudah tanya dengan nada yang tidak sabaran.

__ADS_1


Bukan Werren namanya, jika langsung memberi tahu, dia akan lebih senang membuat sahabatnya mengumpat, atau berkata kasar terlebih dahulu.


"Apa kabar ku kawan? " tanya Werren.


"Kurang ajar, cepat katakan atau aku akan membunuhmu. " ancam nya.


"Santai kawan sebelum itu kau harus menanda tangani surat kerja sama kita, bagaimana? " memanfaatkan sesuatu sepertinya menyenangkan, apa lagi sahabat kejam satu ini selalu menolak profesional yang dia ajukan ingin kerja sama, jadi demi perusahaan baru dengan bisnis berbeda yang sejalan dengan sahabat kejam, Werren harus kerja sama demi keuntungan yang besar.


"Akan aku tanda tangani s**** ." umpat nya.


"Aku tunggu. " tanpa menunggu jawaban orang di sebrang sana, kini giliran Werren yang memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Ting ...


Sebuah email masuk, yang mengatakan jika perusahaan yang dia tunggu menanda tangani profesional yang mereka ajukan.


Sesuai dengan ucapan, Werren langsung mengirim alamat keberadaan mereka, dan bisa di pastikan seseorang di sebrang sana langsung terbang ke Indonesia.

__ADS_1


***


Wanita cantik yang sudah hampir 1 jam berguling-guling ke sana kemari, tidak bisa memejamkan mata, entah kenapa dia selalu memikirkan pertemuan dengan pria asing, cara dia menatap seakan mengatakan jika hidupnya berakhir. Come on, Naura dia hanya orang asing, batin Naura. Tapi lagi dan lagi semakin dia ingin mengusir jauh pemikir yang aneh, semakin berdatangan pertanyaan demi pertanyaan di kepala seperti?.


"Siapa dia? "


"Kenapa dia menatap ku seperti itu? "


"Apa dia mengenal ku? "


Dan masih banyak lagi pertanyaan demi pertanyaan yang berputar di kepala nya.


"Mommy " teriak Naira dan langsung naik di atas kasur.


"Ada apa sayang? " bukan menjawab, Naira malah menunjukkan ponselnya dengan tawa yang tiada henti, memperlihatkan sang bestie yang ber make up seperti kucing.


Naura bahkan ikut tersenyum melihat kelakuan Fiona, tidak hanya itu dia melihat seorang pria yang di make up dengan warna biru, pink membuat Naura tersenyum, melupakan pikiran yang berputar di otak.

__ADS_1


Next part selanjutnya KK, semua akan terjawab kan, mohon bersabar jangan gantung otor di daun bawang 🥵


__ADS_2