TWINS BABY

TWINS BABY
Part 40


__ADS_3

Di mansion utama Ryan khususnya, seorang bocah kecil yang sudah siap dengan seragam sekolah, ia hari ini mereka akan memulai masuk sekolah setelah di daftarkan.


Felix sedang menunggu seseorang di sebrang sana untuk menjawab panggilan dari dirinya, saat mommy dan kembaran sedang mandi.


"Emmmm hello " terdengar suara khas bangun tidur di sebrang sana, jelas saja sang Daddy masih tidur perbedaan waktu antara Jakarta dan Eropa sekitar 5 jam, jadi saat dia menelpon pukul 6 pagi, di Eropa mungkin sekitar jam 1 dini hari.


"Maaf jika Felix menganggu, tapi apa yang Daddy lakukan di sana " tanya Felix to the point, membuat Werren di sebrang sana yang baru saja tidur beberapa jam yang lalu setelah menyelesaikan segala pekerjaan yang tertunda karna tua bangka yang tidak ingat umur itu, langsung mengambil posisi duduk saat mendengar pertanyaan ambigu dari putra di sebrang sana.


"Apa yang terjadi di sana, mom baik-baik saja? " bukan jawaban yang Werren berikan tapi sebuah pertanyaan kembali pada sang putra.


"Felix tidak tahu, jika Daddy berani bermacam-macam maka Felix yang akan menembak kepala daddy. " Werren meringis saat mendengar ancaman yang di berikan untuk nya, belum juga Werren menjawab dia sudah mendengar suara wanita kesayangan dari kejauhan.


"Sayang sedang apa kau nak, ayo kita sarapan. " beritahu Aqeela sambil mengikat rambut sang putri, yang tidak bisa diam karna asik memasukan sesuai dalam tas kecil nya.


"Sayang kenapa bawa mainan? " tanya Aqeela saat Fiona memasuki Barbie di dalam tas kecil.


"Tidak ada my " jawab Fiona mengelak, Aqeela langsung menghembuskan nafas kasar, bagaimana bisa sang putri berbohong saat dia jelas melihat sang putri memasuki Barbie.


"Jangan pernah berbohong pada mommy ataupun pada orang lain itu tidak baik, apa Fiona mau mom dan dad masuk neraka? jika Fiona mau silahkan berbohong sepuas nya " Fiona langsung menunduk dan mengeluarkan kembali Barbie yang tadi dia masukkan.


"Maaf my " jawab Fiona, Aqeela langsung mengusap pipi lembut putri, dia tidak marah hanya saja dia mengajarkan untuk tidak berbohong.


"Jangan bersedih mom tidak marah, hanya mengingatkan apapun yang Fio lakukan jika Fiona belum dewasa, maka mom dan dad yang menanggung semuanya, mom dan dad sudah banyak dosa, tapi mom yakin putra putri mommy bisa membantu mom and dad masuk surga " ucap Aqeela.


"Baiklah, dad siap di tembak jika melakukan kesalahan, tolong jaga mom dan adikmu untuk Daddy " jawab Werren, setelah itu panggilan berakhir.


Dan Felix langsung kembali masuk kamar setelah sambutan telpon berakhir, Karna sebelum itu dia berada di balkon, semua gerak-gerik sang putra tidak lepas dari pandangan Aqeela.

__ADS_1


"Kenapa nelpon Daddy? " tanya Aqeela, membuat Felix yang sudah ingin mengendong tas ranselnya, langsung terhenti dan langsung mendekati sang mommy.


Jelas Aqeela tahu, jika suaminya sedang istirahat tapi kenapa putrinya nelpon, bagaimana dia bisa tahu, Karna Felix jarang menghubungi siapa pun, kecuali sang putri.


"Memberi peringatan biar Daddy tidak membuat mom menangi. " jawab Felix membuat Aqeela mengerutkan kening bingung, maksudnya ?.


Sedangkan Fiona yang di sana, hanya diam untuk mendengar pembicaraan Mom and kembarnya, tapi dia tidak paham, nanti akan dia pikirkan sekarang yang jelas dia ingin sekolah bertemu teman baru dan bermain bersama.


"Mom tidak pernah mengajarkan putra mommy berkata kasar pada orang yang lebih tua, apa lagi dia Daddy, dan tentang menangis mom bermimpi dan ini juga hormon ibu hamil yang suka berubah-rubah " jelas Aqeela.


"Maaf mom " jawab Felix sambil menunduk takut.


"Minta maaf pada Daddy, bukan mommy. " yang langsung di anggukkan kepala oleh Felix.


***


"Ayo " ajak Aqeela saat sang putri tak kunjung turun, dan malah duduk dengan tenang di sana.


"Adik ayo " kini giliran dua A yang mengajak, yang kebetulan baru juga sampai menggunakan mobil lain, dan mengajak sang adik untuk masuk bersama.


"Tidak, mommy ayo kita pulang " ajak Fiona membuat Aqeela pening, kemarin minta sekolah, sekarang malah ingin pulang, Fiona jangan menguji kesabaran bumil satu ini ini, dia bisa memakan orang kalau ngamuk.


Ternyata drama di ruang makan tidak cukup sekarang akan ada drama lagi, ayolah Fiona nanti saja dramanya, kapan? tunggu sudah besar dan jadilah artist terkenal tunjukkan bakat mu, maka mommy akan mendukung apapun asal kau melakukan yang terbaik.


"Baiklah, ayo kita pulang ke Eropa " ajak Aqeela membuat Fiona langsung turun, ih mommy menyebalkan sekali seharusnya dia di bujuk, beri iming-iming yang menggiurkan, tapi mommy tidak malah mengancam balik.


Sedangkan Aqeela yang melihat itu langsung tersenyum, Meraka langsung masuk bersama dan berpisah saat sudah berada di area kelas, sedangkan Aqeela dan dua F menuju ruang kepala sekolah.

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Masuk " terdengar intruksi dari pemilik ruangan, Aqeela langsung membuka ruang dan masuk di ikuti oleh dua F yang masuk dengan muka datarnya.


"Silahkan nyonya " sambut kepala sekolah, Aqeela langsung tersenyum tulus, benar dia meminta untuk di rahasia identitas kedua buah hatinya, dan kebetulan Aqeela menimba ilmu di luar negeri dan tinggal di Jerman membuat orang tidak menyadari jika dia keturunan Ryan ataupun BENATA.


"Maaf jika saya mengganggu pak, saya wali dari murid baru, maaf jika saya baru datang " ucap Aqeela membuat pria paruh baya yang duduk di sofa tunggu mengangguk dan memaklumi.


"Tidak apa-apa nyonya, saya mengerti anda mungkin sibuk, saya akan memberitahu wali kelas pertama biar beliau datang menjemput " beritahu Dimas, kepala sekolah yang Aqeela tahu dari name tag di seragamnya.


"Tidak perlu pak, katakan saja di mana kelas nya, biar saya yang ke sana , sekalian saya ingin melihat bagaimana putra-putri saya " jawab Aqeela yang di anggukkan kepala.


Setelah selesai, Aqeela dan dua F pamit undur diri, dan langsung menuju kelas yang sudah di beritahu sebelumnya, dan benar saja seorang guru wanita sudah menunggu di dapan kelas mungkin sudah di beritahu oleh kepala sekolah sebelumnya.


"Selamat pagi Bu, saya Aqeela orang tua dari Fiona dan Felix, Salim sayang " ucap Aqeela, langsung di lakukan oleh dua F.


"Pagi nyonya, saya Nana wali kelas pertama, cantik dan tampan " puji Nana wali kelas pertama.


Sedangkan suasana kelas menjadi sunyi saat melihat kedatangan mereka, apa lagi melihat dua bocah kecil yang menggemaskan.


"Sekarang sudah saatnya kelas di mulai, ayo kita masuk perkenalkan dirimu sayang " ajak Nana.


Bukan nya masuk, Fiona langsung menyembunyikan tubuh di belakang mommy, entah apa lagi drama yang terjadi, dalam satu hari ini memang penuh drama.


"Kenapa sayang? "


Di ingatkan kembali, bagi yang ikut giveaway sederhana dari otor, jangan lupa di tag akun sosial media otor dan mohon untuk dm terlebih dahulu biar di follback 👍

__ADS_1


__ADS_2