
Akhirnya "
"Aqeela " panggil Naura yang kebetulan baru saja sampai, Aqeela yang tadinya sudah berjalan ingin masuk langsung menghentikan langkahnya menunggu sahabat, untuk masuk bersama.
Arnold yang melihat itu langsung keluar dari dalam mobil, ingin menemui wanitanya. Wanita yang sudah beberapa tahun lalu tidak bisa dia lacak keberadaan ternyata di sini, dia tampil dengan cantik.
"Tunggu, " mereka langsung berbalik saat mendengar seseorang yang menghentikan langkah mereka.
Deg!
Refleks Naura mundur satu langkah kebelakang, Arnold memperhatikan wajah wanita, cantik seperti pertama kali dia bertemu, hanya saja mata cantiknya sudah berkaca-kaca, tolong jangan menangis, batin Arnold.
Aqeela yang melihat itu langsung tersenyum pada pria yang berada di hadapan, dan melihat Naura yang diam mematung dengan ekspresi wajah sulit di jelaskan, benci, sedih, kecewa, Aqeela tidak bisa menebak.
Belum juga mereka bicara, terdengar panggil bocah kecil yang berlari dengan semangat menghampiri mereka, membuat Naura panik.
"Mommy " teriak dua bocah yang berlari sambil berpegangan, sedangkan Felix seperti biasa berjalan dengan santai mengikuti dua wanita barbar, yang selalu menguji iman.
Sabar, Felix sampai sekarang kau juga masih tidak memiliki bestie seperti mereka yang ke toilet juga bersama.
"Sayang " Naura langsung menyembunyikan wajah Naira biar tidak terlihat oleh siapa pun, membuat bocah kecil yang di sembunyikan kesal.
__ADS_1
"Mommy " protes Naira kecil.
Sedangkan Fiona memandang wajah pria tampan di hadapannya, dan sekali kali dia memandang wajah sang bestie yang di sembunyikan oleh mommy, sambil memikirkan sesuatu sebelum berkata. Tentu saja dia harus berpikir, setidaknya ucapan yang keluar dari mulut nanti tidak menyinggung atau menyakiti perasaan yang mendengar.
"Uncle kembar, kenapa sama tapi? " tanya Fiona sambil melihat wajah pria o di hadapannya dan sekali-kali melihat wajah bestie yang di sembunyikan, tapi bukan Naira namanya jika tidak memberontak, dan berhasil dia bisa memperlihatkan wajahnya pada pria asing di hadapannya.
Sedangkan Arnold yang melihat jelas wajah asli Naira, langsung berjongkok menyamakan tinggi tubuh pada dua bocah kecil di hadapannya.
"Jangan sentuh putriku. " peringat Naura saat Arnold ingin menyentuh bocah kecil menggemaskan di hadapannya.
"Bestie minjam kaca " pinta Naira, Fiona langsung membongkar isi tas ajaib dan mengeluarkan kaca kecil yang dia bawa.
"Oom nyontek " ucap Naira saat sudah mencerminkan wajah mereka padahal hanya mata mereka saja yang terlihat.
"Ih bestie bukan nyontek tapi kembar sepelti Fio dan akak. " ujar Fio, menyontek itu khusus untuk ujian pikir Fio masa wajah sama di bilang nyontek, ada-ada saja bestie ini.
"Naira sini. " Naura langsung menarik tangan putri untuk menjauh dari pria tersebut. Pria yang tidak pernah dia harapkan kedatangan, sakit biar bagaimanapun banyak yang mengatakan dia wanita tidak benar Karna hamil sebelum menikah.
Arnold mengerti bagaimana perasaan wanitanya, Arnold masih diam apa lagi mereka sedang berada di tempat umum, dia tidak ingin memperkeruh keadaan.
"Siapa dia ? "
__ADS_1
"Apa itu suaminya? "
"Tampan sekali, jelas saja dia suaminya mereka mirip. "
Dan masih banyak lagi pertanyaan para orang tua yang menjemput putra putri mereka saat melihat adegan pertemuan keluarga.
"Mari kita bicara baik-baik " ajak Arnold kemudian, dia berusaha terlihat tenang padahal ingin sekali mencium, mengendong putri kecil yang sangat mirip dengan wajahnya, hanya saja versi wanita.
Aqeela yang dari tadi diam menyaksikan semua ini, akhirnya buka suara bagaimana pun ini masalah pribadi, tidak baik mereka membicarakan di tempat umum.
"Lebih baik selesaikan di tempat tertutup, di mansion mungkin, " saran Aqeela, apa lagi banyak pasang mata yang menatap mereka.
"Ayo, kita cari tempat aman " ucap Arnold akhirnya, terlihat keraguan di wajah Naura tapi sampai kapan dia menyembunyikan diri seperti ini.
"Aku tidak mau " tolak Naura membuat Arnold menghembuskan nafas pasrah. seakan paham dengan perasaan Arnold lagi dan lagi Aqeela buka suara. Walaupun Aqeela tidak terlalu mengenal jelas Arnold tapi mereka pernah bertemu di sebuah acara saat Aqeela hamil dua F.
"Naura, Aqeela sambil memegang tangan Naura sebelum melanjutkan ucapan, aku mengerti bagaimana perasaan mu tapi tidak salah bukan, jika kau mendengar penjelasan darinya, kau berhak bahagia Naura, selesaikan masalah mu, biar Naira bersama kami. " ucap Aqeela.
Naura langsung melihat sang putri, yang mengangguk biar lah dia berpisah dengan kembaran kali ini, biarkan orang dewasa menyelesaikan masalah mereka. Dan dia akan bermain dengan bestie.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya
__ADS_1