TWINS BABY

TWINS BABY
Part 37


__ADS_3

"Besok kita daftar " jawab Werren.


"No no no " tolak Fiona, membuat semua orang saling pandang, entah apa lagi yang dia inginkan, jangan bilang Fio ingin sekolah di Jerman, oh no, Aqeela tidak mengizinkan itu.


Dia tidak bisa jauh dari putri unik melebihi unik seperti Fiona, jadi dia akan melakukan Apun demi sang putri.


"Lalu apa yang kau inginkan sayang? " tanya Dinda, membuat Fiona kecil langsung turun dari pangkuan sang Daddy, dan membisikkan sesuatu pada sang Oma.


Setelah selesai Fiona langsung kembali duduk di dekat kedua orang tuanya, sedangkan Dinda setelah mengetahui keinginan sang iyut, langsung menatap cucu, terlihat mereka sangat penasaran padanya nya.


"Bunda apa yang Fio inginkan " tanya Ara penasaran.


Sedangkan Fiona langsung menyembunyikan wajahnya takut, jika keinginan tidak di setujui dia akan membuat drama Korea, lah kok jadi Korea ya, CK.


"Dia ingin bersama dua A " beritahu dinda membuat Aqeela dan Werren saling pandang.


Secara mereka sudah sepakat ingin tinggal di Eropa tapi lihatlah sang putri dia seakan enggan untuk tinggal di tanah air sang Daddy, dan malah ingin tinggal di tanah kelahiran, jadi bagaimana dengan mereka, ah mereka jadi pening sekarang.


"Sekolah sini tidak mau " tanya Werren, berharap sang putri berubah pikiran, tapi tanpa berpikir panjang Fio langsung menggeleng kepala, membuat Werren menghembuskan nafas pasrah.


Kamar, mainan yang sudah di sediakan khusus untuk sang buah hati ternyata tidak membuat putri betah tinggal di Eropa, tapi dia ingin dekat dengan kedua kakaknya, lagi dan lagi Werren harus menerima kenyataan jika akan berpisah dengan istri dan buah hatinya.


"Dad " panggil Felix membuat Werren menghentikan acara lamunan.


"Iya sayang, Felix ingin sekolah di sini " tanya Werren, berharap sang putra tidak ikut sekali tapi lagi dan lagi harus menelan pahit.


"Kami kan kembal tidak boleh belpisah dad " jawab Fio memotong ucapan sang kembaran yang akan menjawab pertanyaan sang Daddy.

__ADS_1


Felix langsung menatap datar kembaran nya, sedangkan yang di tatap malah cengar-cengir tanpa dosa.


"Felix di sama saja okay, tapi benar kami kembar tidak boleh berpisah jika bersama adik setidaknya Felix bisa menjaga dan melindungi adik " jawab Felix bijak membuat Werren bangga sekaligus terharu, baiklah memang sepertinya dia yang mengalah sekarang, tidak apa.


Sedangkan Dinda dan Ara yang menyaksikan keluarga kecil sang putri bahagia, kasih sayang membuat mereka percaya jika mereka akan melindungi satu sana lain.


"Baiklah, tapi janji jangan nakal, dad akan berkunjung satu bulan sekali ke sana " jawab Werren bijak dan langsung menatap mertua, Ara yang di tatap langsung mengangguk seakan mengatakan mereka aman bersamanya.


***


Sesuai dengan kesepakatan mereka bersamaan jika dua F sekolah di negara tanah air sang mommy, padahal mereka baru saja tinggal di Eropa dan bisa jasa mereka sekolah di Eropa Melihat betapa kuasa dan berpengaruh sang Daddy di negara tersebut, tapi dua F tetap nyaman di negara tanah air sang mommy.


Lagi dan lagi Werren yang harus mengalah, dan akan berpisah dengan istri dan anak nya yang akan berangkat ke tanah air sang istri.


Dan hari ini mereka akan bersiap-siap untuk berangkat, semua itu tentu Karna sang putri yang sudah tidak sabar ingin sekolah, dia pikir sekolah tinggal datang ke sekolah langsung ikut belajar, anda salah besar nona kecil, kau belum terdaftar dan para orang tua harus mendaftar dan menyiapkan segala keperluan data lain nya.


"Hati-hati sayang " pesan Werren saat istri dan dua buah hatinya akan pergi meninggalkan.


Aqeela tentu juga harus ikut biar bagaimanapun dia tidak bisa membiarkan mommy dan yang lain kerepotan Karna Fiona pasti akan melakukan hal di luar nalar manusia.


"Sayang juga hati-hati, maaf pergi lagi " jawab Aqeela, padahal sudah sepakat untuk tinggal di Eropa tapi lagi dan lagi mereka harus gagal, ah tidak, bukan gagal tapi waktunya belum tepat sekarang.


"Mommy ayo, Fio mau cekulah " teriak Fiona yang sudah naik di atas burung besi, membuat sepasang suami istri yang sedang masa perpisahan harus berakhir saat buah hati tidak sabar.


"Baiklah sayang pergi" pamit Aqeela menyudahi pelukannya, tapi sebelum itu Werren langsung berjongkok menyamai tinggi tubuhnya biar sejajar pada perut sang istri.


"Hi sayang Daddy, jaga mommy di sana, jangan buat mommy lelah dan merepotkan mommy, jika menginginkan sesuatu katakan pada Daddy akan datang ke sana " pesan Werren pada kecebong yang bersemayam di rahim sang istri.

__ADS_1


"Iya Daddy, dedek rindu mau di jenguk " jawab Aqeela membuat Werren kelimpungan sendiri, belum berpisah dia sudah sangat rindu sekarang.


Sedangkan Aqeela yang sudah menyelesaikan ucapannya tanpa merasa jika membuat suaminya panas dingin, baiklah dia akan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda dan akan segera menyusul istrinya nanti, dia akan sering berkunjung nanti.


"Tunggu Daddy di sana "jawab Werren langsung bangun dari duduknya, saat salah satu bodyguard mengatakan jika sudah saatnya berangkat.


Dengan berat hati Werren menyudahi acara perpisahan, dan langsung mengantar istri untuk naik dalam pesawat dan sebelum itu dia langsung menghampiri putra yang duduk diam berbeda dengan Fio yang luar biasa aktif.


"Son, jaga mommy dan adikmu di sana, dad berharap pada mu " ucap Werren dan tidak lupa dia mencium pipi putranya, sebagai perpisahan mereka.


"Baik dad, Daddy jaga diri dan datanglah jika tidka sibuk " jawab Felix, walau usianya masih kecil tapi pemikiran Felix Sangat dewasa berbeda dengan sang putri yang masih pada usia.


Werren tersenyum mengusap surai lebih milik putranya, dan mengangguk tentu saja dia akan datang dan menjaga diri jika tidak, posisinya akan di geser.


"Daddy nanti Daddy temui Fio di mansion glandma kan " tanya Fio, dan Tantu saja di anggukkan kepala oleh Werren.


"Bawa mainan yang banyak " pesan Fiona membuat mereka geleng-geleng, sekarang saja banyak membawa mainan, ini mau sekolah atau main?.


Dan setelah menjawab ucapan putrinya, Werren langsung berpamitan pada anggota keluarga lain, setelah itu burung besi langsung mulai terbang tinggi membawa separuh nyawanya pergi.


"Tunggu Daddy sayang " gumam Werren melihat pesawat yang membawa buah hatinya pergi terbang tinggi, dan saat itu seseorang datang.


"Tuan, perusahaan x membatalkan kerja sama secara sepihak " Werren yang mendengar itu langsung menatap seseorang di sampingnya dengan tajam, kerja sama yang sudah di sepakati tapi dengan seenak jidat membatalkan semua nya, yang benar saja di sana saham yang akan dia tidak sedikit bahkan ratusan dollar.


"Di mana mereka "


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain

__ADS_1


__ADS_2