TWINS BABY

TWINS BABY
Part 13


__ADS_3

"Apa yang terjadi sebenarnya? " ingin sekali Aqeela bertanya pada sang suami, tapi semua itu hanya mimpi menghubungi suaminya saja dia tidak bisa.


"Fio sayang, ayo nak ingat mereka hanya semut kecil jadi grandma mohon ayo kembali seperti Fio kecil yang menggemaskan " Ara terus memancing sang cucu untuk berbicara, jangan di tanya sang putri yang sudah kacau melihat Fio kecil tidak menunjukkan tanda-tanda.


Fio kecil sangat shock mendapat serangan mendadak seperti ini, jangan kan Fio yang masih kecil mereka juga sangat shock tidak menyangka jika seseorang berani mengusik mansion mereka.


"Melaka jahat glandma" akhirnya Fio membuka suara, Ara yang mendengar aduan sang cucu tersenyum.


"Bukan kah Fio pernah bilang jika ingin seperti grandma, grandpa, mommy dan Daddy " yang di anggukkan kepala oleh snag cucu.


"Ini saat nya Fio membuktikan pada kami, jika Fio pantas duduk di kursi Queen " ucap Ara.


"Kulsi nya besal glandma, Fio cucah naik " adu Fio lagi.


"Itu sebabnya Fio harus makan sayur biar cepat besar " akhirnya Aqeela membuka suara.


"Sayul nya tidak enak, Fio tidak suka " Rajuk Fio.


"Dan kau akan terus pendek dengan perut buncit mu, ih jelek sekali " Felix ikut menimpali membuat sang kembaran kesal bukan main.

__ADS_1


Sedangkan Ara yang melihat kondisi cucu normal langsung diam-diam keluarga, dengan Devan yang terus mengikuti sang istri.


"Dad sudah menelan orang markas untuk melacak mereka " beritahu Devan.


"God " bangga Ara langsung menuju lantai atas, dengan teropong yang dia gunakan untuk melihat Sampah tidak berguna.


"Bersih " ucap Ara, saat tidak menemukan apapun di sana.


"Mereka sudah di markas " lagi dan lagi Devan memberi tahu keberadaan orang yang berani mengusik ketenangan keluarga mereka.


"Ayo kita ke sana " ajak Ara, baiklah bermain dengan darah segar tidak buruk, dia sudah lama tidak melihat darah segar.


"Sayang kenapa keluar " tanya Ara.


"Glandma pelgi, Fio tidak suka " sahut Fiona dan datang Aqeela dan Felix.


"My, boleh kami ikut Aqeela tidak yakin bisa mengendalikan Fio " adu Aqeela Bahkan wajahnya sudah pucat , membuat Ara khawatir .


"Kau sakit sayang " panik Ara.

__ADS_1


"Kita panggil dokter " saran Devan yang di gelengan kepala oleh Aqeela.


"Baiklah lebih baik kita ke markas " ajak Ara, hanya di sana tempat aman dan sekalian juga untuk membuat buat pelajar pada orang tersebut.


Dan selama di perjalanan Devan menyetir sedikit tinggi dari biasanya, apa lagi melihat Aqeela yang terlelap dengan posisi duduk dan itu pasti tidak nyaman.


"Felix sayang tolong bantu mommy untuk berbaring nak " suruh Ara, dan langsung di jalankan oleh sang cucu, dan setelah bangku penumpang sudah di tempati oleh mommy nya.


"Sini sama grandpa " ucap Devan sambil menyetir.


Sedangkan Fio memang memang sejak awal duduk di depan bersama sang grandma.


"Akak jangan injak glandpa " protes Fio, lah bagaimana caranya biar tidak injak paha sang grandpa dah, kan dia duduk dibelakang sebelumnya.


"Sudahlah kau diam saja " dasar putra Daddy ya begitu, dingin datar dan kejam iya, kata katanya kejam menusuk jiwa.


"Glandma " adu fio tidak terima, dan bertepatan dengan mereka yang sudah sampai markas.


Dan tanpa menunggu lama, Ara langsung keluar dari mobil dan Devan dengan sigap mengendong putrinya untuk istirahat di kamar khusus.

__ADS_1


next part selanjutnya KK entah apa yang Queen Ara lakukan kali ini


__ADS_2