TWINS BABY

TWINS BABY
Part 12


__ADS_3

Dua Minggu kemudian.


Setelah kejadian drama yang mencicipi somay aneh, kini Ara duduk di taman belakang dengan laptop di hadapannya, tak pula cake dan segelas coklat panas yang terhidang di sana.


"Glandma" teriak bocah kecil dengan nyaringnya.


"Grandma di belakang sayang " teriak Ara memberi tahu keberadaan nya, dan benar saja sang cucu langsung berlari dengan lincah menghampiri sang grandma.


"Toyong " mohon Fio saat tidak bisa duduk di kursi, Karena tumbuhnya masih pendek jadi kesulitan untuk naik di atas kursi.


"Ya ampun cucu grandma sangat lucu " gemas Ara sambil membantu snag cucu untuk duduk di samping nya .


"Di mana mommy " tanya nya.


"Mommy eemm,,, Fio kecil berpikir sejenak, mommy pup cakit peyut " beri tahu Fio.


"Ha sakit perut, ayo kita temui mommy " ajak Ara tapi saat dia ingin mengendong sang cucu tiba-tiba dia langsung menunduk dengan sang cucu di pelukan nya.


Door


"Huaaaaa,,,,ada monslar " teriak Fiona ketakutan.


"Baby girl tenang lah, ada grandma bersama mu " ucap Ara menenangkan, Fio kecil langsung tenang dan mengeratkan pelukannya.


"Musnahkan mereka " ucap Ara pada orang di sebrang sana, dan baru saja Ara memutuskan sambungan telpon sudah terdengar tembakan beruntun.


Door


Door


Door


Saat itu Ara langsung merangkak membawa sang cucu masuk kembali dan tak lupa dia membawa Laptop sekali.


"Pegang yang erat girl " ucap Ara dan langsung masuk dan saat itu dia langsung menutup pintu kaca itu melalui tombol kecil.

__ADS_1


"My " panik Aqeela sambil memegang perut yang merasa kram.


"Sayang " Aqeela langsung membawa sang putri ke dalam pelukannya tapi tunggu tak ada respon yang di tunjukkan oleh sang putri.


"My Fiona my " panik Aqeela Bahkan dia sampai menetaskan air mata dengan respon yang di tunjukkan sang putri, Ara langsung mengambil alih cucu nya membawa dalam pelukannya.


"Hi girl, are you okay, jika kau mendengar grandma kedipkan mata mu " intruksi Ara dan benar saja sang Fio langsung mengedipkan mata.


"Good girl. " Bangga Ara, dalam situasi seperti sekarang Ara seperti melihat dia di masa kecil yang di selamatkan oleh sang grandma tercinta.


"Grandma lihatlah cucu Ara, dia sama seperti Ara yang lemah tapi harus memaksa untuk kuat " lanjut Ara membatin. Dia sedih saat kejadian masa kecilnya akan terulang kembali di kehidupan sang cucu, permainan apa yang ingin tuhan berikan pada keluarga mereka ? perlukah dia menyalahkan Tuhan, big no, ini hanya ujian kecil untuk keluarga mereka, tuhan hanya ingin melihat bagaimana mereka menerima dan sabar menghadapi semua yang terjadi.


"Bawa putri mu di ruang tanah " perintah Ara dan langsung di anggukkan kepala oleh Aqeela, dan saat itu Aqeela langsung membawa alih mengendong sang putri.


Dan untung saja sang putra sedang di ruang bawah tanah, sudah di duga jika ini akan terjadi oleh Ara dan dia harus membuat cucu lebih kuat, dan mulai melatih menggunakan anak panah dan lain nya.


Dan setelah kepergian putri dan cucunya Ara langsung menutup wajahnya dan saat itu dia langsung ikut peperangan tersebut.


***


"Damn it " umpat Devan langsung melakukan mobilnya menuju mansion, selama di perjalanan dia langsung menghubungi putra nya.


"Hello son, kau di mana " tanya nya buru-buru.


"Di kantor dad " jawab Aqeel di sebrang sana.


"Istri mu " tanya Devan lagi.


"Di restoran, ada apa dad " tanya Aqeel penasaran, secara sang Daddy bicara dengan nada yang terburu-buru dan pasti sudah terjadi sesuatu tebak nya.


"Cepat kau ke sana dan jika ada orang yang mencurigai kau langsung bertindak, okay son dad sudah sampai, dad tutup telepon nya " setelah menyelesaikan ucapannya Devan langsung keluar dari mobil dan mengendap biar tak di temukan oleh musuh dan untung saja dia selalu siap senjata kemana pun dia pergi.


"Cih,,,aku datang terlambat ternyata " kesal Devan secara dia melihat banyak orang yang tersungkur tak sadarkan diri.


sudah bisa di pastikan semua ini dilakukan oleh sang istri, tapi tunggu dia melihat sesuatu dari kejauhan yang mencurigai.

__ADS_1


pelan-pelan Devan mendekat untuk melumpuhkan lawan yang ingin melukai orang kesayangan siapa lagi jika bukan keluarganya.


Door


dengan tepat dan itu melawan lumpuh tak sadarkan diri karena depan menembak tepat di bagian jantung menyebabkan mereka mati tanpa harus cedera, berbeda jika Ara yang menembak maka mereka akan merasakan cidera dan akan merasakan pembukaan atau sambutan dari queen Ara.


setelah merasa semua aman tidak ada lagi lawan atau musuh devan keluar dari persembunyian dan langsung masuk dalam mention untuk memastikan anggota keluarga aman.


"Tuan " sambut maid, bahkan wajah nya sudah pucat ketakutan, dan Devan menyimpulkan jika sebelum dirinya sampai pertarungan sangat sengit.


"Di mana nyonya" tanya Devan saat melihat mansion yang sepi.


"Di ruang bawah tanah " tanpa berkata sepatah kata pun Devan langsung menuju ke ruang bawah tanah untuk menemui istrinya.


***


sedangkan Ara yang baru sampai di bawah tanah langsung mengambil alih sang cucu yang shock yang terjadi menimpa mereka yang ini membuat Aqeela sedih.


"My "Panik Aqeela.


"Hi girl " ucap Ara sambil menggoyangkan tubuh sang cucu yang hanya menatap kosong dirinya.


Dan saat pintu terbuka muncul Devan dengan wajah paniknya, dan saat itu Felix keluar dengan dari ruang lain,di mana dia sedang di latih oleh seseorang untuk memainkan anak panah dan lain-lain.


"Sayang " Devan langsung mendekat pada sang istri dan begitu pun dengan Felix yang juga menghampiri sang mommy, dia tidak tau apa yang terjadi jadi dia hanya menatap bingung semua orang.


"Sayang " Aqeela langsung memeluk putra pertama mereka yang sangat mirip dengan sang suami, dia merindukan suaminya, bagaimana keadaannya sekarang sudah dia Minggu tidak ada kabar sama sekali dan mommy nya juga tidak menemukan petunjuk lain.


"Sayang kembalilah, kami sangat memerlukan " dia Aqeela, dia berharap dia bisa kembali bersama dengan sang suami yang entah apa yang dia lakukan di sana, tak ada tanda di sana, bahkan Aqeela bertanya pada asisten nya juga tidak ada yang menjawab.


Aqeela sudah hampir frustasi dengan semua yang terjadi di kehidupan nya, dan selama dua Minggu ini dia terlihat baik-baik saja tapi Percayalah, separuh hidupnya di bawa pergi oleh sang pengisi hati, siapa dia? tentu saja suaminya Werren, yang sekarang entah di mana.


Baru juga dia berniat untuk menyusul sang suami tapi mereka sudah di serang entah oleh siapa, apa ini yang di maksud oleh suaminya?


"Apa yang terjadi sebenarnya? "

__ADS_1


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain


__ADS_2