TWINS BABY

TWINS BABY
Part 20


__ADS_3

Tepat pukul 12 malam, jika semua orang akan istirahat maka tidak dengan di gubuk tua yang jauh dari keramaian, dengan seorang pria yang di ikat bahkan darah segar terus mengalir di balik pakaian yang dia gunakan.


Tidak ada rasa Kasihan mereka malah tertawa dengan bahagia melihat darah segar yang mengalir tiada henti, bayangkan saja Werren baru saja selesai operasi tapi pukulan demi pukulan dia dapatkan, menyebabkan luka tembak yang baru saj selesai di operasi semakin parah.


"Bangun bodoh " teriak nya geram, Karna Werren diam masih pengaruh obat bius habis operasi, mungkin dosis yang di berikan begitu tinggi menyebabkan Werren tidak bangun membuat mereka kesal bukan main.


Bughhhh ...


Pelan-pelan mata tajam Werren mulai terbuka, mungkin pengaruh obat bius yang dia terima sudah tidak ada lagi, Werren menyipitkan mata saat melihat suasana yang asing menurut pandangan nya.


"Selamat datang king " sapa Jack dengan senyum misterius nya, Werren yang mengenal jelas suara itu langsung menatap tajam Jack yang sudah berkhianat dengan nya.


"Kau " geram Werren, saat Werren berbicara saat itu darah segar mengalir semakin deras, tapi sakit luka yang Werren dapat tidak sesakit saat orang yang kita anggap keluarga tapi menusuk dari belakang.


"Iya aku, bagaimana di khianati oleh orang kepercayaan mu " tanya Jack, dan saat itu tawa langsung menggelar, dan mereka sangat kasian dengan nasib raja Eropa yang begitu di sanjung oleh semua orang tapi lihatlah sekarang dia tidak berdaya, Miris bukan?.


Tapi di luar dugaan, walau bukan di negara nya, Werren masih bisa tersenyum walau keadaan yang terikat dia masih menampilkan senyum misterius nya, apa lagi dia merasa benda kecil di celana yang menimbulkan cahaya bewarna kemarahan.


Dan dia mengingat koin pemberian dari mertua nya, Sekarang dia merasa dunia berpihak padanya, walau luka yang dia dapat sudah banyak, tapi dia harus kuat sampai waktu itu tiba, sedikit lagi dia hanya perlu bersabar.


Jack yang melihat senyum aneh dari Werren mengerutkan kening bingung, apa ada yang lucu pikir nya?, jika iya, apa itu dan bagaimana Werren bisa tenang dalam keadaan yang sudah nyaris mati.


Percaya diri sekali dia, jika king Eropa akan mati, ckckck.

__ADS_1


"Apa yang membuat mu tertawa king " tanya Jack polos, rasanya Werren ingin menyemburkan tawanya, bagaimana bisa si bodoh Jack Bertanya seperti itu.


Bukan nya menjawab Werren hanya mengangkat bahu acuh, dan itu membuat Jack geram dan langsung mendekati Werren yang terikat dan saat itu tanpa aba-aba dia langsung menerjang Werren sampai tersungkur ke lantai, bahkan darah segar langsung keluar dari mulut nya, Werren langsung meludahkan sisi darah yang terasa asin di dalam mulutnya.


Tak hanya itu Jack langsung memukul membabi buta wajah tampan Werren yang hanya diam, bagaimana tidak diam dia dalam keadaan terikat, curang bukan?, ia itulah Jack pecundang.


***


Sedangkan di luar, anggota Darco dan Ara sudah bisa melihat gubuk tua di tengah-tengah hutan, berdinding kayu, dengan teropong mereka melihat titik keberadaan musuh.


"Selatan dua, barat 3, timur dua, utama dua " ucap Ara dengan teropong yang dia gunakan, yang di anggukkan kepala oleh Darco.


Tidak mau kalah, sepasang bocah kecil yang naik di atas atap mobil ikut meneropong gubuk tua tersebut, jika bocah laki-laki paham yang di maksud sang grandma karna dia melihat keberadaan orang-orang bodoh, berbanding balik dengan si kecil Fio yang kesal kenapa hanya bintang yang kelihatan mana timur, barat kenapa dia tidak menemukan nya.


Felix yang melihat tingkah saudara kembar nya, langsung merampas teropong bewarna pink itu.


"Di sana bukan di atas " beritahu Felix menunjukkan titik target mereka, dan tak lupa mengarah teropong pada sang adik.


"Wah banyak " girang Fio kecil, bukan nya takut dia malah bahagia banyak melihat mangsa nya.


Bagaimana para orang dewasa bisa membawa bocah kecil ini, bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka?, bukan kah ini sangat bahaya?,.


"Mana nenek mau liat, apa kah darahnya enak " ucap Narcy langsung merampas teropong sang cucu yang sudah kesal, saking asiknya meneropong bahkan tidak menyadari bocah kecil yang sudah mengacuhkan pistol tepat di kepalanya.

__ADS_1


Trikkkkkkk


Bunyi pistol yang siap memuntahkan peluru, Narcy yang mendengar itu dengan refleks mengangkat kedua tangannya, dan benar saja Fiona kecil yang tiada takutnya menatap permusuhan pada sang nenek.


"Sorry " lirih Narcy, mendengar itu semua orang langsung memandang asal suara dan betapa shock nya mereka.


"Ini teropong mu sayang " lanjut Narcy, bukan dia takut pada bocah kecil ini, dia bisa mati dalam satu detik saat salah Bergerak.


"Sayang money " pinta Narcy saat Pistol yang siap menembak kepalanya tidak bergerak sama sekali.


"Sayang " panggil Aqeela, belum mulai penyelamatan saja sang putri sudah buat ulah lalu bagaimana nanti di dalam.


"Aku tidak membawa uang cash " beritahu Darco, membuat Narcy frustasi apa lagi pistol nya tidak turun sama sekali.


"Kartu " iya, seperti nya benda itu berguna biar pelurunya tidak keluar.


Dengan gerakan cepat Narcy merampas dompet suaminya, dan mengeluarkan salah satu kartu kredit yang berada paling bawah, dan menyerahkan pada snag cucu.


"No " jawab Fiona, membuat Narcy bingung, sejak kapan Fiona menolak punda-pundi uang .


"Cucu ku tidak bisa kau kelabui, berikan kartu yang teratas " ucap Ara .


Dengan berat hati Narcy memberikan kartu kredit paling teratas dan dalam hitungan detik kartu tersebut sudah hilang di tangannya.

__ADS_1


"Nenek peyit " protes Fio sambil menyimpan kartu tersebut di dalam tas kecil yang dia bawa, sepertinya dia memang siap akan kantong menampung uang masuk, dan pelan-pelan pistol pink itu juga sudah hilang dan tersimpan rapi di tempat semula.


Tring....


__ADS_2