
Dengan menggunakan lingerie bewarna merah menyala, Wilson membuat gado-gado setelah selesai sesi berfoto bersama, kini akhirnya chef Wilson bereaksi, dari mula mengulek kacang dan memotong bahan lain nya Wilson terus diam, membuat bocah kecil yang berada di pangkuan bertanya.
"Uncle oom marah " tanya Fiona dengan polos, "Iya uncle marah " jawab Wilson membatin, ah mana berani dia menjawab begitu, dengan terpaksa dia hanya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan nona kecil.
"Tidak nona kecil " jawab Wilson, padahal dalam hati berkata lain, Dinda dan Ara yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kecut, jelas mereka tahu jawaban yang di berikan Wilson hanya bohong karna tidak ingin Fio kecil merajuk, bisa-bisa habis rambutnya.
Sedangkan Fiona yang mendengar itu langsung tersenyum bahagia, apa lagi jika oom tidak marah, kan dia jadi semangat untuk berkreasi lagi.
"Oom baik deh " jawab Fiona bahagia.
Sedangkan Wilson jangan di tanya dia terus saja mengulek kacang dan bumbu lainnya, sampai halus dan saat sudah selesai dia langsung memberikan pada nyonya yang sudah menunggu dari tadi.
"Nona ini eemm,,, gado-gado nya " ucap Wilson saat menghidangkan satu piring Gado-gado hasil jerih payah Wilson, jika biasanya dia hanya memegang pistol dan benda berbahaya lainnya, maka kali ini berbeda dia harus memegang ulekan dan serta kawan nya.
"Enak " puji Aqeela, membuat Wilson bernafas lega bahkan dia tidak percaya dnegan hasil jerih payahnya, ternyata selain berbakat di penembak jitu dia juga berbakat membuat gado-gado, ah dia harus minta resep saja pada nyonya besar dan dia akan usaha gado-gado saja nanti.
Werren yang melihat sang istri makan dengan lahap ikut senang, dan sekali-kali dia mencomot Gado-gado dan benar, rasanya enak dan pas membuat Werren dan Aqeela menikmati satu piring Gado-gado berdua sampai habis.
***
Setelah kejadian di mana Wilson di permulaan, sampai saat ini Wilson tidak muncul, bahkan untuk masalah kerja saja dia akan datang langsung kekantor dan jika Wilson di suruh datang, dia langsung menuju ruangan kerja Werren tanpa bertemu dua wanita beda usia membuatnya malu seumur hidup.
Sedangkan Aqeela dan anggota keluarga lain yang memang masih di Eropa, tentu saja mereka di tahan dan di larang pulang, menyebabkan mereka masih menetap di sana.
Sekarang mereka sedang berkumpul di ruang keluarga sambil nonton televisi, dan tak lupa cemilan yang menjadi pelengkap.
"My Fio mau cekulah " ucap Fiona tiba-tiba, membuat para wanita yang sibuk nonton langsung mengalihkan pandangan, dan melihat sang empuk.
Sedangkan Felix yang mendengar itu langsung menghentikan acara baca bukunya, dan menatap sang adik yang dengan seenak jidat bicara, sedangkan yang di tatap malah cengar-cengir tanpa dosa.
"Kau yakin " tanya Felix, jelas dia juga ingin sekolah hanya saja dia tidak ingin membuat sang kembaran terbebani, jadi Felix hanya menunggu waktu yang tepat dan sekarang seakan doa terjawab.
__ADS_1
Dengan tiba-tiba sang adik mengatakan ingin sekolah, tentu saja Felix bahagia bahkan Felix langsung mendekati sang adik, ingin memastikan secara langsung.
"Fio yakin " tanya Felix, dan tentu saja Fiona mengangguk kepala, apa lagi dia tahu sekolah banyak temen membuat Fiona ingin sekolah sekarang kalau bisa.
"Iya akak, Fio mau cekulah, my ayo my " rengek Fiona, ah dia pikir sekolah itu gampang minta hari ini besok sekolah, tidak semudah itu Fio biar sekaya apapun kau di sana, tetap saja sesuai aturan.
Entah apa yang merasukinya, sampai ingin sekolah dengan tiba-tiba, apa lagi dia bicara masih belepotan berbeda dengan sang Kaka yang bicara dengan lancar.
"Memangnya Fiona sudah yakin Ingin sekolah " tanya Dinda, Fiona sempat diam, iya juga ya apa dia yakin Ingin sekolah tapi, dia mengingat cerita sang Kaka jika sekolah itu menyenangkan.
Flashback on
Di ruangan khusus bermain yang di sedikit di mansion Darco, empat bocah kecil sedang sibuk bermain bersama.
"Akak kenapa kita halus pulang " tanya bocah kecil wanita yang sedang memainkan barbie kesukaan, membuat tiga bocah laki-laki yang bermain robot menghentikan pergerakan mereka.
"Tentu saja, Kaka harus sekolah " jawab Aland membuat Fiona kecil berpikir, sekolah, tidak perlu sekolah juga bisa membeli apapun yang mereka mau, lah apa gunanya sekolah pikir fio membatin.
"Daddy bilang, kaka harus sekolah dengan baik dan saat kami sudah besar nanti kami mencapai cita-cita kami " jelas Aland lagi.
"Yang jelas sekolah untuk mencari ilmu, dan banyak teman " jawab Alend, tapi percayalah yang hanya masuk di otak kecilnya hanya banyak teman, untuk menimba ilmu maaf anda terlewatkan Karna kata BANYAK TEMAN lebih dominan di otak kecil Fio.
"Banyak teman? " yang di anggukkan kepala oleh dua A secara bersamaan, membuat Fiona berbinar bahagia.
Setelah itu Fiona diam memikirkan hal lain yang membuatnya bahagia.
Flashback off
"Yakin Oma " jawab Fio akhirnya, dan bertepatan dengan seseorang yang datang, dan saat itu Fiona langsung berlari menghampiri seseorang yang datang.
"Daddy " teriak Fiona.
__ADS_1
Werren yang baru saja sampai langsung menangkap tubuh putrinya, dan langsung membawa di gendongan.
Cup Cup
"Hihihi,,, Didi geli " ucap Fiona di sela tawa nya.
Saat Werren sudah sampai di ruang keluarga dia langsung ikut bergabung dan duduk di samping sang istri.
"Bagaimana kabar baby, apa dia menginginkan sesuatu " tanya Werren.
"Baby baik Daddy, dan tidak ingin apapun sekarang " jawab Aqeela menyerupai suara anak kecil, Werren langsung bernafas lega mendengar nya.
"Dad adik ingin sekolah " ucap Felix membuat Werren langsung menatap sang putra yang sibuk merogoh jas nya, dan saat ketahuan Fiona langsung tertawa menunjukkan gigi putihnya.
"Cari apa " tanya werren pada sang putri yang sekarang beralih memainkan dasi nya, bukan memperbaiki malah mengubah posisi menjadi tidak benar, dasar Fiona.
"Kaltu cekulah " jawab Fio.
"Mana ada kartu sekolah, yang ada hanya kartu kredit " jawab Ara, membuat Fiona malu kan jadi ketahuan dia, ih grandma jujur banget sih.
Melihat tingkah snag putri, Werren tidak tahan langsung mencium seluruh wajah Fiona membuat Fiona kegelian.
"Sayang hentikan " ucap Aqeela, saat melihat sang putri tertawa sampai menetaskan air mata, dan tidak hanya Fio Felix juga terkena Serangan saat dia duduk di samping sang Daddy.
Sedangkan Dinda dan Ara hanya menggeleng dan bahagia, jelas terlihat jika Werren Sangat menyayangi sang cucu.
"Memangnya Fio dan Felix ingin sekolah " tanya Werren, kali ini dia serius bertanya, tentu saja dengan senang hati mereka mengangguk kepala membuat Werren tersenyum bangga.
"Besok kita daftar " jawab Werren.
"No no no "
__ADS_1
Apa lagi kali ini ?
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain 🥰