TWINS BABY

TWINS BABY
Part 48


__ADS_3

"Tidak apa, di siapa? " Fiona langsung melihat ke arah pandang grandma, di sana bestie diam memperhatikan interaksi antara mereka, tidak seperti bestie yang dia kenal barbar.


Fiona langsung mendekati Naira dan menarik tangan Naira dengan pelan untuk memperkenalkan bestie pada grandma.


"Glandma, dia bestie Fiona di cekolah, bestie ayo " Naira dengan pelan mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri pada wanita paruh baya yang di panggil grandma oleh sang bestie.


"Naira. " ucap Naira, mereka saling tatap tanpa melepaskan tangan mereka masing-masing, Ara sibuk dengan pikirannya dan begitu pun dengan Naira, entah apa yang ada di pikirannya sekarang.


Fiona yang melihat itu langsung menghentikan semuanya, kan acara perkenalan sudah selesai terus kenapa mereka saling pandang, emang sedang jatuh cinta apa.


"Glandma sudah, bestie ayo kita ke kamar. " membuat Ara menghentikan pikirkan, karna Fiona langsung menarik sang bestie menuju lantai atas, sepertinya dia ingin menunjukkan sesuatu, yang tidak lain deretan mainan.


Sampai dua bocah kecil tidak terlihat lagi di pandangan mereka, baru Ara memandang putrinya, mungkin mereka satu pemikiran.


"Dia sangat mirip dengan seseorang. " yang langsung di anggukkan kepala oleh Ara, dia juga seperti melihat seseorang hanya saja versi kecil, dari mata, bibir, memandang yang tajam membuat mereka yakin, hanya saja bagaimana bisa?.


***


Sedangkan seorang pria yang duduk seorang diri di dalam pesawat tanpa ad bodyguard atau asisten seperti biasanya yang berada disisi, dan hanya di temani oleh pilot dan pramugari yang berada k posisi akhir bernafas lega, saat pesawat yang dia naiki mendarat dengan selamat, tepat pukul 3 dini hari, setelah menghabiskan waktu yang panjang akhirnya dia sampai dengan selamat.


"Selamat datang kembali tuan muda. " sambut maid yang berjajar rapi, Werren hanya mengangguk dan langsung menuju lantai atas di mana keluarga kecilnya berada.


Setelah kepergian Werren maid langsung menjalankan tugasnya, seperti biasa mereka akan membereskan mansion megah ini saat penghuni masih tidur dan menyelesaikan segalanya saat majikan mereka bangun.


Ceklek

__ADS_1


Tiga orang kesayangan sedang tertidur pulas, tidak ingin mengganggu, Werren langsung ikut berbaring bersama, tapi sebelum itu Werren mencium kening ketiga kesayangan dengan hati-hati.


Cup


Cup


Cup


Werren langsung mengambil sisi kosong di antara dua buah hati dan istrinya, tapi belum juga kepala Werren mengenai bantal sudah di panggil oleh seseorang.


"Dad, " panggil Felix membuat Werren duduk kembali, saat Felix yang sadar saat kehadirannya, Werren tersenyum saat melihat wajah ngantuk putra tapi dia paksa untuk bangun.


"Maaf sudah mengganggu mu, tidur lah dad akan menjelaskan semuanya besok pagi. " kata Werren membuat Felix mengangguk dan mengambil posisi tidur dengan nyaman.


***


Sedangkan di kamar yang temaram, walau sudah pukul 3 dini hari tapi dia tidak bisa tidur setelah mimpi itu selalu datang, mengingatkan semuanya.


Naura terus menatap langit-langit kamar saat dia tidak bisa tidur, dan Naura melihat wajah damai sang putri yang tertidur dengan pulas.


"Maaf kan mommy sayang, " ucap Naura sambil mengusap pipi chubby Naira.


Flashback on


Saat kembali di kediaman setelah di antar oleh Ara di kediaman Anton, Naira menjadi diam membuat Naura khawatir dan langsung bertanya.

__ADS_1


"Sayang apa ada yang ingin kau tanyakan? " Naira yang mendengar itu langsung menatap Naura dengan intens membuat Naura bingung.


"Di mana Daddy? "


Deg


Jantung Naura langsung berhenti berdetak saat mendengar pertanyaan putri, pertanyaan yang dia takutkan, dan sekarang terjadi.


"Kenapa Naira tidak memiliki keluarga lengkap? "


"Kenapa? "


Naura langsung menghembuskan nafas pasrah seakan jika hari ini adalah puncak segala nya, rahasia yang dia kubur akhirnya terbongkar, tingkat kepekaan Naira tidak bisa di ragukan lagi.


"Walau kita tidak memiliki keluarga lengkap, mom akan selalu bersama mu. " jawan Naura.


"Lalu di mana Daddy? "


"Maaf " Naura langsung pergi meninggalkan Naira seorang diri di ruang keluarga, karna untuk pertanyaan ini dia tidak bisa menjawab sekarang, nanti.


Naira hanya tersenyum kecil melihat mommy pergi, tidak bisakah jujur padanya, dia ingin memiliki keluarga utuh, apa tidak boleh? dia ingin merasakan kasih sayang seorang ayah, tapi sepertinya dia tidak akan merasakan itu.


flashback off


next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya

__ADS_1


__ADS_2