
"Glandma "
"Mommy "
Dua bocah kecil yang sudah awuk-awukan, dengan ikat rambut yang tidak seperti semula seperti awal mereka berangkat, mereka berlari menuju keberadaan Ara dan Naura.
"Hello grandma, " sapa Naira sopan, saat lebih dulu yang sampai dari pada bestie, dan setelah itu Fiona baru sampai dengan nafas yang tersengal.
"Sayang ayo kita pulang. " Naura langsung menarik tangan Naira dengan pelan untuk meninggalkan Ara dan sepasang bocah kecil di sampingnya, tapi baru saja satu langkah Naura langsung menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Ara.
"Jerman. " satu kata mampu membuat nyata berbalik menghadap Ara yang santai mengiring kedua cucu, dan hanya beberapa detik Naura langsung pergi meninggalkan wanita paruh baya, otak kecilnya berbunyi alarm jika wanita di hadapannya bukan wanita biasanya, dia berbahaya. Sedangkan Ara yang melihat itu hanya tersenyum.
"Sayang ayo kita pulang " ajak Ara, mereka langsung menuju mobil yang sudah menunggu untuk membawa mereka kembali di kediaman.
Sedangkan Naura yang sedang di perjalanan tidak henti-hentinya berpikir, dan bertanya-tanya siapa sebenarnya wanita itu? kenapa dia seakan mengetahui semuanya.
"Mom. " panggil Naira menyadarkan lamunan mommy nya, untung saja mereka menggunakan supir, jika tidak sanggup berbahaya jika menyetir sambil melamun.
__ADS_1
"Ha,,,,iya sayang " jawab Naura.
"Mom ingin berangkat ke Jerman, kapan ? " tanya Naira.
Naura hanya terkekeh dan menggeleng pertanda jika dia tidak pergi ke mana pun, mana mungkin dia pergi ke luar negeri sendirian, berpisah berapa jam saja Naura kelimpungan dengan sang putri.
***
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai di kediaman Ryan, Fiona bahkan langsung berlari masuk.
"Daddy, mommy " teriak Fiona saat masuk kembali di kediaman, di ruang keluarga Werren dan Aqeela sedang bersama dua F langsung menghampiri mereka.
"Bagaimana sekolahnya sayang? " tanya Werren.
"Senang dad . " jawab Fiona, Felix mencibir bagaimana tidak, Fio dan Naira menakuti temen sekelas dengan hantu, entah dari mana dia mendapat semua itu, bahkan membuat temen yang mereka takuti menangis.
"Ganti pakaian dulu sayang. " peringat Aqeela, Fiona langsung mengangguk dan naik ke lantai atas, sebelum itu Felix menatap sang Daddy.
__ADS_1
"Dad punya hutang, Felix tunggu " ucap Felix, setelah menyelesaikan ucapannya Felix langsung pamit untuk ganti pakaian santai.
Werren paham apa yang di maksud oleh Felix, Ara yang tanpa sengaja mendengar itu tersenyum bangga, dia hanya memperhatikan saja dan bagaimana sang cucu menghadapi semua nya, Ara membiarkan mereka menyelesaikan semua ini secara keluarga.
Aqeela langsung mengajak suaminya untuk masuk dalam kamar, tidak mungkin mereka bicara di ruang keluarga dengan maid yang berlalu lalang.
***
Mereka sudah duduk bersama dengan Fiona yang ikut serta, tidak ingin ketinggalan membuat.
"Dad minta maaf jika pernah membuat mom menangis, dan masalah mimpi dad tidak tahu itu mimpi apa, tapi setelah keberangkatan kalian salah satu klien membatalkan kerja sama, dan dad langsung menemui nya, dia memiliki putri seorang model yang sekarang naik daun, " Werren menjeda ucapannya, memperhatikan ekspresi dari 3 orang di kesayangannya.
Aqeela yang diam, Felix juga sama sedangkan Fio sudah memegang pistol, apa dia akan di tembak? Fiona memang bahaya.
"Next "
Kita lanjutkan besok ya guys, otor mau nafas dulu sebelum di tembak Fiona, kabur 🏃♀️✌️
__ADS_1