TWINS BABY

TWINS BABY
Part 47


__ADS_3

Jika Naira senang belanja memilih barang unik adik Oek Oek bestie, berbeda dengan seorang wanita yang berada di ruangan bertuliskan Presdir, entah sudah berapa lama dia berada di sana menunggu pemilik dari ruangan datang, baru saja di bahas tiba-tiba pintu terbuka.


"Naura " panggil Anton saat melihat putri berada di ruangan, yang entah sejak kapan dia berada di sana, karna Naura sangat jarang berkunjung di perusahaan.


Naura tidak memperdulikan panggilan Anton, dia lebih fokus melihat ke arah belakang tapi kenapa dia tidak melihat sang putri, Anton yang menyadari itu langsung memberi kode pada bodyguard untuk keluar.


Setelah kepergian bodyguard sekarang tinggal mereka berdua, Anton langsung duduk di kursi tunggal sebelum bicara pada putri.


"Di mana Naira dad? " tanya Naura, terlihat kekhawatiran pada sang putri, apa lagi dia tidak melihat keberadaan Naira makasih teman.


"Dia sedang bersama temannya. " jawab Anton tanpa beban membuat, Naura yang mendengar itu langsung mengerutkan kening bingung, teman yang mana? dan biasanya Anton juga melarang dan tidak mengizinkan Naira pergi bersama orang asing tanpa pengawasan tapi sekarang Naira di biarkan pergi begitu saja.


Dan tidak hanya itu, Anton dengan santai berjalan menuju meja kerja melanjutkan pekerjaan yang tertunda, membuat Naura kesal bukan main.


"Dad, " di Naura, sedangkan Anton hanya mengangkat bahu acuh, seakan senang dengan kekesalan sang putri, dia seakan melihat putri yang dulu.


"Dad " kesal Naura, tawa Anton langsung menggelegar saat melihat putrinya yang merengek seperti anak yang minta es cream tapi tidak mendapat keinginannya.

__ADS_1


"Hahaha "


"Dad menyebalkan " kesal Naura, baiklah sekarang Anton menyudahi menjahili putri, apa lagi melihat wajah putri yang memerah menahan kesal.


"Duduklah, " perintah Anton dan langsung di turuti oleh Naura, sekarang Anton berubah di mode serius tidak seperti tadi yang senang menjahili Putri.


Nuara, putri tunggal Anton memutuskan untuk menjadi Single Mom di usia muda, setelah terjadi tragedi beberapa tahun lalu, banyak yang membicarakan Naura jika gadis nakal, apalagi nama Anton terkenal di dunia bisnis, banyak kumpulan sosialita yang membicarakan Naura, tapi Naura tidak ambil pusing dia tetap menjadi wanita tangguh di hadapan sang putri, padahal dia rapuh, dia hanya ingin menutupi kesedihannya biar tidak ada yang prihatin dengan nasib nya, hidup bergelimang harta tapi tidak bahagia.


"Naura " panggil Anton melihat wajah sedih sang putri, mungkin dia mengingat tragedi dimana hadirnya Naira, yang ingin Anton ketahui tapi sang putri seakan bungkam menutup mulut rapat-rapat, membuat Anton kesulitan mencari pria tersebut.


"Sampai kapan kau akan menutupi segalanya dari Daddy sayang? " Naura yang diam langsung menatap Anton, dia bukan wanita bodoh maksud dari semua pertanyaan itu hanya saja dia ingin memastikan segalanya.


"Dad hanya ingin putri Daddy kembali, di mana Naura yang ceria, lemah lembut, dan selalu bersama Daddy, ingat sayang dad hanya punya kamu dan Naira, sudahi rahasia ini kau berhak bahagia sayang, dad tidak memaksa jika kau tidak ingin meneruskan perusahaan ini, tapi dad mohon apa yang terjadi sampai membuat putri Daddy berubah. " Anton mencurahkan seluruh isi hatinya membuat Naura langsung berhambur dalam pelukan Anton, pelukan yang menenangkan, tanpa Naura sadari Anton meneteskan air mata.


"Mom, maaf jika dad tidak bisa menjaga putri kita dengan baik. " Anton membatin.


"Dad, Naura mohon ampun. " air mata Anton semakin deras mengalir.

__ADS_1


Naura menyudahi pelukannya dan menyadari jika Anton menangis dengan sigap Naura menghapus air mata Anton, dan pelan-pelan menceritakan rahasia sesungguhnya.


***


Sedangkan di mansion Ryan suara teriakan yang sangat mereka kenali menggelegar bocah kecil dengan paper bag di tangan nya, sudah pasti isinya mainan baru yang selalu dia beli.


"Hello everybody, princess Fiona yang cantik jelita come back. " teriak Fiona.


Sedangkan Naira yang ikut tidak terusik Sama sekali dengan teriakan menggelegar yang di ciptakan oleh sang bestie, dia masih fokus dengan banyak penghargaan yang tersusun rapi di lemari kaca, dan banyak foto keluarga tersusun rapi, membuat hatinya tercubit, bohong jika dia tidak sedih melihat ke bahagian sang bestie.


"Sayang jangan teriak, ini bukan hutan. " ucap seorang wanita paruh baya yang menuruni anak tangga, semua itu tidak lepas dari pandangan bocah kecil dengan mata berkaca-kaca.


"Bestie ayo kita main. " tanpa merespon ucapan sang grandma, Fiona langsung menarik bestie untuk masuk dan duduk di karpet bulu setelah membongkar isi mainan baru yang baru saja dia beli di toko mainan.


"Sayang " tegur Aqeela pada Fiona yang bersikap tidak sopan pada Ara, Fiona yang di tegur langsung bangun dari duduk untuk menghampiri grandma.


"Maaf glandma. " mohon Fiona dengan memang wajah puppy eyes yang membuat siapa saja gemes.

__ADS_1


"Tidak apa, di siapa? "


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya terbaru otor hanya tayang di selingkuhan 🔥


__ADS_2