
Dummmn
"Akakkkkk "
"Astaga, suara apa itu "
"Astaga "
Semua orang langsung keluar dari dalam kamar mereka, dan mengurung niat untuk beristirahat saat mendengar suara yang begitu menggema, entah suara apa itu.
"Tuan, mencari saya? " Wilson datang dengan nafas tersengal, apa lagi dia terkejut saat mendengar suara yang di hasilkan oleh sang nyonya.
Entah alat apa namanya, sangat kecil tapi menghasilkan suara yang aneh, tapi bukan pistol.
"Aqeela ada apa sayang " tanya Dinda, tidak jauh berbeda dengan Wilson yang masih mengatur nafas dan wajah terkejutnya.
Sedangkan sang pelaku bukan nya kasian, malah tersenyum, seakan mendapatkan mainan baru membuat semua orang berkumpul.
"Keren kan grandma? " sambil menunjuk benda kecil seperti pistol tapi bukan pistol pada umumnya.
"Gempaaaaa " teriak bocah kecil yang berlari dengan lincah.
"Sayang jangan lari nanti jatuh " peringat Werren, bahkan sang baby sitter kewalahan menjaga sang nona muda yang sangat lincah ini.
"Sayang hati-hati " pesan Dinda.
Hups...
Untung dengan sigap Ara langsung menangkap tubuh kecil sayang cucu yang berlari menuruni anak tangga, jika tidak bisa di pastikan sang cucu mencium lantai, bukanya takut Fio malah tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Maaf tuan nyonya " ucap baby sitter yang baru saja sampai, dia memang kalah cepat dengan Fiona yang kecil tapi sangat lincah, lari nya tidak bisa di kalahkan, mungkin dia ingin menjadi atlet lari kali ya, sepertinya boleh di pertimbangkan, kelebihan harus di kembangkan jangan di pendam.
"Lain kali jangan sampai lengah atau kau akan tahu akibat nya " peringat Werren dengan penuh penekanan, membuat baby sitter menunduk takut jangan sampai dia kehilangan pekerjaan.
__ADS_1
"Maaf tuan " ujar sang baby sitter.
Ara yang melihat itu langsung angkat bicara, apa lagi melihat wajah ketakutan sang baby sitter, memang cucunya sangat aktif sekali, berbeda dengan Felix yang terlihat santai dengan wajah cool andalannya.
"Sudah lah nak, bik silahkan lakukan apa saja yang bisa kau lakukan, Fio biar bermasa saya " ucap Ara menengahi.
"Saya permisi tuan nyonya " pamit baby sitter.
Sedangkan Aqeela sudah mengambil sesuatu yang berada tidak jauh di dekat nya, entah untuk apa dia benda tersebut, yang jelas pasti membuat mereka hanya menggeleng.
"Wilson " panggil Aqeela saat sudah berada di posisi semula, dan saat itu Wilson langsung menelan ludah dengan kasar, entah kenapa di saat dia di tatap dengan intens begitu membuat Wilson merasa akan terjadi sesuatu pada dirinya.
Tapi, apapun itu tolong selamatkan dia, semoga dia masih bisa bernafas, mohon Wilson membatin, melihat ketakutan di wajah Wilson membuat Aqeela malah senang,
"Wilson kau tahu di sini ada baby, Aqeela langsung mengelus perut yang masih datar sebelum melanjutkan ucapan, " tapi dia ingin makan gado-gado " lanjut Aqeela lagi, sedangkan orang di sana masih menunggu kelanjutan apa yang di inginkan oleh sang empuk.
Sedangkan Wilson yang di sana, sudah merasa aura tidak baik, apa lagi melihat senyum misterius dari sang nyonya.
"Dan dia mau uncle oom yang membuat Gado-gado " beritahu Aqeela, bahkan dia mulai terisak membuat Werren kelimpungan sendiri.
"Mommy " Fio langsung minta turun dari gendongan sang grandma, dan langsung berlari menghampiri mom and dad, tapi bukan untuk memenangkan, dia malah mengambil kemoceng yang sempat sang mommy ambil di laci tadi.
"Hihihi, mommy geli " tawa Fiona, Bagaimana tidak dia malah memainkan kemoceng buku itu di ketiaknya membuat dia kegelian sendiri.
Sedangkan Aqeela masih menangis dengan dramatis, membuat Werren kasihan, dan langsung menatap Wilson dengan tajam, yang tidak menyetujui keinginan sang istri.
"Baik nyonya saya akan buat emm, Wilson menjeda ucapan saat lupa nama makanan asing yang entah seperti apa itu, " gado-gado " sambung Ara saat melihat kebingungan yang ketara di wajah Wilson.
"Aaa,, iya itu ga-gado-gado " ulang Wilson.
Bak mendapat bongkah berlian, Aqeela menghentikan tangis nya dan langsung mengeluarkan sesuatu yang dia sembunyikan di belakangnya, sejak tadi.
"Mommy itu penjepit lambut Fio " protes Fio kecil, saat melihat barang Miliknya.
__ADS_1
Tidak hanya penjepit, Aqeela meletakkan baju lingerie bewarna merah menyala, penjepit rambut Fio kecil yang tantu saja bewarna pink, dan alat makeup lain nya.
"Minjam ya sayang, ini adik bayi yang ingin " ujar Aqeela membuat Fiona kecil mau tidak mau mengalah, cih masih bayi saja sudah mengambil barang miliknya, awas saja jika sudah lahir mengusik barang-barang miliknya, akan Fio beri pelajaran nanti.
"berhubung ini milik Fiona, jadi Fiona yang makeup, mengikat rambut uncle, bagaimana " tawaran yang sangat menggiurkan bagi Fio, bahkan dia langsung semangat untuk menghias wajah uncle oom menjadi pria tampan sedunia.
"Wilson kau tidak boleh protes, cepat ganti pakaian mu " perintah Aqeela sambil menyerahkan lingerie bewarna merah menyala yang di terima dengan terpaksa oleh Wilson, dan Fiona langsung membawa makeup, penjepit rambut miliknya untuk menghiasi uncle oom sebelum membuat gado-gado.
Mereka meringis membayangkan hasil makeup Fio, semoga tidak ada Guntur ataupun gempa saat hasil makeup Fio mereka saksikan bersama.
Selagi menunggu Wilson siap, mereka membantu menyiapkan bahan-bahan untuk membuat gado-gado, untuk saja mom dan grandma masih di sini, sedangkan anggota keluarga lain memilih pulang setelah berkunjung 2 jam di mansion Werren, bukan apa mereka tidak ingin menjadi mangsa kecambah yang bersemayam di rahim Aqeela, apa lagi membuat mereka malu seumur hidup. Jadi mereka memutuskan untuk pulang saja mencari aman, penerus raja Eropa memang aneh.
***
Semua orang yang sibuk pada pekerjaan tiba-tiba membalikan badan saat mendengar suara langkah high heels yang menggema di ruangan, apa lagi mendengar tawa yang tiada henti membuat mereka penasaran dan tiba-tiba.
"Hihihi,,, uncle oom cantik " puji bocah kecil yang dari tadi tertawa tiada henti, membuat seseorang yang menggunakan lingerie bewarna merah menyala itu kesal bukan main, tidak hanya itu wajahnya juga entah seperti apa yang di makeup oleh Fiona.
"Mommy liat uncle oom cantik kan " teriak Fiona saat sudah sampai dapur, dan saat itu tawa langsung menggelegar memenuhi ruangan dapur.
"Buahahahhaha "
Wilson rasanya ingin hilang dari muka bumi, entah seperti apa wajahnya membuat semua orang tertawa, dasar Fio memang tidak mengizinkan nya untuk berkaca.
"Wilson kau sangat cantik, baby suka " ujar Aqeela, hanya dia yang tidak tertawa dan merasa takjub hasil karya sang putri.
Sedangkan Werren jangan di tanya, dia sudah tertawa dalam diam apa lagi melihat makeup yang beraturan, gincu yang berlebihan, pipi yang warna biru, mata yang bewarna Pink, dan tidak hanya itu kening juga Fiona beri warna.
"Tuan " panggil Wilson melemes, tidak ada lagi harga dirinya sekarang, setelah ini dia akan menghilang saja.
"Wilson ayo kita berfoto " ajak Aqeela.
"Fio ikut " tapi sebelum itu dia langsung berlari dan selang 5 menit dia datang kembali dengan wajah berbeda, apa lagi dia juga menggunakan dress bewarna pink dan pipi yang bewarna Pink dengan dua jari yang di tarik kari sudah seperti kumis kucing, dan hidung pink dan lipstik juga Pink, dan tidak lupa kaca mata kebanggaan bewarna pink.
__ADS_1
"Dia sudah seperti mu Ara " ucap Dinda, mengingat kembali masa kecil sang putri yang sangat menggemaskan, saat Sasa makeup Ara seperti kucing, dan hal itu berlaku pada sang cucu, hanya saja dia melakukan sendiri itu yang membedakan mereka, tapi semua yang terjadi seperti copy paste cantik ,menggemaskan, pemberani dan bar-bar seperti putri bungsu yang di wariskan pada Aqeela dan sekarang lada sang putri.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain 🥰