
"Sayang " panggilan lemah yang berasal dari belakang mereka membuat semua orang mengalihkan pandangan, dan terdengar suara teriakan seseorang.
Aaaaarrrrrrggggggg
Fiona langsung menutup mulutnya saat tak sengaja memasukkan pisau kecil di dalam tubuh pria tersebut, yang kebetulan memang sudah dia arahkan sebelum.
Tentu saja masuk sempurna Karna pisau tersebut adalah pisau bedah jadi tidak ada penghalang lain, saat Fiona terkejut jadi dengan refleks dia menekan kuat Pisau tersebut.
"UPS,,, colly dolly stobeli oom jelek " bukan nya menunjukan wajah melemes malah Fiona kecil tertawa dan langsung menghampiri sang mommy yang masih berdiri di sana.
"Mommy, Fio sudah bangun " tanya Fiona saat sudah berada di bawah kaki Aqeela.
"Sudah " Aqeela langsung membawa sang putri di gendongan, dan menghampiri deretan pria yang sudah terluka dalam keadaan terikat.
"Begini sayang " Aqeela melepaskan Fiona di gendongan dan mengambil sesuatu di sana, besi yang sudah di panaskan, entah itu kapan mulai di panaskan karna tidak ada kelihatan besi yang ada hanya merah menyala, mungkin itu terlalu lama di panaskan sampai warnanya sudah merah.
"Buka mulut nya " perintah Aqeela.
__ADS_1
Dan saat itu Aqeela langsung memasukan besi panas itu pada pria yang mengatai sang putra anak kecil, iya memang kecil tapi dengan pikirannya yang melebihi anak dewasa, dan satu lagi jiwa spikopat langsung keluar saat ketenangan di usik.
Aaaaarrrrrrggggggg
"Kau harus enyah dari pandangan kami " dengan kejam Aqeela menyodokkan besi itu dalam mulut pria tersebut, dan setelah dia mengetahui dia tak bernyawa lagi, Aqeela langsung memencet tombol yang ada di sana Secara otomatis pria tersebut jatuh di bawah tanah, sudah ada Noni sang buaya kesayangan yang menganga menunggu makanan.
"Selamat menikmati Noni ku sayang " ucap Aqeela tersenyum puas, saat Noni mencabik-cabik tubuh pria tersebut dan sekarang sisa 5 orang yang tak menyangka jika target mereka sangat kejam.
"Kau mau juga " tunjuk Fiona tiba-tiba, pada pria yang berdiri di sampingnya dan tak lupa dia menunjuk gigi putihnya pada saat tersenyum menatap grandma tercinta.
"No gril, dia paman baik" beritahu Ara, enak saja anggota nya di berikan pada buaya sang putri bisa-bisa dia yang pening jika anggota menjadi santapan Noni toh masih banyak sampah berkeliaran di luar.
***
Jika di sini mereka sedang menyiksa para mata-mata maka berbeda dengan di negara yang terjadi perkelahian, yang entah itu dari kiriman negara mana saja yang jelas kumpulan pria berbaju hitam dengan lengkap atribut nya sudah berlumuran darah.
"King " panik mereka.
__ADS_1
Perkelahian yang tak terkendali menyebabkan king mereka tertembak, bahkan ambruk dengan keadaan pucat.
"Bawa king pergi dari sini" perintah seseorang yang menyerah musuh, dan saat mereka membawa pergi king mereka maka saat itu sang anggota lain melindungi kepergian sang king yang sudah lemah.
Door
Door
Pertarungan terus berlangsung menyebabkan satu persatu di antara mereka tumbang, dan setelah merasa mereka memenangkan pertarungan ini mereka langsung pergi dari area tersebut, dan biarkan mereka yang membersihkan sisa nya.
Sekarang pria yang sudah berlumuran darah langsung di bawa ke markas, dan saat sudah sampai di markas mereka langsung membawa putra mahkota alias king mereka ke ruang bawah tanah.
"Cepat keluarkan peluru itu " beritahu anggota Werren.
Ia, Werren yang tertembak dan menyebabkan dia tak sadarkan diri dengan luka tembak di bagian perut sebelah kiri, cedera yang mungkin akan menyebabkan waktu yang cukup lama.
Dokter kepercayaan markas langsung Melaka tindakan operasi pengeluaran peluru yang jika sedikit saja mereka melakukan kesalahan maka melayang nyawa putra mahkota.
__ADS_1
"King bertahanlah, bagaimana jika nyonya mengetahui semua ini "
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain