
Semilir angin di sore hari membuat suasana di taman dengan alunan lagu anak-anak, dan sekali-kali bocah kecil yang bermain dengan mainan bersenandung ria, terlihat dia sangat bahagia dengan mainan baru yang dia dapat. Tapi berbeda dengan wanita cantik yang duduk dengan pandangan kosong, membuat pria paruh baya yang baru saja sampai masih dengan pakaian kerja menghampiri putrinya.
"Jauh termenung. " ujar Anton langsung duduk di hadapan putrinya, Naura yang sadar dari lamunan langsung salah tingkah. Anton tersenyum kecil melihat perubahan putri, entah apa yang dia pikirannya.
"Apa yang kau pikirkan nak? " tanya Anton, bagaimana menjadi sosok ibu dan ayah tidaklah mudah, hanya saja takdir membuat dia memerankan dua profesi tersebut secara bersamaan, berpisah dengan mendiang istri tercinta dan yang dia miliki sekarang hanyalah Putri dan cucunya.
"Sebentar Naura ambilkan minum. " Naura langsung bangun dari duduk meninggalkan Anton di sana, Anton tidak menghentikan pergerakan sang Putri dia hanya melihat kepergian Naura, karna dia tidak pernah tahu bagaimana perasaan putri sekarang.
***
Suasana di dalam kelas pertama, sangat riuh saat salah guru yang bertugas membuat game untuk anak didik mereka, tips yang baik untuk belajar tidak hanya menjelaskan saja tapi di sertai dengan permainan, terdapat nilai plus semua murid akan senang dan mudah mempelajari materi yang dia jelaskan.
Jika di dalam kelas sangat riuh, maka di taman tempat orang tua menunggu putra putri mereka selesai, sedang asik dengan pembicaraan mereka masing-masing, hanya satu yang tidak tertarik dengan pembicaraan mereka, Naura.
__ADS_1
"Hi, " sapa seseorang yang langsung duduk di kursi yang kosong di samping Naura, dan tidak hanya wanita, satu pria tampan yang entah siapa Naura tidak peduli, Naura langsung menyimpan kembali ponsel genggam Miliknya di tas branded yang senada dengan pakaian. "Sudah lama? " tanya Aqeela lagi.
"Baru saja. " jawab Naura. Sedangkan Werren memperhatikan wajah Naura dengan intens, bukan apa dia sepertinya pernah melihatnya, tapi di mana? buru-buru Werren menggeleng kepala mengusir jauh pikirkan saat mengingat sesuatu.
Semua yang di lakukan oleh Werren, tidak lepas dari pandangan Aqeela, tentu dengan alasan tertentu dia mengajak suami untuk menjemput dua F, apa lagi jika bukan ingin memperlihatkan wanita di sampingnya, dan begitu dia melihat Naura Aqeela langsung menghampiri.
"Ah iya, sayang perkenalkan dia Naura sahabat ku, " ucap Aqeela memperkenalkan Naura. " Dan Naura dia suami ku. " lanjut Aqeela, Naura hanya merespon dengan anggukan kepala.
"Mommy "
Teriakan bocah kecil yang sangat mereka kenali, membuat Werren menghentikan tatapannya, tentu saja Naura menyadari itu membuat dia memalingkan wajah, saat merasa alarm berbahaya dan Naura akan menjauhi keluarga ini, batin Naura.
"Hi sayang, bagaimana belajarnya hari ini? " tanya Naura.
__ADS_1
"Aunty. " sapa Naira saat melihat Aqeela, bestie mommy, dan Naira memperhatikan pria yang berada di sampingnya, sedang memperhatikan dengan intens membuat Naira mengerutkan kening bingung.
Sedangkan Werren saat melihat sang putri berlari menghampiri mereka, dengan bocah kecil yang juga berlari ke arahnya, Werren tidak mengalihkan pandangan saat merasa wajah sangat familiar, hanya saja ini versi wanita.
"Hi sayang. " jawab Aqeela, dan bertepatan dengan Felix yang datang dengan kode datar andalan, membuat bocah kecil yang di hadapan gemes, tidak tahanan untuk tidak mencubit hidungnya.
"Auuu " pekik Felix, saat hidung mancung di cubit gemes oleh Naira yang malah tersenyum tanpa dosa.
"Sayang ayo kita pulang. " ajak Naura langsung berpamitan untuk pulang, apa lagi putri di tatap dengan intens membuat Naura tidak nyaman.
Mereka memperhatikan kepergian Naura dan Naira, yang mulai masuk dalam mobil yang menunggu mereka di depan area sekolah.
"Tidak salah lagi, dia orang nya? "
__ADS_1
Siapa ?
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain, mohon maaf untuk tidak update karna sinyal tidak baik 🙏🏻