TWINS BABY

TWINS BABY
Part 21


__ADS_3

Alarm yang mereka tunggu-tunggu sudah tiba, waktu nya mereka akan melancarkan aksinya, aksi penyelamatan pada sang Daddy.


Sebentar itu, si kecil Fiona mengunakan kaca mata pink nya, untuk melihat seseorang dari kejauhan, dan semua itu tidak lepas dari pandangan orang dewasa, sedikit berbahaya saat membawa bocah kecil saat misi penyelematan.


"Sesuai pada misi kita " intruksi dari Darco, semua anggota langsung mengambil posisi, yang sudah di rencanakan.


"Fio sama glandma " beritahu Fiona, yang sudah siap dengan atribut pada tubuhnya.


"Biar aki sama kakek " ucap Felix, seharusnya Fiona yang bersama sang kakek tapi dengan seenak jidat si empuk mengubah strategi di lokasi.


"Dia akan aman bersama ku " beritahu Ara, membuat semua orang tenang, Karna mereka terbagi menjadi empat, dan masing-masing mereka terpisah dengan mereka yang mengetuai anggota Ara maupun Darco.


"Go " masing-masing sudah siap ingin bergerak, tapi tunggu tiba-tiba beberapa mobil mewah keluaran terbaru datang, mau tidak mau mereka menghentikan pergerakan biar tidak ada mengetahui keberadaan mereka.


"Auuuu " pekik Fiona tertahan, Karna dengan sigap Ara menutup mulut sang cucu, secara dia sudah siap untuk merangkak dengan seenak jidat sang grandma berhenti.


"Colly " cicit Fiona.


Sedangkan Darco dan yang lain hanya fokus pada orang yang ada di dalam mobil, tapi mereka tidak bisa melihat dengan jelas siapa pria pria yang keluar dari dalam mobil tersebut.


"Siapa dia " tanya Narcy pelan, saat tidak bisa melihat dengan jelas menggunakan teropong.

__ADS_1


"Kita ubah strategi " ucap Darco, mereka langsung mengangguk mengerti Karna di luar dugaan rencana yang sudah mereka susun dengan rapi hancur dengan datangnya anggota tambahan, dan untung saja mereka membawa banyak anak buah Darco dan Ara hanya beberapa saja.


Mereka langsung berkumpul membicarakan rencana ke dua, yang sudah di buat hanya saja tidak sempurna rencana pertama, jika para orang dewasa membicarakan rencana mereka, maka dua F sibuk meneropong lokasi.


"Beberapa pergi " beritahu Felix.


"Mungkin meleka ingin pup kali " ucap Fiona kecil saat melihat beberapa pria yang meninggalkan lokasi.


Ara langsung melihat lokasi dan benar saja, sedikit mengurangi tenaga mereka.


***


Sedangkan di dalam ruangan, Werren yang masih terikat dengan kondisi yang tidak karuan, tiba-tiba pintu yang tertutup rapat terbuka masuk beberapa pria berjas hitam, Werren sempat menyipitkan matanya saat cahaya lampu yang temaram membuat dia susah melihat siapa yang datang.


"Akhirnya kita bertemu raja Eropa " ucap beriton yang sangat familiar di telinga nya, tapi siapa?, Werren berusaha keras untuk mengingat siapa pria di hadapannya.


Pria berjas hitam, dan tak lupa dengan kaca mata hitam yang dia gunakan membuat Werren kesusahan untuk mengenali siapa dia?, apakah mereka saling mengenal?, dan masih banyak lagi pertanyaan yang ingin Werren ajukan tapi biarlah semua terjawab kan.


"Kau " akhirnya Werren mengingat siapa pria di hadapannya setelah melepas kaca mata hitam dan masker yang dia gunakan, untuk mengecoh seseorang.


"Welcome my world " sambut nya dengan menggelegar, dan puas saat putra Eropa berada di negaranya, dia sangat berkuasa nomor dua di negara Jerman, setelah yang pertama mereka segani dan sangat misterius siapa pemimpin nya, tidak ada yang tahu, yang jelas mereka suami istri memiliki jiwa spikopat tinggi, tidak main-main melumpuhkan lawan, mereka bisa berubah menjadi vampir yang menghisap darah segar seseorang.

__ADS_1


Tidak ada yang berani mengusik king Jerman nomor satu di negara mereka, kecuali orang bodoh yang bosan hidup mau mengusik ketenangan king Jerman.


"Apa yang kau inginkan " tanya Werren tenang, tanpa ada rasa takut sedikitpun membuat mereka bingung, dalam keadaan terikat kematian sudah di depan mata tapi Werren masih tenang.


"Simpel, masih dengan keinginan ku yang pertama dan jika kau menunaikan keinginan ku, kau bebas " ucap nya dengan percaya diri, tanpa dia sadari di luar sana satu persatu anak buah mereka tumbang.


***


Pelan-pelan musuh mulai tumbang, dari empat sisi yang berbeda, dan tidak jauh berbeda dengan aksi orang dewasa dua F juga ikut serta dalam aksi, dan akan memuntahkan pelurunya saat orang dewasa fokus pada musuh yang lain.


Door


Door


"Good gril " puji Ara, saat mendarat dengan sempurna tembakan sang cucu pada lawan.


"Holee " pekik Fiona kecil tertahan, dia bahagia saat dia berhasil menembak musuh nya, walau tidak sempurna di bantu snag grandma.


Setelah merasa semua penjaga tumbang, mereka sudah mengepung rumah, gubuk ah terserah saja apa ini, yang penting mereka siap untuk pada inti, terdengar aba-aba melalui benda kecil di telinga mereka, dan saat itu mereka langsung melobrak pintu, jelas mereka terkejut.


Brakkk

__ADS_1


"Jangan bergerak "


Mohon maaf jika update kurang teratur, tapi sebisa mungkin akan otor usaha update, izin nafas ya tegang uuyy


__ADS_2