
" Lepaskan aku brengsek " umpat Dave dengan berani nya, saat melihat tiga orang masuk dalam ruangan di mana mereka di sekap, sedangkan Jack tidak berani menatap sang king yang menatap nya dengan nanar, dia menyadari kesalahannya, entah apa yang merasuki nya sampai bertidak sejauh ini.
Werren mendekati Jack orang kepercayaan tapi tega mengkhianati demi iming-iming yang tidak jelas, dan lihatlah sekarang keadaan berputar balik.
"Apa kurang semua yang telah aku berikan padamu Jack " tanya Werren dengan tenang, Jack yang melihat sepatu mengkilat di hadapannya pelan-pelan mengangkat pandangan, sekarang mereka saling tatap untuk beberapa saat, sebelum Jack yang lebih dulu mengakhiri semuanya.
Jack masih setia pada bungkam nya, dia tidak tahu ingin mengatakan apa, dia salah dan sekarang dia pasrah, jika berakhir di santap Singa, yang terus mengaung membuat mereka merinding, ternyata benar jika mafia nomor satu di Jerman memiliki binatang buas.
Apa mereka membuat kebun binatang? untuk taman wisata di Jerman, astaga bicara apa dia sekarang.
"Tatap aku Jack " perintah Werren, Werren masih di posisi awal tanpa berniat untuk pindah sebelum mengeluarkan semua yang ada di pikirannya sekarang.
Jack mulai memberanikan diri untuk mengangkat pandangan, dan kembali mereka saling tatap.
"Kenapa kau melakukan ini Jack " tanya Werren dengan mata yang terus menatap Jack, orang yang sudah di percayai dan mengabdi selama 15 tahun lamanya, dan sudah dia anggap seperti saudara sendiri tapi malah di balas dengan penghianatan, apa salah nya?.
"Maaf king " jawab Jack, terlihat jelas penyesalan yang di pancarkan melalui mata Jack, dan terbayarkan dengan luka tembak dari tuan kecil mereka, yang sekarang masih mengeluarkan darah karena tidak mendapat pengobatan, bahkan wajah Jack sangat pucat.
Tidak, Werren tidak kuat melihat semua ini, dia memang kejam tapi dia tidak mempu membiarkan orang yang sudah dia anggap keluarga terluka, setidaknya biarkan dia hidup.
Werren langsung meninggalkan Jack, sekarang Jack sudah pasrah melihat kepergian king, dan Werren langsung menghampiri orang yang di segani di Jerman, entah apa yang mereka bicarakan membuat Werren kembali dan berhenti tepat di hadapannya, tapi kali ini Werren tidak sendiri bersama dua orang.
"Periksa luka nya " perintah Darco, pria lain yang memang di tugaskan menjaga ruangan tersebut langsung melakukan tugas mereka, memeriksa Jack sesuai perintah king mereka.
__ADS_1
"Dia sudah kehilangan banyak darah king " beritahu anak buah Darco, sedangkan Jack yang di periksa hanya diam, tanpa pergerakan, tubuhnya sudah lemah, yang ada di pikirannya hanya ada satu kata, apa itu?.
"Mati "
"Tunggu apa lagi lakukan tindakan " ucap Darco kesal, Karna tidak ada pergerakan dari anak buah nya.
Tidak hanya anak buah Darco yang bingung, secara Darco tidak akan pernah memberi pengobatan pada musuh, melainkan mereka kan membuat luka dan secara perlahan mereka akan hilang dari bumi ini, tapi kali ini sebuah keajaiban.
"Ayo aku bantu " Werren dengan sigap membantu Jack untuk bangun dan memulai pengobatan.
Untuk pertama kalinya, Jack meneteskan air mata haru, orang yang sudah di khianati dan berniat untuk membunuh bahkan membantu nya, Werren melihat air mata menetes di pipi Jack dan dia berharap Jack tidak mengecewakan dirinya setelah ini.
"Berbaring lah " perintah dokter, saat mereka sudah memasuki ruangan lain, dan di sana lengkap perawat dan dokter lain nya, dan itu khusus untuk anak buah Darco yang terluka saat menyerang, Darco memberikan fasilitas lengkap di markas mereka, berani berkhianat maka siap-siap menjadi santapan binatang peliharaan Darco.
"Tunggu " Werren menghentikan pergerakan dokter saat memasuki benda kecil di tubuh Jack, yang dia tahu itu bukan alat medis untuk pengobatan, belum sempat dokter menjawab pintu ruangan terbuka, mereka sempat menunduk melihat pria yang datang.
"Uncle " panggil Werren.
"Biar tidak ada penghianat setelah ini, dia dalam pengawasan mu " jelas Darco, mereka menanamkan alat pelacak canggih seperti anggota Darco lain nya, mereka masing-masing memasang alat pelacak sejauh apa pun mereka pergi bahkan dalam kubur pun Darco bisa mengetahuinya. dan begitu pun Jack dia tidak akan memberi pengobatan secara percuma, dan tentu seimbang, bukan uang yang mereka minta, tapi satu, KESETIAAN.
"Lanjutkan " perintah Darco, sedangkan Jack yang berada dalam pengaruh obat bius pikiran tidak fokus pada pembicaraan mereka, dia masih tidak menyangka jika masih bisa menghirup udara segar, walau setelah ini dia tidak sama di posisi awal dia yakin dia tidak bisa keluar bebas dari sebelumnya.
Devan sangat merasa bersyukur memiliki keluarga yang sangat rukun, dan saling melindungi satu sama lain, ada kebohongan dan kecurangan di antara keluarga mereka, kecuali orang luar yang iri dan akan melakukan segala cara untuk menghancurkan mereka, baik di dunia bisnis ataupun lainnya, tapi tidak ada yang mampu mengurangi kasih sayang satu sama lain.
__ADS_1
Sedangkan selesai masa pengobatan, mereka membiarkan Jack untuk istirahat dan mereka langsung kembali di ruangan sebelumnya, di mana Dave di tahan.
"King " ucap anggota Darco, saat melihat kedatangan mereka kembali setelah beberapa menit mereka keluar.
Darco hanya diam tanpa ekspresi, ya ampun memang tidak ada habisnya debu bertebaran, satu di buang, satu datang lagi, untung bintang peliharaan mampu menampung, mencabik, merobek dan menarik memperebutkan daging yang lezat.
"Kalian memang curang " teriak Dave tanpa malu, saat itu Werren langsung mendekat, sedangkan darci dan Devan duduk di kursi yang di sediakan sebelumnya.
Werren mengelilingi tubuh terikat Dave, dia hanya melihat siapa yang lebih parah, ternyata mereka tidak beda jauh karena tembakan yang di berikan oleh putra putrinya tempat, dan Werren sangat mengapresiasi kekuatan Dave yang tidak lemah seperti Jack yang nyaris kehilangan darah.
"Bagaimana rasanya ditembak oleh putri ku" tanya Werren dengan nada mengejek, bahkan dia sempat membungkukkan tubuhnya, dan saat itu mereka saling tatap, tidak ada kedamaian di antara mereka.
Werren masih tidak habis pikir, orang dewasa bisa kalah di kelabui oleh anak kecil, liar biasa, dia sangat bangga dengan permainan sang putri, tidak takut akan orang yang ingin menyelakai mereka, malah dengan sangat dia memulai drama, Werren tidak bisa menebak drama apa lagi yang akan di lakukan oleh putrinya suatu saat nanti, mereka menanti kejutan selanjutnya.
"Aku akan membunuh putri mu " ucap Dave dengan percaya diri
Bughhhh...
suara apa itu ?
Baiklah kita lanjut Fiona dewasa di part selanjutnya 🔥
Di selingkuhan maksudnya 🏃♀️💨
__ADS_1