
"Tapi mereka tidak memutuskan untuk bercerai bukan " entah kenapa suasana yang melow berubah jadi lucu, bagaimana sang bunda berpikir menantu dan putrinya bercerai , jika benar terjadi maka dia akan mencungkel mata menantu nya itu.
Berani membuat putrinya sedih maka akan berurusan dengan nya, tapi dia berharap itu tidak terjadi dia ingin Keluarga putra putri nya bahagia sampai maut memisahkan walau sebesar apa pun rintangan itu.
"Bagaimana bund Anisa berpikir begitu, tentu saja tidak mereka hanya berpisah tempat tapi di hati mereka tetap sama saling memiliki " yakin Ara, Karna terlihat cinta dan kasih sayang begitu besar di antara mereka, Ara sangat bahagia dengan itu.
"Syukurlah, baiklah bunda ingin masak " ucap Dinda langsung bangun dari duduknya, setelah paham apa yang terjadi.
Setidaknya dia tidak ingin sang putri mereka pusing dnegan banyak pertanyaan yang dia ajukan, dia tidak akan paham jika masalah bisnis maupun dunia mafia.
"Semoga baik-baik saja " doa Dinda.
Setelah kepergian sang bunda, Ara langsung mendekati sang cucu yang asik bermain.
"Hi cucu grandma, boleh grandma gabung " ucap Ara meminta izin, sang cucu yang sedang asik asik bermain dengan mainan langsung menghentikan kegiatan, dan tanpa mereka sadari bocah kecil yang melihat mainan menarik langsung dia ambil dari sepupunya itu.
Dool Dool Dool
"Aaaaarrrrrrggggggg,,, Fio hentikan basah " teriak Aland, yang terkena peluru air di pistol mainan nya.
Bukan nya berhenti Fiona kecil semakin menjadi menembakan pistol air yang dia gunakan, bahkan snag grandma juga ikut serta dia tembak.
"Hahahaha " bahagia Fio, saat sang lawan mulai basah.
"Serang " instruksi sang grandma dan benar saja mereka langsung mengambil pistol mereka dan menembak pada sang lawan.
"Glandma tolong '' teriak Fio meminta pertolongan dan langsung bersemu di balik tubuh sang grandma untuk di jadikan temang.
Yang tadi ingin ikut bermain sekarang mau tidak mau grandma tercinta yang jadi basah kuyup, oleh ulah sang cucu tapi Tidka masalah baginya yang penting sang cucu bahagia sudah cukup untuknya.
Dan saat hari sudah sore dan keadaan mereka sudah sangat basah mereka menyudahi acara main dan membersihkan diri.
"Sekarang ayo kita mandi " ajak Ara .
"Holeee,, main ail " girang Fio kecil, dia paling senang mandi lebih tepatnya bermain air.
__ADS_1
"ck kau bukan mandi tapi kau bersemedi di dalam bak pink mu itu " ucap Felix, yang jengah dengan sikap sang kembaran satu ini.
Walau usia mereka baru menginjak usia 3 tahun, tapi putra pertama mereka sangat lancar berbicara berbeda dengan sang kembaran yang kadang menggunakan bahasa planet Bluto mungkin, yang tidak masuk jajaran planet katakan saja dia di pecat.
"Glandma akak jahat, huaaaa " Fio langsung menangis histeris sedangkan sang mommy yang sudah rapi dengan pakaian langsung membawa sang putri di gendongan.
"Fio apa yang terjadi sayang " tanya Aqeela, walau sudah mandi tapi Ara tahu betul apa yang di lakukan di dalam apa lagi terlihat di leher bekas kiss Mark.
"Sudah mandikan saja Fio, sebelum keluar tutup lah leher mu jangan sampai mata cucu ku ternodai " sindir Ara langsung membawa sang cucu laki-laki di kamar nya untuk memandikan Meraka.
"Kita balap adik cengeng " tantang Felix yang ikut mandi bernama sang sepupu, lihat saja dia pasti menang Karna sang saudara akan mandi sangat lama di bak pink nya, lebih tepatnya bermain.
"Huaaa,,, Daddy " teriak nya, sedang Werren di dalam sana sedang sibuk dengan ponsel nya dan setelah selesai dia langsung menghampiri sang putri yang sedang menangis.
"Hy,, apa yang terjadi gril " tanya Werren.
"Biasa Felix memang suka membuat adiknya menangis begini, ayo mandi kau sangat basah baju mommy ikut basah " mendengar itu Fio kecil semakin memeluk tubuh sang mommy biar ikut basah lagi.
Werren juga ikut memandikan sang putri, saat sang istri mengganti pakaian nya yang basah, sudah 1 jam berlalu tapi sang tuan putri masih enggan menyudahi bermain nya.
"Es Clem sudah ciap, ini es Cleam nya, 5 juta " ucap Fiona memberikan segelas busa pada sang Barbie.
Werren bahkan sampai menganga yang bener saja, menjual satu ini es cream 5 juta, bisa kaya mendadak jika begitu.
Ceklek ...
Pintu terbuka menampilkan sang putra yang sudah menyelesaikan mandinya dan mencibir sang saudara kembar yang masih setia di tempa semedi nya.
"Ck,,, sudah Kaka duga jika kau masih di sana, sekalian saja kau bertelur biar Daddy tidak menunggu dengan percuma " sindir Felix tanpa perasaan, sedangkan yang di sindir mencebik kesal.
"Daddy lihat Kaka, dia jelek sekali " kesal Fio, kan dia masih ingin mencari uang biar cepat kaya.
"Astaga Fiona belum selesai, sini biar sama mommy saja " Aqeela langsung mengambil alih Karna sang suami hanya memperhatikan entah apa yang dia pikirkan sekarang.
"Bagaimana aku bisa menunggu orang kesayangan ku " ucap Werren Pelan, bolehkah dia berangkat tahun depan saja.
__ADS_1
Cup
"Jika mommy harus ikut maka dengan senang hati sayang " ucap Aqeela setelah selesai memandikan sang putri dan langsung memasang pakaian untuk sang putri.
"Tidak sayang, berjanjian jangan pergi ke Eropa sebelum Daddy kembali " Aqeela hanya diam, tak ingin menjawab dia tidak tahu masalah apa yang besar di sana sampai dia tidak boleh ikut.
"Sayang " rengek Werren.
"Satu bulan jika tidak kembali maka sayang akan menyusul apa pun resikonya, Tidka ada penolakan titik " titah Aqeela, sedangkan Werren hanya mengangguk lemah, akankah dalam waktu sesingkat itu bisa di selesaikan? entahlah dia tidak yakin.
***
Dan malam ini mereka memutuskan untuk makan malam bersama, seakan menjadikan momen untuk sang menantu yang akan kembali ke negara asal tapi tak bisa membawa serta sang istri nya.
Semua anggota keluarga berkumpul untuk menikmati makan malam bersama, dan setelah selesai mereka langsung berkumpul di ruang keluarga, entah kenapa waktu begitu cepat berputar dan siap atau tidak siap dia harus meninggal orang yang dia cintai.
"Werren ingin mengatakan sesuatu " semua anggota keluarga langsung menatap Werren, berbeda dengan Aqeela yang menahan tangis, Ara bisa melihat itu bahkan Aqeela langsung pindah duduk di karpet bulu menemani sang buah hati bermain.
"Werren titip jaga Aqeela dan putra putri kami, malam ini Werren akan kembali ke Eropa " semua orang tentu terkejut, kenapa begitu mendadak.
"Mommy, kenapa cly-cly " tanya Fiona saat mata kecilnya menemukan sang mommy yang menghapus air matanya dengan cepat.
#Cry : menangis
"Tidak sayang, mom hanya kelipatan " bohong Aqeela, tapi mereka tidak percaya itu Fiona kecil pasti tidak berbohong.
"Apa yang terjadi nak, kenapa harus kembali mendadak " tanya Deven yang di anggukkan kepala oleh semua orang.
"Maaf dad, di sana sedang ada masalah, Werren titip Aqeela dan dua buah hati Werren " Mohon Werren.
"Tentu kami akan menjaga nya " ucap mereka semua.
Werren bernafas lega orang yang dia sayangi akan di jaga dan di lindungi, biarkan dia berjuang demi kebahagiaan keluarga kecil mereka, yang di mimpikan oleh nya.
Happy reading reader kesayangan otor 🥰
__ADS_1