TWINS BABY

TWINS BABY
Part 18


__ADS_3

"Aku menemukan nya " ucapan Felix mampu membuat para orang dewasa menghentikan pekerjaannya, dan langsung mendekati Felix.


Fio uang mendengar sang kembaran bicara, langsung mendekat dia tidak ingin ketinggalan walau mulut penuh dengan coklat, ckckck.


"My, Didi " dengan mulut penuh Fio bicara.


"Kurang ajar " geram Aqeela saat melihat sebuah video di markas yang berhasil di retas oleh sang putra.


Betapa hancurnya dunia Aqeela, melihat suaminya yang menghilang selama dua Minggu dan Sekarang keadaan tidak sadarkan diri, dan lebih parahnya lagi, orang kepercayaan suaminya lah dalang dari semua ini.


Tidak bisa di ragukan lagi, jiwa putra Eropa memang luar biasa, di usia mereka yang seharusnya bermain tapi tidak menutup kemungkinan menjadi anak genius, suatu kebanggaan bagi Aqeela, walau satunya sedikit berbeda, Fiona memang tidak sehebat Felix dalam dunia memainkan teknologi, tapi jiwa spikopat sudah muncul dan mungkin bisa lebih kejam dari yang lain, bagaimana dengan aunty nya ?, tentu kalah jauh.


"Jack " gumam Aqeela, senyum misterius terbit di bibirnya membuat Devan yang melihat itu merinding, sedangkan Ara masih fokus pada alat di samping nya.


"Jerman " satu kata mampu membuat Aqeela dan yang lain menatap sang mommy.


Ara yang di tatap langsung memutar laptop di hadapannya, biar mereka bisa melihat dengan jelas.


"Mereka membawa pergi suamiku " ucap Aqeela, saat melihat titik merah, itu adalah sebuah pesawat yang terbang.


"Dan seperti dia yang menekan koin itu " tunjuk Ara pada arah video di ponsel sang cucu.


"Willson " Ara tak tahu nama pria yang juga tertembak itu, tapi dia mengangguk merespon ucapan sang putri.


"Aku akan membalas nya, mom ayo kerahkan anak buah mommy ke sana " ucap Aqeela, ini adalah salah satu sifat yang tidak Ara sukai, " gegabah" Aqeela sangat gegabah untuk memutuskan sesuatu.


"Tidak semudah itu " ucap Ara lagi.


"Biar Aqeela saja yang pergi " Aqeela sudah membalikan badan untuk menyusul suaminya, yang membutuhkan pertolongan.


Istri mana yang tidak sedih melihat suaminya tidak sadarkan diri, mereka menaruhkan nyawa untuk semua yang mereka pertahankan sekarang.

__ADS_1


"My " protes Aqeela, saat pintu otomatis di kunci oleh remote kecil yang ada di atas meja.


"Kau tidak ingin melakukan sesuatu yang manis untuk penghianat itu sayang?" membuat Aqeela menyernyit dahi bingung dengan ucapan ambigu mommy nya.


"My ayo kita pelgi, Fio mau Dool Dool om jelek itu " ajak Fio langsung memegang pistol kecil yang tentu saja itu semua pemberian Daddy tercinta.


Katakan saja itu tidak baik, tapi Werren sudah mengantisipasi semua nya, dan berpesan pistol tersebut hanya boleh di gunakan saat waktu mendesak saja, dan mereka melakukan itu dengan baik.


"Perlu mom ingat kan kembali, kita hanya di lindungi di sini, tidak di Jerman, walau pun kita datang ke sana berhasil, mom tidak yakin mereka pulang dengan selamat setelah itu, pikirkan kembali, nenek buyut membangun markas ini dengan susah payah, lalu kita menghancurkan semua dalam sekejap? " Ara menjeda ucapan.


"Lalu bagaimana dengan kakek Alex, beliau rela meminta izin demi markas yang nenek buyut bangun, kita pasti membantu Werren, tapi jangan gegabah, semua tidak akan selesai " lanjut Ara lagi.


"Kakek tampan di Jerman " yang langsung di anggukkan kepala oleh Ara, lagi dan lagi sang cucu yang diam ternyata memberikan ide cemerlang.


Kakek tampan di Jerman yang di maksud oleh Felix adalah, king Darco , beliau adalah putra king Faaz yang sekarang menetap di Jerman, sebelumnya beliau tinggal di negara new York, tapi harus pindah Karna beberapa alasan tertentu dan yang penting dia memiliki kekuatan di dua negara tersebut, dan memiliki akses kuat negara lain.


"Sekarang kita meminta bantuan pada nya " Ara langsung mengotak-atik benda pipih di tangannya, dan langsung menekan ikon telpon.


Panggilan pertama gagal, membuat Aqeela sudah nyaris frustasi, belahan jiwanya, dunia nya hancur, saat melihat suaminya tak sadarkan diri.


Ara tidak menyerah, lagi dan lagi dan akhirnya panggilan ke enam terdengar suara berat di sebrang sana.


"Hello baby " jawab orang di sebrang sana, membuat Ara jengah.


"Apa aku mengganggu waktu pacaran mu " tanya Ara tanpa berpengaruh pada ucapan orang di sebrang sana.


"Hi Ara aku merindukan mu " teriak seorang wanita di Sebrang sana, dan Ara mengenal jelas suara itu, suara istri dari Darco.


"Aku juga merindukan Narcy " ucap Ara jujur.


"Sepertinya aku mencium bau darah segar, sudah lama aku tidak menghirup darah segar " Ara tersenyum kecut saat panggilan bisa di tebak, padahal dia belum mengatakan apapun sekarang.

__ADS_1


"Kau benar baby, Ara ku sayang apa yang harus kami lakukan untuk mu " tanya Narcy, sepasang suami istri yang kejam, dan tidak segan-segan untuk menjadi seorang vampir menghirup darah musuh.


"Kalian pasti mendengar berita di Eropa " Ara menjeda ucapan.


"Peperangan " ucap Darco, Sekarang pembicaraan mereka sudah mulai serius.


"Aku tidak tau pasti, Karna aku tidak bisa melacak semua itu, yang jelas target utama adalah menantu ku " jelas Ara.


"Apa yang harus kami lakukan " tanya Darco, jelas dia bisa melakukan apa pun, dia memiliki akses di Eropa.


"Sekarang mereka membawa menantu ku ke Jerman - " belum selesai Ara bicara, Darco tertawa menggelegar di sana.


"Mereka memang bodoh, kau tenang saja aku akan menyambut kedatangan mereka " ucap Darco.


"Kau tidak ingin datang kemari Ara, kami menjamin keamanan mu " tawaran yang menggiurkan, Narcy berikan pada Ara.


"Fio mau Dool Dool glandma " lihat jiwa spikopat sang cucu sudah timbul kembali setelah diam mendengar pembicaraan orang dewasa.


"Cucu ku, datang lah grandma merindukan mu " ucap Narcy.


"Dalam tiga jam, orang ku akan mengirim surat keamanan untuk mu datang ke Jerman, kuota cukup sepuluh orang saja " beritahu Darco.


"Aku tunggu " setelah itu sambung telpon berakhir.


"Suamiku tunggu aku " Aqeela membatin, dia akan membalas penghianat itu.


"Istirahat, sebelum kita berangkat ke Jerman " beritahu Ara.


Aqeela langsung membawa putra putri nya untuk istirahat, sedangkan Ara dan Devan beserta anak buah kepercayaan menyiapkan barang yang mereka perlukan, tidak perlu banyak hanya sedikit barang sambut saja, Karna di sana juga sudah canggih.


Apa yang terjadi setelah ini ?

__ADS_1


Simak terus cerita selanjutnya, jangan lupa dukung beserta hadiah nya biar otor lebih semangat lagi update nya 🤣


__ADS_2