TWINS BABY

TWINS BABY
Part 27


__ADS_3

Semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga, mereka sedang bersantai sambil menonton televisi, sedangkan dua bocah kecil yang duduk di karpet bulu asik dengan mainannya, terutama si Fio berbeda dnegan si Felix yang lebih senang membaca, astaga apa waktunya hanya membaca dan membaca.


"Akak toyong belbie Fio " pinta Fio pada sang Kaka, dengan mata dan ke-dua tangan yang memainkan barbie lain.


"Maacih " ucap Fiona, saat sang kak yang baik hati mengambilkan mainan yang dia inginkan, padahal berada tidak jauh dan berhubungan mainan itu berada dekat sang Kaka, sebagai adik yang baik hati mata dia harus memanfaatkan situasi menguntungkan tersebut.


Dasar Fiona!!


"Mu kemana " tanya Aqeela saat melihat sang putri yang bangun dari duduknya, memang dasar tidak bisa diam, pasti melakukan hal yang membuat mereka pusing.


"Mau minum " Fiona langsung mendekat pada sang mommy, dan saat itu Aqeela langsung dengan sigap membantu sang putri untuk minum susu yang memang sudah di siapkan sebelumnya oleh maid yang bertugas.


"cudah " beritahu Fiona kecil, sambil menjilati sisa susu yang meninggal di tepi bibir kecilnya.


Mereka yang melihat itu hanya menggeleng, memang tidak mau rugi jadi sus yang menempel di di bibirnya harus dia nikmati, mubazir kata nya.


"Sayang sini " ajak Narcy yang gemas pada sang cucu, Fiona kecil langsung mendekat dan berusaha naik di sofa besar yang membuat dia kesusahan.


"Tolong " mohon Fio, saat kaki pendek nya tidak bisa naik di atas, padahal dia sudah berusaha dan selalu gagal, Narcy dengan sigap membantu sang cucu.


"Dasar pendek " cibir seseorang, membuat Fiona yang sudah duduk dengan nyaman langsung menatap tajam seseorang yang mengejeknya, sedangkan yang di tatap hanya mengangkat bahu acuh, dia tidak takut dan dia juga bisa melakukan hal yang sama.


"Sayang " tegur Aqeela pada sang putra.


"Maaf my " ucap Felix.


Bleukkk


Fiona langsung menjulurkan lidah, pertanda dia menang dan saudara kembar kalah, sedangkan Felix yang melihat itu hanya menggeleng dengan sikap saudara kembar.

__ADS_1


"Sayang, apa kau senang tinggal di sini " tanya Narcy pada Fiona, Ara yang semulanya fokus menonton langsung mengalihkan pandangan menatap tajam Narcy yang tidak peduli.


Sedangkan Fiona yang di tanya, sempat berfikir sebelum menjawab, jangan asal bicara tanpa berpikir dan bahkan membuat seseorang sakit mendengar nya.


"Narcy" panggil Ara.


"Senang, kakek selalu belikan mainan" jujur Fiona kecil, baru beberapa hari tapi mainan mereka sudah penuh satu lemari membuat Fiona bahagia, dia bisa dengan bebas bermain, apa lagi mainan bisa memastikan lawan, keren kan? keren lah masa gak!


"Fio mau tinggal sama kakek dan nenek " tanya Narcy tanpa memperdulikan wanita sebaya dengan nya sudah siap-siap memasang kuda-kuda untuk menyerangnya.


Bahkan Aqeela juga langsung menatap Narcy yang mengajukan pertanyaan aneh itu pada snag putri, membuat Aqeela was-was, jangan sampai, dia tidak ingin berpisah dengan putri walau hanya sebentar.


"Emmm,,, Fiona sempat berpikir mempertimbangkan ajakan yang menarik, tapi belum sempat dia menjawab sudah di Jawab oleh seseorang, " Tidak boleh " jawab Felix cepat membuat wajah Fiona kesal, bukan itu jawaban, dia tidak setuju dengan jawaban sang kak.


"Akak " kesal Fiona bahkan dia sudah memajukan bibirnya berapa senti pertanda jika dia kesal sekarang.


"Kita tidak boleh terpisah " jelas Felix, biar bagaimanapun dia kesal dan jengkel pada sang adik nya yang menyebalkan dia tetap menyayangi sang kembaran, sebagai Kaka dia akan menjaga dan melindungi adiknya.


Wajah Fiona semakin cemberut, dan langsung menatap sang nenek.


"Tunggu Fio besar, sekolah di sini tinggal bersama nenek " ucap Narcy membuat Fiona berpikir, tunggu besar? Fiona langsung melihat tubuhnya yang pendek dan cantik, jelas itu first number kecantikan Fiona tidak bisa di kalahkan.


"Tunggu saja sampai kau besar " ucap Felix yang mengerti apa yang di pikirkan oleh adiknya, lagi dan lagi Fiona cemberut, Karna menurutnya sangat lama.


"Awas saja jika cucuku mau, akan ku tembak kepala mu " ancam Ara, membuat Narcy tertawa dengan kerasnya.


"Hahaha, perlu anda ingat nyonya, anda sedang di kawasan saya " ucap Narcy dengan bangganya, membuat Ara memutar mata jengah.


Jika dia melakukan kesalahan, maka siap-siap dia akan berakhir di jeruji besi ataupun tinggal nyawa lagi, awas saja dia datang di kawasannya, dia akan membalasnya.

__ADS_1


"Ih nenek, belisik " kesal Fio langsung turun saat merasa gendang telinga sakit, dan melanjutkan acara main yang tertunda.


***


Sedangkan di sebelah barang, tempatnya hutan yang jauh dari keramaian dan tertulis terlarang, sebuah mobil nerobos Masuk.


"Apa masih jauh " tanya Devan, yang sejak tadi hanya diam dan rasanya pantas Devan sudah pegal terlalu lama duduk.


"Lumayan " jawab Darco, dengan terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Akhirnya mobil yang mereka naiki berhenti memasuki gerbang menjulang tinggi, dan saat itu barisan pria pria berbaju hitam membungkukkan badan saat mobil yang mereka naiki memasuki kawasan yang entah lah mereka tidak bisa mengukurnya, Karan begitu sangat panjang, dan sekarang mereka bisa menebak dimana sekarang.


"Markas "


Satu kata, dan di sana terdapat tugu khas Jerman yang di desain khusus dan bertabur emas, saat mobil berhenti mereka langsung turun dan saat itu seorang pria langsung mendekat, sebelum mengatakan sesuatu, entahlah Devan tidak bisa mendengar itu Karena mereka bicara sangat kecil.


"Kabari aku perkembangan nya" ucap Darco.


Mereka langsung berjalan memasuki bangunan tinggi tersebut, Devan bisa melihat wajah grandma yang terpajang disana.


"Grandma " gumam Devan, jika Istrinya berada di sini pasti dia sangat senang saat wajah wanita hebat, panutan mereka berada di sini mengenang dan membuat mereka tidak lupa.


Sedangkan Werren hanya diam, memperhatikan sekitar dia tidak mengenal jelas sosok indah, dia hanya melihat gambar dan istrinya yang membicarakan, dan sekarang dia mengerti tidak hanya hebat dari segi fisik tapi menjadi seorang wanita yang hemat dan tangguh perlu perjuangan yang sangat luar biasa.


Mereka memasuki lorong kecil, dan kembali mereka masuk dalam ruangan yang terpisah, mereka langsung masuk dalam ruangan dimana para musuh di amankan, kondisi yang sangat menganaskan membuat siapa saja melihat merasa takut, tapi untuk dunia mafia itu hal biasa hanya saja ini lebih dari batas penyiksaan mereka, dan tidak heran mereka di takuti dan di segani, mereka tidak segan-segan memakan darah bak seperti vampir, Werren lagi-lagi tidak percaya dia juga mafia tapi tidak lebih dominan ke kekuasaan bisnis, mafia hanya untuk keamanan demi semua yang dia capai, tapi tidak untuk Darco dia semua unggul, hanya saja show profil.


"Lepaskan aku brengsek "


Ayo siapkan nafas dulu, sebelum kita lanjut part selanjutnya 💕

__ADS_1


Hadiah, Hadiah awas aja kalua gak di kasih 🗡️🗡️


Canda ✌️


__ADS_2