
3 Tahun kemudian.
Di taman belakang yang ada di Mension utama Benata, empat bocah kecil asik dengan mainan masing-masing tapi salah satu dari mereka langsung bangun saat melihat sesuatu yang menarik perhatian mata cantiknya.
"Jangan lali-lali " sambil berlari kecil dia mengejar kupu-kupu cantik yang menghinggapi bunga satu ke yang lain nya.
Kupu-kupu tersebut semakin menjauh, bocah kecil yang merasa akan kehilangan mempercepat langkahnya dan tidak hati-hati pada jalan yang dia pijak tapi tiba-tiba dia oleng saat tanpa sengahja kaki kecilnya menginjak batu yang entah kenapa ada di sana.
Bughhhh...
Tiga bocah kecil lainnya yang mendengar itu langsung berlari menghampiri gadis kecil yang sudah mencium jalan yang terdapat krikil kecil.
"Huaaaa,,, mommy " teriak nya melengking, Bahkan dia masih di posisi nya.
"Fiona " tiga bocah kecil langsung membantu adik kesayangan mereka yang sudah menangis histeris, menahan sakit dan bahkan lutut memerah.
"Ayo tidak apa-apa, Fio anak kuat " ucap Aland menenangkan.
"Ayo kita gendong " dan di anggukkan kepala oleh dua laki-laki tampan.
Bagaimana posisi tiga bocah laki-laki mengendong princess Fio, tentu saja satu di bagian atas (bahu), di tengah (perut ), dan bawah (kaki).
"Huaaaaa,,, mommy tatit " teriak nya dalam gendongan ketiga saudara nya.
***
Aqeela dan yang lain mendengar itu langsung berlari menghampiri suara dan saat melihat putrinya sudah di gendong, dia langsung berlari membawa putrinya dalam dekapan hangat nya.
"Huaaaa,,, mommy tatit " adunya pada sang mommy tercinta.
"Ayo kita obati " ucap Aqeela, Membawa masuk putrinya dan di ikuti oleh yang lain .
"Bibik Tolong ambil p3k " perintah Dinda, maid langsung mencari P3K yang di inginkan oleh sang nyonya besar dan menyerahkan pada nona mereka.
__ADS_1
"Nona ini P3K nya " sambil mengulurkan kotak segi empat itu dan langsung di terima oleh Aqeela dan dengan telaten dia mengobati luka yang ada di lutut putrinya.
"Hiks,,, tatit My " Isak Fio Kecil, sedangkan sang nenek buyut dengan sigap memeluk Fio kecil.
"Fio anak kuat, mommy akan mengobati sayang " ucap Dinda menenangkan, sang cicitnya.
Dan bertepatan dengan itu sang Queen sampai dan langsung berlari saat melihat di ruang keluarga berkumpul dengan rintihan sang cucu, tentu dia sangat kenal dengan tangis ini.
"Hiks,,, tatit " Fio kecil terus merintih kesakitan.
"Sudah, sini sama mommy " ucap Aqeela setelah memberi plaster di lutut putri nya, dan langsung mendekap erat tubuh mungil yang masih sesegukan.
"Sayang apa yang terjadi " ucap Ara khawatir, apa lagi melihat luka di lutut cucu nya, Aqeela menggeleng sambil mencium kening putrinya.
"Apa yang terjadi boy " tanya Winda pada sang putra.
"Maaf my, kami tidak menjaga adik dengan baik " ucap Alend takut, bahkan dia sampai menunduk takut sang mommy marah.
Tapi percayalah wanita cantik satu ini tidak pernah sekali pun marah pada sang putra, yang tidak pernah melakukan kesalahan di matanya, mereka putra yang begitu baik dan selalu menurut apa yang mereka katakan.
"Tidak apa boy, kalian sudah hebat membantu adik kecil " ucap Aqeela.
"Cucu grandma memang hebat " bangga Ara.
"Hiks,,, tupu-tupu nakal my " aduk Fio di sela tangis nya.
"Kupu-kupu tidak nakal sayang, putri mommy yang kurang hati-hati, bagaimana jika tidak ada Kaka siapa yang menolong Fio nanti, lain kali berhati-hati okay gril " Aqeela memberikan pengertian dengan lembut biar putrinya tidak sedih .
"Maaf my " sesal Fio.
"Katakan apa pada Kaka yang sudah mengendong princess mommy " ucap Aqeela mengingat kan.
"Maacih akak, sayang akak bannak-bannak, srukkk " ucap Fio, dan tidak lupa dengan menyedot hingus nya.
__ADS_1
"Adik jorok " Felix merasa jijik dengan adiknya yang tanpa malu menyedot hingus nya.
"Huaaaa,,, mommy " Fio semakin kencang menangis Karna di katai jorok oleh sang kembaran.
"Cukup drama sayang, itu mobil siapa sampai " ucap Aqeela yang mengenal jelas suara mobil yang sampai.
"Daddy " bahkan Fio langsung melompat dari pangkuan sang mommy, dan berlari menuju pintu utama.
"Sayang hati-hati " peringat Aqeela langsung mengejar sang putri yang berlari dengan sempoyongan, Karna lutut masih sakit.
Huuuppp
"Gril jangan berlari nanti ja .. " ucapan Werren terhenti saat melihat plaster pink yang ada di lutut sang putri.
"Sayang maaf mom gagal menjaga Fio " Aqeela tahu jika dia membuat putrinya terluka, dan membuat wajah sang suami berubah.
Cup
"Baby jangan bersedih, maaf sudah membuat sayang kerepotan menjaga mereka " ucap Werren, tapi Aqeela menemukan sesuatu yang aneh pada suaminya.
"Sayang are you okay " tanya Aqeela, lagi dan lagi Werren tersenyum tapi senyum kali ini berbeda .
"Baby, aku harus kembali ke Eropa " Werren menjeda ucapan dan benar dugaannya wajah sang istri berubah bahagia, semenjak lahiran dia Tidka pernah ke Eropa dan dia merindukan suasana Eropa walau di hati tetap lah Indonesia di mana dia di besarkan.
"Tapi kali ini bukan waktu yang tepat untuk kembali baby, ini sangat berbahaya " ucap Werren.
Apa maksud suaminya, kenapa otak cerdiknya tidak bisa berpikir ?
"Baby, apa yang terjadi " tanya Aqeela.
"Nak Werren ketinggalan sesuatu " tanya Ara, sambil mengiringi cucunya yang ingin bertemu sang Daddy.
"Mom, boleh Werren minta bantuan ?"
__ADS_1
Next part selanjutnya kak dan jangan lupa untuk mampir di karya yang lain 🙏