Ulong Belati

Ulong Belati
Penutup


__ADS_3

Seminggu setelah pertempuran di pulau tak bernama, di lepas pantai wilayah Langkat.


Pagi ini udara begitu segar dan sejuk, karena matahari baru saja terbit di ufuk timur.


Awang duduk bersila, dengan Mardiani dan Salhah duduk bersimpuh di kanan kirinya. Sedangkan Angku Razak duduk bersila menghadap mereka.


Awang terlihat sangat rapi, berpakaian adat Melayu, berbaju dan bercelana merah. Kain songket dikenakan menutupi pinggang hingga ke pertengahan pahanya.


Kepalanya juga mengenakan penutup kepala berwarna merah yang pada satu sisinya di lipat berbentuk segitiga menonjol ke atas.


Rambutnya sudah tidak lagi gondrong karena kemarin Mardiani dan Salhah memangkasnya, membuat Awang benar-benar rapi, tampan, dan kelihatan sangat muda. Tapi brewoknya tidak di cukur habis karena kedua gadis suka melihatnya.


Sedangkan Mardiani dan Salhah saat itu keduanya mengenakan baju berwarna kuning dengan sulaman benang emas, di bagian bawah mengenakan kain songket berwarna merah hingga ke mata kaki, dengan selendang yang juga merah di lilitkan menutupi rambut.


Angku Razak menyalam dan menggenggam tangan Awang.


"Saya terima nikah Mardiani Binti Razak, mas kawinnya sebuah cincin emas seberat dua gram, tunai", ujar Awang dengan suara gemetar.


Angku Razak menatap hadirin, "Sah!!!", teriak Mat Kecik dengan semangatnya. Yang lain sampai kaget mendengarnya. Arman menyikutnya, "Biar cepat", bisik Mat Kecik terkekeh. Tama yang juga bertubuh besar memiting leher Mat Kecik karena gemas melihat tingkahnya.


Rustam menyerahkan sebuah cincin emas kepada Awang, lalu Awang memasangkan cincin tersebut ke jari manis Mardiani.


Setelah itu dilanjutkan dengan akad yang sama untuk Salhah. Dan walau dengan suara gemetar, Awang pun berhasil menyelesaikan akad Nikah dengan Salhah.


Kini kedua perempuan ini sudah sah menjadi isterinya. Tapi Awang tak berani menatap mereka, kegarangannya hilang sama sekali. Sesudah mengucapkan akad dia menunduk malu dan takut. Sedangkan Mardiani dan Salhah justru tersenyum geli melihat tingkah Awang.


Setelah prosesi selesai, bertiga mereka menyalami dan mencium tangan Angku Razak.


Angku Razak tertawa tapi matanya berkaca-kaca, "sudah lepas amanah saya mendidik putri dan ponakan, sekarang mereka adalah tanggung jawab ananda, kuharap ananda dapat mendidik dan memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya", ujarnya menepuk-nepuk pundak Awang.


Awang tidak bisa berkata apa-apa, dia cuma mengangguk dengan kaku.


Ulong tersenyum senang, sedangkan Laksmi menatap dengan terharu, karena kini anak-anak didiknya telah diperistri orang.

__ADS_1


Angku Razak menatap ke arah mereka berdua.


"Kalau ananda mau, saya dapat menjadi wali hakim menggantikan ayah ananda untuk menikahkan kalian", ujar Angku Razak.


Ulong dan Laksmi tersentak kaget dengan wajah memerah mendengar ucapan Angku Razak yang begitu terus terang.


Ulong nyengir lalu garuk-garuk kepala, sedangkan Laksmi tersenyum malu, dicubitnya paha Ulong.


"Bukan kami tak mau Angku, tapi kami berencana meminta restu pada ayah dan Ibu Laksmi terlebih dahulu", Ulong menjelaskan.


"Aah", Angku Razak mengangguk paham.


Acara pernikahan pun dilanjutkan dengan syukuran berupa makan seadanya di atas dek.


Awang segera bergabung dengan para pria, sedangkan Mardiani dan Salhah duduk bersama Laksmi.


Pagi itu benar-benar indah dan syahdu.


⚜️⚜️⚜️


Ulong, Laksmi, dan Putra berpamitan kepada teman-teman mereka yang sudah hampir lima bulan ini bertualang bersama.


Setelah pertempuran di pulau tak bernama mereka memang sudah berniat untuk kembali ke markas mereka di Bahorok, tapi mereka bertiga menundanya demi hadir di pernikahan Awang.


Mereka di antar dengan sekoci menuju pantai oleh dua orang anggota Rustam ke sebuah desa di pinggir pantai. Dan dari situ mereka akan menempuh perjalanan darat, menuju ke markas Ulong di wilayah Bahorok.


The End


For Now


⚜️⚜️⚜️


Epilog

__ADS_1


Kisah Ulong Belati ini saya tuliskan dengan maksud sebagai bacaan hiburan. Kisah ini adalah fiksi sejarah, dengan kata lain kisah ini adalah fiktif, (kecuali bagian sejarahnya, tentu saja).


Selain itu, dengan mengambil latar belakang sejarah tentang perjuangan rakyat, penulis berharap agar orang-orang tidak melupakan tentang perjuangan, budaya, dan peradaban, orang-orang sebelum kita.


Banyak sudut kota yang kita sering lewati tanpa kita sadari ternyata memiliki nilai historis yang terlupakan, beberapa tempat sering kita lintasi tanpa tahu sekitar seabad lalu tempat itu sudah ada dan pernah ditorehkan sejarah padanya. Padahal nilai historis ini adalah pondasi peradaban masyarakat di wilayah tersebut.


Alhamdulillah novel ini sepertinya telah dibaca ribuan kali.


Dan penulis mengucapkan terima kasih buat para pembaca yang telah membaca tulisan ini, karena tulisan ini tidak ada artinya kalau tidak ada yang membaca. 🤗🤗🤗


Spesial terima kasih buat yang sudah like, vote, favorit, dan rate, thx a lot, love you dear readers.


Ini adalah novel pertama saya.


Sebelumnya saya pernah iseng menulis dua komik, bisa di search di internet (kalau mau), judulnya keluarga kecil Ardita, dan X-DNA, tapi tidak dilanjutkan karena menggambar sambil menulis cerita itu sangatlah berat 😔.


Jauh sebelum itu saya juga pernah menulis cerita lepas, membuat karikatur, dan kartun di beberapa media massa di Kota Medan.


Kisah ini berakhir di episode ini, untuk babak ini, karena saya hendak menuliskan kisah yang lain.


Kemungkinan kisah ini akan di lanjutkan dengan judul Ulong belati juga, tapi dengan ditambahi judul tambahan. Yang pasti Ulong, dan mungkin Laksmi juga akan hadir.


Sedangkan bang Awang. Mungkin kelak aku akan menuliskan tentang masa remajanya dan teman-temannya yang jago tapi usil, sepertinya itu bakal seru 🤔


Siti juga akhirnya menikah dengan Paijo, sedangkan Arman, Mat Kecik dan teman-teman Awang yang lain, sementara ini melanjutkan bertualang di laut bersama Rustam sebagai nakhoda.


Heidrich, dan Jhon, mereka berdua seharusnya di peradilan militerkan karena kalah terus menerus, dan sepertinya bakal jadi kisah menarik kalau diceritakan pada kisah berikutnya.


After All, jangan lupa follow saya, untuk mendapatkan update novel berikutnya yang akan saya rilis


Hormat Saya Pujo Prasetio


Assalamualaikum Wr.Wb.

__ADS_1



__ADS_2