Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
part 9


__ADS_3

         Pukul 06.15


         pagi ini Aeris sudah berada di dapur dan bergelut dengan alat masak sejak sepuluh menit lalu.


              Menu pagi hanyalah nasi goreng dengan beberapa campuran seperti sosis, telor, worteng, kacang polong dan ayam. (Mantap kali bukan nasi goreng ala mereka heheh)


            Aroma masakan yg di buat aeris ternyata membangunkan biyan dari tidurnya. Berjalan pelan menuju kamar mandi membersihkan dan mandi.


           soal pakaian, Beruntung biyan selalu membawa stok pakaian di dalam mobilnya jadi dia tidak perlu khawatir jika suatu waktu dia menginap di rumah orang. Seperti saat ini.


        sepuluh menit selesai dengan rutinitas paginya, dia keluar dari kamar bersamaan dengan aeris yg sedang menata makanan di atas meja.


         Bukanya menghampiri aeris atau mengucaplan 'Selamat pagi' pria itu malah bersandar di pintu mengamati aeris yg sedang lincah berjalan kesana kemari menyiapkan sarapan pagi.


        Ah rasa-rasanya biyan seperti mempunyai istri yg memperhatikanya.


       "Selamat pagi, pak?" sapa aeris saat tidak sengaja melihat siluet seseorang di depan pintu kamar.


        Biyan tersadar dari lamunanyadan tersenyum tipis, membalas sapaan aeris juga menutupi rasa malu dan terjekutnya karna ketahuan memperhatikan gadis itu.


          Tanpa di auruh biyan duduk di kursi meja makan, memperthatikan aeris yg mulai melayani nya. Sepertinya aeris sudah cocok menjadi istrinya. Selain masakan gadis itu yg benar-benar enak, aeris juga cekatan dalam bekerja dan berani memberikan kritik dan saran padanya tanpa perduli jika dia adalah atasan yg bisa dengan mudah memecatnya jika dia tidak menyukai sekertarisnya itu.


          "Pak, jangan ngelamun. Saya gak mau ya setan yg di rumah saya ngerasukin bapak, soalnya susah keluarnya." Aeris menggeleng saat lagi-lagi dia mendapati biyan melamun, entah apa yg di pikirkan pria itu, Aeris tidak peduli.


        Tidak ingin memulai ribut di pagi hari, Biyan mulai memakan nasi goreng buatan aeris. Benar saja. Untuk kedua kalinya matanya berbinar merasakan masakan aeris yg sangat lezat.


       Aeria menggeleng pelan melihat biyan makan dengan lahap memakan nasi goreng buatanya. Bahkan pria itu tidak malu untuk nambah.


         Setelah sarapan, aeris membereskan meja makan dan hendak mencuci piring. Tapi tangan nya tiba-tiba di cekal oleh biyan. "Kenapa pak?"


         "Biar saya saja, Biar saya yg mencuci piringnya." kamu cepat paki pakaian, dua puluh menit lagi kita harus sudah ada di kantor." Ucap biyan yg tidak ingin di bantah. Tanpa sadar pria itu memutar keran air dan mencuci tangan aeris yg sebelumnya terkena sabun.


         "Eeh, biar saya saja pak. Bapak kan udah mandi, nanti bajunya basah." tidak mungkin kan bosnya itu datang ke kantor dengan baju basah di bagian depanya?


          Saat aeris hendak mengambil Sponge di tangan biyan. Dengan cepan biyan memutar tubuh aeris dan mendorongnya pelan. "ini perintah saya tidak suka di bantah!" Tegasnya.


         Terpaksa aeris berjalan menuju kamarnya dan bersiap-siap sesangkan biyan mulai berkutat dengan piring dan gelas kotor yg di cuci.


         "Apa semuanya sudah ada?" tanya biyan setelah melihat aeris sudah rapih dan dia juga sudah selesai mencuci piring.


         Aeris mengangguk. "Sudah pak." Jawabnya.


          Setelah mengunci pintu rumah, aeris di kejutkan dengan tangan besar yg menariknya menuju mobil hitam milik bosnya.


          "Eeh, pak mau ngapain?" tanya aeris setelah sampai di dekat mobil.


          Biyan mengangkat sebelah alisnya. "Berangkat ke kantor."


          "Tapi gak sama saya juga kali, pak. Berangkatnya amsing-masing aja. Ini saya udah pesan ojol, bapak bisa berangkat duluan." gadis itu beralih duduk di kursi yg ada di teras rumahnya tidak mempedulikan bosnya itu.


Biyan berdecak kesal. "Cancel saja,kamu berangkat sa-". Ucapan biyam terpotong saat tiba-tiba aeris berdiri dan menyela ucapanya.



"gak bisa pak, tuh ojolnya udah ad." aeris menunjuk seorang


bapak-bapak dengam jaket berwarna hijan tengah senyum ke arah mereka.


Sebelum aeris berjalan, biyan lebih dulu menghampiri ojol itu dan menyodorkan tiga lembar uang merah pada ojol itu. "penumpangnya bisa di cancel, dia berangkat sama saya." ujar nya datar. Setelah ojol itu menerima uang yg di berikan sebagau ganti rugi.



"Saya tidaj suka di bantah." kata biyan dingin saat aeris hendak melayangkan protes.

__ADS_1



Dengan lembut biyan mendorong tubuh mungil aeris ke dalam mobil tepat nya di jok samping kemudi kemudian memutar untuk masuk di jok sebelah dan segera tancap gas menuju kantor.



Selama perjalanan, aeris hanya membacakan jadwal apa saja yg akan di lakukan biyan hari ini setelah nya hanya hening yg melingkupi mereka hingga tiba di kantor.



aeris menggrutu dalam hati dia pastikan seratus persen bahwa dia pasti akan di jadikan pergosipan panas para karyawan terutama perempuan nantinya, tunggu saja.



\*\*\*\*



Sepanjan memasuki lobi perusahaan, Aersis sudah dapat ne berbagai tatapan para karyawan yg di lewatinya,bagaimana tidak. Dia orang pertama yg berjalan tepat di samping CEO selain rekan bisnis dan klien penting perusahaan. Biasanya para karyawan dan sekertaris sebelum nya hanya dapat berjalan di belakan CEO tapi sepertinya aeris mendapatkan posisi istimewa.



Tetlebih lagi aksinya kemarin yg menyelamatkan seorang office girl dari amukan bos besar hingga di jadikan sekertaris, jangan lupakan kejadian kemarin juga saat dirinya dipapah oleh biyan hingga pulang bersama.



Tapi sepertinya kesian dia tidak sampai di situ saja. Melainkan pagi ini dia membuat heboh saat datang bersama dan semobil dengan si bos besar.



kesialan mana lagi kah aeris dustakan?




"Sepuluh menit lagi anda ada rapat triwulan bersam petinggi perusahaan pak." kata aeris setelah sampai di ruangan.



Biyan mengangguk kemudian duduk di kursi kebesaranya. Sedangkan aeris menuju mejanya untuk mempersiapkan apa saja yg di butuhkan saat rapat nanti.



\*\*\*\*



Rapat bersama petinggi perusahaan saat ini sangat mencengkam karena ada beberapa karyawan yg melakukan korupsi.



"Saya tidak mau tau, laporan keuangan dari enam bulan lalu harus sudah ada di meja saya dua puluh menit setelah rapat ini berakhir." Biyan menatap tajam kepala keuangan dan jajaranya yg tidak berani mengankat kepala menatap dirinya.



Aura tegas dan kepemimpinan biyam menguar di ruangan itu. Aeris yg semula biasa-biasa saja sekarang mulai tegang dan merasa was-was saat biyan mengamuk hingga menghancurkan ruang rapat melihat pria itu seperti ingin memakan orang saja.



"Baik pak." Jawab pak agung selaku kepala bagian keuangan.


__ADS_1


Biyan kini menatap tajam dua orang kepercayaanya. Anneth dan Danzel dua bersaudara itu balas menatap biyan dengan tatapan datar.



"Kalian cari tikus-tikus itu dan masukkan ke dalam kandangnya." Anneth dan Denzel mengangguk mengerti. Pekerjaan mereka memang seperri itu, mencaru tikus-tikus kecir yg berani bermain dengan biyan.



"Kalian semua jika ingin menjadi mereka silahkan, tapi jangan salahkan saya jika kalian dan ketutunan kalian akan habis tak tersisa di tangan saya." Peringat biyan yg membuat mereka yg berada di sana mengangguk takut, termasuk aeris.



"Rapat triwulan ini saya akhiri, Saya ingin mereka sudah tertangkap dalam dua hari." Ucap biyan dan melangkah keluar ruang rapat.



Selepas kepergian biyan akhirnya mereka bisa bernafas lega. Tadi rasanya bernafas saja susah saking mencekam nya aura bos mereka.



"Pak biyan emang gitu ya kalau rapat?" Tanya aeris pada anneth yg duduk di sampingnya.



gadia dua puluh enam tahun itu mengangguk. "Bahkan dulu pernah lebih parah dari rapat tadi. Minimal gebrak meja tadi tumbenan tuh bos triplek gak koar-koar. Jelasnya



Wah, sepertinya aeris harus hati-hati dengan bosnya itu, karwna dari pertemuan pertama mereka hingga hari ini. Baru pertama kali melihat biyan marah dan itu benar-benar menyeramkan. Lantas bagaimana kemarahan pria itu sebelum dirinya menjadi sekertaris biyan?



Anneth dan aeris seperti nya menjadi teman dekat mengingat mereka berdua adalah gadis yg melawan biyan. Dulu sebelum aeris menjadi sekertaris pri itu. Anneth lah yg mengatur jadwal pria itu walau sudah mempunyai sekertaris. Tapi semenjak kedatangan aeris beban Anneth sedikit berkurang karna gadis itu.



padahal mereka baru bertemu dan berkenalan sebelum rapat di mulai tapi dua gadis itu sudah membicarakan banyak hal seperti menggosipi beberapa karyawan hingga bos mereka, benar-benar sefrekuensi.



"***AERIS DIMANA KAMU, CEPAT KERUANGAN SAYA***." teriakan itu membuat orang-orang yg masih berada di dalam ruang rapat terlonjak kaget.



Begitupun aeris dia ingin menghilang saja saat banyak pasang mata yg kini tertuju padanya. "Saya permisi dulu, pak biyan memanggil." ujarnya sopan.



"kak nanti lagi ya lanjutnya." ujarnya pada anneth.



Anneth mengacungkan jempolnya. "Oke sans aja, meja gua ada di depan ruangan pak biyan, yg sering kalian lewati." balasnya



Aeris lantas berjalan cepat menuju ruangan biyan yg juga menjadi ruanganya. Entah apa lagi yg membuat pria itu meneriaki namanya.



"kalau tuh om-om mulai kumat gak segan-segan gue getok kepalanya."


__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2