Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
bab 33


__ADS_3

"terserah lu pada lah, Ai nangis minta kalian buat pulang cepat" setelah itu arsen langsung menutup pintu tanpa mau mendengar teriakan keduanya. Tidak lupa dia mengunci pintu untuk memberi Aro dan Lio sedikit pelajaran.


Mendengar adik mereka menangis. Refleks Aro dan lionel Lig out dari game yg mereka mainkan. Secara otomatis tim mereka kalah karena kurang dua personil


"Aro kampret, kenapa lo keluar sih, kan kita kalah." umpat seseorang cowok kemudian melempar asal hp nya. Masalah rusak belakangan, dia masih punya uang. Namanya bagas dia cowok emosian dengan level kesabaran setipis tisu dibelah tujuh


"gak setia kawan lo bos!" seru cowok berkaca mata dengan wajah merah menahan kesal. Namanya melvin


Aro dan Lio serempal menoleh "GAK PEDULI!" yg mereka pikirkan sekarang adalah si bungsu keluarga millan


"WOY SEN, BUKAIN PINTUNYA!" teriak aro sambil menggedor pintu kayu itu


"ARSEN SETAN, GUE PECAT LU DARI EAGLE, BUKA PINTUNYA!" sekarang leader eagle yg berteriak


Apakah arsen peduli, tentu tidak. Bahkan sosok nya sudah meninggalkan markas dua menit lalu meninggalkan dua manusia itu.


"mampus kan kalian" monolog arsen setelah keluar dari markas. Dia masih mendengar teriakan kedua bocah maniak game itu dari pintu utama markas


Dapat di tebak seberapa keras suara mereka


"ngapain si bos, gedor gedor pintu? Noh, pintu yg satunya masih kebuka." kata seorang cowok menunjuk pintu di pojok taman sembari sedang mencuci tanganya yg kotor entah sudah melakukan


Aro dan Lionel mengumpati diri mereka masing masing karena terlalu panik, mereka sampai lupa jika pintu penghubung taman belakang dengan markas bukan hanya satu.


"gas, kasih tau angkasa suruh jaga markas!" seru lionel pada bagas yg sedang berada tidak jauh dari mereka


Bagas mengangkat sebelah tanganya. "Yoay!"


Selepas kepergian Aro dan lionel, seluruh penghuni markas bertanya tanya. "siapa bunda yg di maksud arsen?"


"bukanya si twins sama lionel anak broken home ya?" monolog bagas yg masih dapat di dengar oleh mereka yg berada ditaman itu.


"loh, rumah mereka rusak?" celetuk calvin dengan wajah watados minta di tampol


"siapa bilang rumah mereka rusak calvin anaknya bapak asgard" greget bagas


"loh, tadi lo kan yg bilang mereka anak broken home? Berarti rumahnya rusak dong." sahut calvin tidak mau kalah


PLAKK!


Semua yg ada di sana seremoak menepuk dahi, "gak gitu maksudnya bocah!" sentak bagas kesal sendiri

__ADS_1


"terus ap-"


Perkataan calvin terpotong karena seorang cowok yg membekap mulutnya. "heran gue sama lu, bisa bisa nya jaid emmber eagle padahal otak lo separuhnya ada di rumah.ckckc!" ucao cowok itu


"hmmmph.." sedangkan calvin, cowok itu tengah berusaha melepas bekapan tangan cowok itu dari mulutnya. Wajahnya sudah memerah karena napasnya tinggal sedikit dan juga "Hueekkk.. Tangan lu habis megang apa tadi? Bau tai anjiirr."


"oh tadi gue habis nangkap kecebong di got samping lupa tangan gue belum di sabuninn" cowok yg membekap calvin menjawab satai pertanyaan cowok manis itu dengan 0.01 persen rasa bersalah pada dirinya. Namanya christian, ingat cowok yg memberitahukan lio dan aro pintu taman belakang . Cowok itulah pelakunys


Mata calvin semakin nerkaca kaca "hiksss... huaaaa mamii. Calvin mukanya bau tai!" pevah sidah tangisan cowok manis itu kemudian membawa mereka yg berada di taman serempak menutup telinga


Calvin selain terkenal dengan julukan si lola, dia juga anaknya cengeng dan mudah menangis karena hal hal kecil. Seperti ini contohnya


"hehh, cris tanggung jawab lo, susah nih si calvin di diemin kalo gak sama pawangnya." seru bagas pada cristian karena sudah tidak tahan dengan tangisan memekakan telinga milik calvin


****


BRAKKK


"BIYAN AZTARA MILLAN! MANA LU ABANG KAMPRET!" suara dengan nada melengking itu berasal dari seorang gadis yg berada di depan pintu mansion keluarga millan


"Astaghfirullah, lionel mengusap dadanya yg datar sebari beristighfar melihat kelakuan aunty barbarnya, siapa lagi kalau bukan, QUEENZEL CASTOVA MILLAN adil satu satu nya biyan


Dengan tidak elegan dan estetik, gadis tomboy itu masuk dengan langkah lakik nya mencari sosok kakkanya yg sedikit sableng itu. Melupakan dirinya yg seorang model papan atas


Di dalam mansion, Quenzel sudah seperti orang gila yg kesurupan reog mencari kakaknya itu


"Bi jihaaaannnn!" lagi, teriakan melengking itu kembali menggema ke seluruh mansion


"iya, non hadir." dengan terpogoh pogoh, bi jihan datang dari arah dapur menuju tempat Quenzel berada


"Biyan mana bi?" tanya gadis itu to the point tanpa embel embel kakak atau abang. Kalau sudah emosi, biyan pun bisa menjadi adiknya


Dengan takut takut wanita itu pun menunjuk sebuah pintu yg merupakan ruang kerja milik biyan


"Makasih bi." setelahnya queenzel bergegas menuju ruang kerja kakak nya itu. Hendak membuka pintu tapi ternyata si pelaku mengunci pintu dari dalam.


"WOY BIYAN BUKA GAK PINTUNYA!" saking kerasnya quenzel berteriak, suaranya yg tadinya cempreng berubah menjadi berat seperti suara laki laki


Di undukkan tangga, aeris menutup kedua telinganya saat mendengar teriakan sahabat nya itu


"gak sia sia quenzel jadi danton paskibra waktu SMA" batin aeris setelah mendengar suara berat khas danton pemimpin pasukan paskibra milik quenzel

__ADS_1


Aeris berbalik, menatap kamar bercat putih milik Ai, untung saja kamar Ai kedap suara, jadi suara seperti milik quenzel hanya terdengar seperti bisikan jika menembus pintu kamar gados kecil itu.


Sedangkan tiga remaja laki laki yg baru memasuki mansion, kembali di kejutkan dengan suara teriakan membahana milik quenzel


"Bun" panggil Arsen, pemuda itu menghampiri bundanya setelah gadis itu berada di undukan anak tangga terakhir. Mengabaikan auntynya yg masih ngereog di sana


"Aunty zel kenapa? Kok ngamuk?" Aro bertanya sembari menatap sesekali quenzel yg masih sibuk menggedor gedor pintu ruang kerja daddy nya.


"bang, obatnya mana?" tidak menjawab pertanyaan aro, aeris bertanya sembari mengadahkan tanganya di hadapan arsen


Arsen memberi pesanan bundanya. "makasih bang."


"sama sama bun," bukan arsen yg menjawab melainkan duplikatnya. Manusia itu menatap sebal aeris yg menertawakan dirinya. "pertanyaan aro belum di jawab loh bun"


CPLUKK


Lionel meraup kemudian menarik bibir aro tanpa perasaan. Setelah melihat wajah memelas cowok itu ygv sangat menjijikan


"akhh, sakit!" Aro menampar tangan lionel yg menyiksa bibirnya


"kayak banci lo kaya tadi" tentu komentar julidnitu berasal dari arsen.


Aeris menggelengkan kepalanya saat ketiga bujangnya itu tidak pernah akur setiap hari.


"mam-"


BRAKKK


"Allahummabariklana" latah lionel, baru saja dia akan bertanya kenapa mereka di suruh pulang. Suara pintu menggagalkan acara bertanyanya.


Di belakang sana, quenzel berhasil mendobrak paksa pintu ruang kerja biyan. Sedangkan si pemilik ruangan menatap nelangsa pintunya yg sudah di rusak oleh adiknya sendiri


Tidak perduli quenzel dengan pintu ruang kerja kakaknya itu. Siapa suruh yg punya ruangan tidak mau membuka pintu? Salah nya sendiri kan? Toh biyan punya banyak uang , hanya untuk mengganti satu pintu yg rusak, perusahaanya tidak akan bangkrut.


Quenzel berjalan menuju biyan, yg duduk dengan tenang di kursi kerjanya sedangkan gadis itu kini berada di hadapan biyan, hanya meja kerja pria itu yg membatasi mereka.


****


MAAF YAH UP NYA LAGI GAK NENTU MAKLUM SIBUK NGURUSIN ANAK JADI KEGANGGU KALO LAGI MAU NULIS..


MOHON TINGGALIN JEJAK NYA YAH BIAR AUTHOR NYA JUGA SEMANGAT BUAT NULIS NYA DAN MAAF KALO MASIH BANYAK SALAH DI TYPO NYA

__ADS_1


see you


__ADS_2