Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
bab 52


__ADS_3

"kenapa gak bilang dari awal kalau mbak sakit?" suara nya terdengar lirih air mata kembali menetes di wajah aeris.


Ingatan nya kembali pada dua minggu lalu hingga kemarin, hingga naomi selalu memdapat perlakuan kasar dan tidak jarang wanuta itu menjadi samsak kemarahan biyan.


Bukan hanya kekerasan fisik yg naomi dapat melainkan luka batin yg tidak terbendung sakut nya seperti apa. Apalagi saat dia menghadapi mulut petasan tikus milik aro Arsen dan Lionel


Rasa bersalah menghantam aeris, dia juga pernah menampar naomi cukup keras semalam. Seandainya naomi jujur dari awal kedatangan nya, tentu dia akan membantu naomi mendekatkan anak anak pada wanita itu


"kenapa nangis?" suara lemah itu mengejutkan aeris "mbak?"


Naomi mmenatap aeris, menunggu gadis itu berbucara, "aeris minta maaf, kenapa mba gak bilang sejak awal kalau mba punya penyakit kaya gini? Kalau mba jujur kejadian nya gak bakal kaya gini." aeris menggenggam erat tangan naomi.


Bukan nya menjawab naomi malah terkekeh melihat tingkah lucu aeris saat mengomel, walau dia harus menahan sakit di sekujur tubuhnya.


"saya sengaja" naomi menatap luruh plafon ruangan ICU, ingatan nya kembali pada enam bulan yg lalu dimana karir dan segala nya hancur dalam satu malam.


"saya melakukan itu sebagai menebusan dosa saya pada anak anak dan biyan. Kamu tentu tau sifat buruk saya dari cerita anak anak dan perlakuan mereka pada saya selama dua minggu ini" tatapan nya menyendu


"saya terlalu membenci biyan hanya karena kecelakaan satu malam yg seharus nya tidak terjadi pada kami hingga berakhir dalam ikatan pernikahan, sedangkan saya saat itu sudah berstatus tunangan orang lain. Namun kehadiran Aro dan arsen lah yg membuat kami terpaksa menjalani hubungn rumah tangga dengan cinta pasangan yg sepihak" naomi menatap lekat mata aeris yg nampak diam mencerna ucapan nya.


"karena kehadiran twins saya harus membatalkan pertunangan dengan pria yg saya cintai dan mau tidak mau menerima biyan sebagai suami saya tapi berakhir sia sia. Karena terlalu larut dalam masalah yg saya hadapi, Aro dan arsen lah yg menjadi sasaran kemarahan saya, bahkan setelah kejadiran Ai dan hingga kami bercerai, saya selalu menyiksa anak anak, saya memang tidak pantas menjadi seorang ibu aeris" setiap kata ulyg naomi ucap kan berhasil membuat wanita itu sangat menyesal akan perlakuan nya dulu.


Aeris terdiam, jadi selama ini naomi menyiksa Aro dan Arsen hanya karena dia menikah dengan biyan yg sampai sekarang tidak pernah dia cintai, malah sebalik nya pria itu yg mencintai naomi.


"seandai nya saya menerima takdir dengan baik, semua ini tidak akan terjadi. Saya tidak akan menyiksa anak anak saya, saya tudak akan berselingkuh dengan mantan tunangan saya hingga Ai hadir di dunia ini" suara naomi tercekat "Aiora bukan anak kandung biyan melainkan anak saya dengan mantan tunangan saya"


Deg!

__ADS_1


"jelaskan apa maksud mu?"


Aeris sontak menoleh, dia terkejut saat mendapati biyan dan ketiga bujang nya berdiri di depan pintu.


Mencari Ai? Gadis kecil itu di larang ikut karena sudah sangat lelah bermain dan butuh istirahat.


Naomi bungkam namun senyum di bibir nya tidak pernah pudar. "seperti nya kita akan membongkar semuanya hari ini biyan tanpa terkecuali"


Tentu biyan melotot garang mendengar pernyataam naomi, apa apaan wanita gila itu.


"sudah cukup kau selalu bersembunyi biyan, aku tidak ingin hubungan mu dengan aeris sudah sejauh ini dan masa lalu itu akan menghancurkan segalanya. Ini demi anak anak kali ini jangan egois, mereka berhak tau" ucap naomi dengan nada tegasnya namum terdengar lirih.


"kau tidak berhak ikut campur masalah ini naomi, kau tidak ada sangkut pautnya dengan masalah itu" suara biyan naik dua oktaf dia menatap penuh amarah pada mantan istrinya itu.


"aku nerhak ikut campur karena twins darah daging ku juga, asal kau tau seandainya malam itu kau tidak mabuk dan meniduriku hingga mereka ada. Sekarang tentu aku sudah bahagia dengan si keparat nathan" suara naomi juga naik urat leher nya mulai tampak di barengi dengan napas nya terputus putus.


Deg!


Yg ada di kepala keduanya saat ini adalah mereka terlahir dari sebuah kesalahan.


Aeris mulai khawatir dengan keadaan naomi saat ini, juga situasi tegang di antara mereka. "mas bisa pulang sekarang, naomi butuh istirahat" ya pada akhir nya dia harus jadi penengah.


"tidak aeris, ini saat yg tepat untuk anak anak tau yg sebenarnya" naomi menggeleng lemah. "waktu ku hanya tinggal dua minggu, itu lun aku tidak yakin akan bertahan selama itu"


Deg


Lagi, biyan, twins dan Lionel yg mendengar perkataan naomi menegang, ada perasaan aneh di hati mereka, seperti peringatan tidak baik akan kondisi wanita itu.

__ADS_1


"aku mohon biyan demi anak anak!" pinta nya dia menatap bergantian ke arah Aro Arsen dan lionel yg beridiri tidak jauh dari tempat nya.


"beri aku waktu naomi" sekarang giliran biyan yg meminta waktu


Tentu naomi menggeleng tegas. "sampai kapan? Apa waktu selama delapan belas tahun tidak cukup untuk mu mengakui lionel sebagai darah daging mu sendiri?" sentak nya kembali emosi


"NAOMI"


Deg


Duarrr


Atmosfer di ruangan serba putih itu semakin terasa tegang saat naomi lagi lagi membeberkan sebuah fakta yg sangat mengejutkan.


Lionel yg baru mengetahui sebuah rahasia besar diri nya hanya dapat berdiri mematung dengan tatapan kosong, tubuh nya serasa melayang namun tetap memijak tanah


"kau keterlaluan naomi!" sudah cukup kesabaran biyan, dirinya sudah tidak peduli lagi dengan naomi yg sakit hingga berakhir membentak wanita itu


"kau yg keterlaluan" balas naomi yg tak kalah keras, wanita itu seakan lupa jika dirinya sedang sakit.


"DIAM!" saat biyan hendak membalas ucapan naomi lionel lebih dulu menyela.


Masih ditempat nya, lionel menatap tepat di netra abu abu biyan sama seperti milik nya, "ternyata sosok ayah yg selama ini gua cari selama ini selalu ada di sekitar gue... Hahah.. Bahkan gue panggil daddy yg dengan bodoh nya pria yg gue anggap om ternyata ayah kandung gue sendiri.. Goblok lo lio..arghhh"


Lionel terus memukul kepalanya menggunakan kedua tangan nya dengan keras, cowok itu seakan tidak peduli saat Aro dan Arsen kesusahan untuk menenangkan nya.


Melihat lionel yg semakin liar melukai diri nya sendiri,

__ADS_1


Aeris dengan sigap memeluk erat tubuh jangkun lionel "cukup! Mama bilang cukup lio!" peringat nya melalui bisikan tepat di telinga lionel.


****


__ADS_2