
PLAK
"mau di tembak tuh yg di bawah?" satu tepukan pelan namun berhasil mendapatkan biyan membuat bibir pria itu memerah dan kembali pria itu mau menangis
"itu mulut nya mau saya daftarin lagi ke PAUD lagi? Siapa juga yg mau perkosa mas? Mulut kok gak ada penyaringanya?" lagi aeris kembali mengomel
"gak usah mikir macem macem, orang sehat lawan orang sakit sudah tau siapa yg bakal koid duluan kan?" aeris kembali berucap saat biyan hendak berbicara. Gadis itu menempelkan kompresan instan saat merasa suhu tubuh duda manja ini sedikit panas.
****
"Kamu doain saya ke surga duluan?" nada biyan sedikit ngegas
"Saya gak ada doain baoak log out dari bumi ya, lagian situ udah yakin bakal masuk heaven?"
Jleb!
Ucapan aeris tembus sampai usus liba belas jari. "terus kamu nyuruh saya buka baju untuk apa?" mata biyan menyipit, tidak salah kan dia mencurigai aeris dan berpikir yg iya iya.
"mau di baluri ini?" aeris menujuki minyak aromaterapi di tanganya. "biar oerutnya agak enakan dikit"
Biyan mengangguk, "kenapa gak bilang dari tadi" pria itu melepas kaos putih yg melekat di badan. Memperlihatkan tubuh atletis dan beberapa tonjolan di perut pria itu.
Saay biyan bangun tadi, pria itu semoat mengganti kemeja nya dengan kaos sebelum sesuatu dalam oerut nya memberontak ingin keluar
Setelah biyan melepas kaosnya, aeris langsung membaluri perut dan dada pria itu dengan minyak angin aromaterapi di tanganya.
Tangan lentik aeris fokus untuk memijat perut biyan dengan lembut. Sedangkan biyan, pria itu bergantian menatap heran aeris dan perutnya
"kenapa?" tanya aeris yg masih fokus pada kegiatanya.
"perut saya bagus gak?" entah itu pertanyaan bodoh atau tolol yg biyan lontarkan pada aeris
Satu alis aeris terangkat. "bagus" dia menjawab seadanya, bahkan wanita lanjut usia saja pasti akan memuji tubuh milik biyan itu bagus. Aeris tidak bisa menampik jika biyan mempunyai tubuh yg atletis dengan dada bidang dan eightpack yg menggoda banyak kaum hawa.
"kamu gak kegoda gitu?" ada sedikit keraguan saat biyan bertanaya seperti itu. Terbukti dengan ada nya semburat merah di kedua telinganya tapi tidak di sadari oleh aeris.
Aeris menghentikan tangan nya dan berhenti tepat di atas perut kotak kotak milik biyan. Gadis itu tersenyum tipis, menatap biyan dan perut biyan bergantian.
"kalau kegoda sih iya" jawab aeris jujur, tangan nya pun kembali bergerak memijit perut sedikit bergelomoang itu.
Senyum bangga biyan terpatri di wajah nyaris sempurnanya. Namun senyum itu tak bertahan lama saat wajah aeris maju tepat di depan wajhnya hingga berjarak satu jengkal saja.
"tergoda buat jadiin perut mas jadi samsak saya, apa lagi ini ." jari telunjuk aeris menekan delapan tonjolan otot perut biyan. "rasanya saya pengen nusuk pake garpu biar meletus."
Duaarrr
__ADS_1
Ekspetasi tidak sesuai dengan realita
Senyum bangga yg tadi terukir di wajah biyan berganti dengan senyum kaku Dan menatap takut takut aeris yg tersenyum manis padanya.
"mas mau coba?" tanya aeris
Tentu biyan langsung menggeleng, bisa habis badanya yg sudah lama dia bentuk bertahun tahun dan rusak dalam waktu beberapa jam saja oleh aeris
" belum nikah aja ancamanya kaya gini apa lagi kalau udah sah" batin biyan
Aeria berbeda, itulah yg ada di pikiran biyan. Di saat gadis lain sangat senang melihat tubuhnya hingga tidak jarang mereka hendak menyentuhnya, berbeda dengan aeris yg biasa saja saat memijit perut biyan
"tengkurap mas, belakangnya di baluri juga."
Aeris menghancurkan lamunanya, dia langsung tengkurap susuai perintah gadis itu. Kembali dia rasakan tangan aeris yg menyentuh kulit punggung nya bersama dengan pijitan yg membuatnya ingin tidur kembali
Sangat nyaman
"mas keras banget punggungnya gak empuk?"
Biyan menoleh menatap aeris. "kamu kira punggung saya Squishy kaya dada kamu?"
MASS
PLAKK
"Arkhhh"
***
MANSION KELUARGA MILLAN PUKUL 11.00
Pagi menjelang siang biyan baru bangun dari tidurnya,
Setelah di rawat oleh aeris dan berakhir mendapat kekerasan dalam hubungan tanpa status dari gadis itu.
Setelah memberi biyan sedikit pelajaran, aeris langsung keluar dari kamar biyan menuju kamar nya sendiri. Tidak perduli dengan teriakan biyan yg akan membangunkan seisi mansion
Dasar duda mesum kurang belaian!
Back to biyan, pria itu kini meregangkan semua otot otot tubuh nya yg terasa kaku, rasa mualnya sudah mulai mereda namun pusing dan sakit kepalanya masih sedikit terasa.
keluar dari kamar tamu menuju kamarnya yg berada di lantai atas biyan celingak celinguk mencari keberadaan anak anak nya dan aeris
"bun, daddy tetep jahat pokoknya"
__ADS_1
Sayup sayup suara terdengar saat biyan melewati kamar putrinya. Pintu kamar ber cat putih itu terbuka sedikit sehingga dia masih bisa mendengar percakapan dua orang yg berada di sana
Menunda ke kamar nya, biyan lebih memilih menguping. Cosplay menjadi cicak di dinding.
"iya. Daddy jahat udah dorong Ai, tapi kan daddy gak sengaja sayang." suara lembut itu sudah biyan kenali, suara milik aeris
Senyum tipis tercetak di bibirnya saat mendengar perkataan aeris barusan. Secara tidak langsung gadis itu membelanya
Di depan putrinya yg tengah merajuk.
Di dalam, Aeris terus mengelus kepala Ai yg duduk di pangkuanya. "terus Ai maunya apa?"
Ai menggeleng. "Ai gak mau apa apa, cuma mau daddy minta maaf ke Ai aja. Soalnya gara gara daddy, Ai gak jadi ke sekolah di anterin bunda hari ini." gadis kecil itu mencebikkan bibirnya kesal
"tapi sesudah daddy minta maaf ke Ai, giliran Ai juga minta maaf ke daddy"
Sontak Ai mmelotot kan matanya gemas. "lah kok gitu? Kan daddy yg salah bun?"
"daddy emang salah ngedorong Ai sampai jatuh, tapi apa Ai gak merasa beralah udah gigit tangan daddy kemarin? Daddy sampai sakit loh? Bukan Ai aja yg gak bisa sekolah, daddy juga gak ke kantor hari ini." ujar aeris panjang lebar
Di pintu, biyan melirik lengan kananya, di sana terdapat bekas gigitan Ai yg belum hilan dan masih tercetak jelas. Sangking kuatnya si bungsu millan itu menggigit daddy nya. Bekas Gigitan itu mengeluarkan darah dan bengkak di hiasi warna cantik seperti biru keunguan.
Ai menatap bunda nya sendu, mencari kebohongan di sana. "bunda gak bohong kan?"
Aeris menggeleng. "ngapain bunda bohong?"
"tapi daddy masih tetep salah, kan dia duluan yg ngejahilin Ai." lagi, si bungsu tetap ingin menang
"apa ai gak ngerasa bersalah udah gigit daddy hingga daddy gak bisa berangkat ke kantor?" aeris tidak kehabisan akal untuk memutar balikkan kata
Ai menunduk, tangan kecil Ai memilin baju yg dia kenakan
"Ai salah udah gigit tangan daddy. Ai mau minta maaf, tapi daddy harus minta maaf karna udah dorong Ai kemarin."
Senyum aeris mengembang, dia mengangkat wajah mungil itu untuk menatap tepat ke arahnya. "ini baru anak bunda. Nanti ai minta maaf ya sama daddy?"
Ai juga tentu mengembangkan senyumnya. "oke. Bun, sayang bunda banyak banyaakk!" gadis kecil itu memeluk aeris. Akhirnya si bungsu keluarga millan kembali riang, meluapkan rasa sakit di punggung dan kepalanya.
"bunda lebih sayang Ai!"
****
Hai para readers jangan lupa tinggalin jejak nya ya.. Like komen dan gift nya heheh
Semoga kalian selalu semangat buat nungguin up dari othor ya hihihi
__ADS_1
See you
.