Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
part 16


__ADS_3

"Gak usah berantem dulu, pak. Bapak lagi sakit." Omel aeris. Gadis itu mode ibu-ibu sekarang.


****


Aro bungkam di tempat. Dia tau jika bundanya sudah mode emak-emak, maka semua akan kicep pada waktunya.


Dia tentu sudah mengalami rasanya di omeli saat sakit oleh aeris. hanya perihal tidak mau minum obat bundanya itu mengomel hingga telinga panas.


Arsen dan ai sontak menutup mulutnya menahan tawa melihat Daddy mereka diam setelah mendapat omelan dari Aeris.


"Buka lagi mulutnya." perintah aeris, mau tidak mau biyan membuka mulutnya dan mengunyah dengan pelan makanan yg terasa pahit di lidahnya.


Baru suapakn ke lima pria itu menggelengdan meminta minum. Aeris sigap mengambil gelas berisi air dan obat penurun panas.


"Sekalian di minum obatnya, pak." Aeris menyodorkan sebutir obat dan segelas air pada biyan.


Biyan diam menatap sebutir kecil obat di tangan Aeris. Hal yg paling dia benci saat sakit adalah minum obat.


"Gak usah lebay Dad, biasanya sampe lima butir sekali telen." sindir Arsen saat melihat wajah daddy nya saat memelas pada aeeis. Menolak untuk minum obat.


Lagi, biyan mendelik kesal ke arah arsen, jika hal sindir menyindir dan saling julid menjulid serahkan semua pada arsen.


"Cuman sebutir pak, kalau pahit nanti minum madu." Aeris berusaha membujuk.


"Daddy mau sembuh atau tidak?" sarkas si bontot yg mulai jengah melihat tingkah daddy nya.


Biyan mengambil obat di tangan Aeris, dengan sangat terpaksa pria itu akhir nya meminum obat dan menenggak hingga habis segelas air di tanganya.


"Rebahan lagi." pinta pria itu. Aeris membantu biyan untuk kembali berbaring.


Melihat sang daddy yg akan istirahat kembalia, Arsen, Aro dan Ai pamit keluar kamar. Tidak mau mengganggu ketenangan biyan untuk istirahat.


saat Aeris juga akan keluar kamar. Tangan nya lagi-lagi di cekal pelakunya tentu adalah biyan.


"mau apa lagi pak?" tanya Aeris.


"Coba duduk" perintah biyan. Aeris tanpa protes langsung duduk di pinggiran kasur.

__ADS_1


"ke tengah sedikit" Lagi, dirinya mendekatkan pada biyan.


Melihat Aeris yg sudah ada di tengah kasur. Biyan mengangkat kepalanya dan di tumpangkan ke paha aeris. Pria itu kembali memeluk pinggang aeris dan mendusel di perut rata gadis itu.


"Akhhh.."


"Geli pak!" Tidak tahan dengan rasa geli di perutnya, Aeris dengan ringan tangan menjambak rambut biyan.


"jangan di jambak." Biyan meringis saat rasa pusing dan sakit kepalanya kembali menyerang membuat aeris panik seketika.


"Eh, pak. Saya ngejambaknya terlalu kenceng ya?" tanya aeris. Biyan yg mendengar berdecak keras. "makanya pak, kalau sakit itu jangan modus!" tambahnya


Biyan diam. Dia kembali memeluk pinggang aeris dan menyembenyikan wajahnya di perut rata aeris. Kali ini tidak mendusel. Rambutnya seperti mau pitak saja merasakan tarikan aeris.


"Tidur, merem!" perintah aeris tak terbantahkan.


Biyan pasrah, dia akhirnya mencari posisi nyaman masih dengan memeluk aeris. Takut kena jambak lagi nantinya.


Jika biyan dengan bebas memerintah di kantornya karena pria itu yg berkuasa. Tapi tidak di rumaj aeris, gadis itu tidak peduli jika biyan adalah bosnya. Di rumah ini, pemilik rumah lah yg berkuasa.


Di balik ointu. Aro, Arsen dan ai sedang mengintip keduanya. Tersenyum geli saat melihat sang daddy yg tak berkutik jika berhadapn dengan aeris.



\*\*\*\*



Sudah dua bulan Aeris bekerja di perusahaan milik biyan sebagai sekertaris pria itu sekaligus merangkap menjadi ibu ke tiga anak biyan.


Dalam dua bulan mereka mengenal satu sama lain. Aeris menikmati peranya sebagai ibu Aro,Arsen dan Ai tidak jarang dia mera seperti istri biyan karena bukan hanya anak-anak pria itu yg terus menempel padanya, tapi juga biyan.


Tidak jarang Aeris menginap di rumah, Ralat. Maksudnya mansion keluarga millan hanya karena si bontot tidak ingin berpisah darinya. Sampai sampai dia punya kaamar sendiri dan menyimpan beberapa lembar pakaian saking seringnya dia menginap.



Pertama kali dia menginjakan kaki di mansion biyan. Seluruh pekerja yg ada di sana terkejut melihay tuan mereka membawa seorang perempuan ke mansionya.

__ADS_1


Mereka semakin terkejut saat melihat respon tuan dan nona muda mereka yg sangat lengket dan antusius pada aeris.


Bukan tanpa sebab para pekerja disana terkejut melihat keberadaan gadis asing yg di bawa tuan mereka. Pasalnya biyan baru pertama kali membawa seorang wanita ke mansion miliknya seleoas dia bercerai dengan Ex Wife empat tahun lalu.


Kehadiran Aeris di keluarga millan berhasil membuat suasana menjadi hangat. Nyaman dan tentran, tidak seperti sebelum sebelumnya, hanya celoteh Ai yg mendominasi di mansion yg besar, luas dan sepi itu, tapi sekarang. Setelah kehadiran aeris, kedua putra kembar biyan pun menunjukan sisi lain dari mereka.



Tidak hanya anak-anaknya yg berubah. Tapi si duda juga tampak lebih sering berada di mansion dan mulai mengangkrabkan diri dan meluangkan waktu dengan anak anaknya setelah kehadiran aeris di tengah tengah mereka.


"Bunda, Ai datang!" suara cempreng itu berasal dari Ai yg membuka pintu secara tiba tiba membuat beberapa orang yg berada di ruangan biyan terlonjak kaget.


Ai berdiri kaku melihat ada beberapa orang lain yg berada di ruangan daddy nya. Dia kira tadi hanya ada bunda dan Daddy nya yg ada di dalam jadi dia asal terobos aja.


"heheh..maaf. Ai kira gak ada tamu!" ujarnya malu kemudian berlari kecil menuju sang bunda yg duduk di samping daddy ny.


Empat orang pria yg merupakan kolega bisnis biyan menatap bingung pada Ai yg berada di pangkuan Aeris, sekertaris biyan.


Ada hubungan apa biyan dengan sekertarisnya? Pikir mereka.


"Ekhemm" Biyan berdehem mengalihkan fokus empat pria di depanya. "maaf atas kelakuan putri saya, sialhkan di lanjut." tambahnya.


Biyan dan empat kolega bisnisnya kembali berbincang lain halnya dengan aeris, gadis itu mengelus lembut punggung Ai


yg perlahan tidur di pangkuanya.


"Semoga kerja sama kita berjalan lancar pak biyan." pria yg duduk tepat di depan biyan menjabat tangan sambil tersenyum tipis pada pria itu.



"Tetimakasih juga sudah mempercayakan kami untuk membangun proyek kali ini." balas biyan. begitupun pria itu menjabat tangan ketiga koleganya yg lain.



Dua orang pria pamit undur diri, sednagkan dua pria lain kini duduk santai kenatap tajam biyan seperti narapidana yg melakukan kesalahan besar.


"Sepertinya ada berita yg kami lewatkan selama dua bulan ini." Celetuk pria ber jas hitam, namanya alael. Alael karam tama.

__ADS_1


"Gue mencium orang bau bau bucin." goda pria yg duduk di samping alael. Namanya Haran. Aharan Romanda.


****


__ADS_2