Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
bab 50


__ADS_3

Banyak luka yg tidak bisa di ungkapkan oleh kata kata.


Terhitung sudah dua minggu naomi tinggal di mansion keluarga millan. Dalam dua minggu itu pula lah keadaan mansion semakin kacau saja penghuni nya apa lagi.


Sudah banyak barang pecah dan rusak karena melayang ke arah naomi setiap hari pelaku nya tentu saja biyan dan tiga bujangnya siapa lagi kalau bukan mereka.


Aeris pun juga sudah lelah sebenarnya melihat pertengkaran mereka setiap hari. Ingin pulang ke rumah nya namun tidak pernah di ijinkan oleh biyan dan yg lain. Bahkan kepala maid dan beberapa maid yg bertugas pun memohon mohon agar dia tidak pergi juga.


Alasan nya benar benar di luar galaksi. Takut mension rubuh karena ulah biyan dan anak bujangnya.


Terlebih lagi dia yg selalu jadi sasaran empuk naomi untuk menyulut emosi biyan dan anak anak nya serasa jadi kambing hitam dia.


Namun ada yg berebeda dengan keadaan mansion pagi hari ini


Tidak ada suara keributan yg memekikan telinga. Juga sosok naomi tidak nampak di mata mereka, biasanya. Wanita itu akan bergabung tanpa di undang untuk sarapan pagi.


untuk pertama kalinya dalam dua minggu terakhir. Mereka sarapan dengan tenang dan nyaman walau di pikiran mereka bertanya tanya kemana sosok mak lampir macam pulu pulu itu.


Mereka hanya bertanya tanya, tidak mencari tahu atau bahkan peduli. Aeris pun demikian jiwa bar bar nya seakan tersulut saat naomi mulai menyindirnya, terlebih lagi saat wanita gila itu berbuat nekat melukai anak anak karena kelewat emosi benar benar tempramental.


Meskipun begitu aeris harus terus sabar menghadapi sikap naomi yg kadang kadang ia ingin bejek bejek juga. Tapi dia masih punya sedikit rasa simpati dan peduli pada wanita itu


. Kurang baik apa lagi coba sosok aeris ini?


"bun?" panggil ai saat mereka sudah berada di ruang keluarga setelah sarapan pagi. Hari ini adalah weekend jadi mereka bisa bersantai sejenak.


"kenapa sayang?" ucap aeris


Sebelum menjawab ai lebih dulu mendekati sang bunda dan duduk di pangkuanya. "ai pengen deh makan cheese cake buatan bunda" ujar nya sambil mengerjap kan mata lucu nya


Sedangkan para lelaki hanya menonton interaksi dua perempuan kesayangan mereka.


Aeris tertawa gemas, tangan nya tanpa di komando mencubit pelan pipi bakpau putrinya. "mau bikin sekarang atau nanti aja?" ucap aeris


"sekarang aja bun!" ucal ai senang, gadis itu langsung turun dari pangkuan aeris dan menarik tangan nya menuju dapur

__ADS_1


"astaga pelan pelan sayang jalanya" ucap aeris


Membiarkan pasangan anak dan ibu itu bereksperimen di dapur. Para laki laki di sofa mulai sibuk dengan fokus mereka masing masing.


"tenang banget dah rasanya gak denger suara tuh nenek lampir"celetuk arsen sambil memejam kan mata nya


Aro, lionel dan biyan mengangguk setuju. Ada perasaan lega di hati mereka karena tidak melihat sosok pengganggu yg mereka maksud siapa lagi kalau bukan naomi.


"tapi tumben dia gak muncul muncul? Patut di curigai nih." ucap lionel mengunci pandangan pada sebuah pintu bercat putih tidak jauh dari ruang keluarga. Kamar tamu yg di tempati naomi.


"aro mengendikan bahu acuh, "palingan mau caper kita khawatirin secara kemaren dapet tendangan maut dari lo" ucap aro


Mendengar perkataan aro mereka refleks mengingat kejadian semalam dimana wanita gila itu hampir mencelakai Ai.


Flashback..


Seusai makan malam, para penghuni mansion mulai berpencar , biyan menuju ruang kerjanya bersama aeris, twins ke taman belakang dan lionel bersama Ai yg sedang membantu mengerjakan tugas sekolah gadis kecil itu.


Di banding twins dan lionel, Ai lebih dekat dengan lionel dari pada abang twins nya itu, mungkin faktor twins yg selalu menjahili Ai dan lionel yg melindungi gadis kecil itu saat mulai di jahili oleh kedua abang tengil nya.


Lionel dan ai yg fokus belajar mulai terusik saat kedatangan naomi


"pergi.. Saya mau nonton" dengan wajah congkak nya, naomi mengusir ai dan lionel dari ruang tengah tempat mereka belajar.


Seakam tidak menganggap keberadaan naomi, mereka berdua tidak menganggap wanita itu. Kedua nya masih sibuk berkutat dengan soal dan berusaha fokus


Merasa di abaikan naomi mulai geram. "kalian tidak punya telinga" sentaknya


Ai tentu terkejut dengan bentakan naomi, terlebih lagi waita itu tiba tiba menyiram kopi panas tepat di punggung lionel. Untung nya ai tidak terkena kopi panas karena berada di pangkuan lionel. Gadis kecil itu terlindungi


Lionel yg mendapatkan siraman kopi panas di punggung nya berusaha menahan erangan nya. Dia yakin kulit punggung nya sudah melepuh.


Untuk melampiaskan rasa perih dan sakit di punggung nya, lionel memeluk erat tubuh ai yg mulai terisak.


"sstty... Jangan nangis ya.. Abang ga apa apa" bisik lionel

__ADS_1


"TANTE KENAPA SIRAM BANG LIO?" Ai bangkit dari pangkuan lionel dan mwnghampiri naomi di tempatnya


Ai tanpa pikir panjang menjambak rambut panjang naomi dan mwnggigit leher wanita itu . Tentu perlakuan ai berhasil membuat naomi berteriak kesakitan.


"arkhhj.. Lepas anak bodoh!" naomi berusaha lepas dari jambakan Ai di rambut nya


PLAK


Satu tamparan ai dapatkan dari ibu kandungnya sendiri. Tidak tidak sampai di situ naomi juga mendorong ai hingga tersungkur. Lagi lagi punggung dan kepala nya yg menjadi korban.


Melihat adik nya kesakitan. Lionel berdiri dan langsung menendang perut naomi yg hendak menghampiri ai.


Brakkk


Prangg!


Naomi terdorong hingga menabrak meja yg di atas nya terdapat guci antik


Keributan itu tentu mengundang perhatian penghuni mansion. Begitu pun dengan aeris dan biyan yg berada di ruang kerja. Kedua nya terkejut saat mendengar suara benda pecah yg sangat keras


"mas" aeris dan biyan saling pandang sedetik kemudian mereka langsung keluat dari ruang kerja


Sampai di ruang keluarga, mereka di suguhkan dengan guci sehatga ratusan milik biyan pecah berserakan di lantai marmer. Juga ai yg menangis keras di pelukan lionel. Gadis kecil itu tampak ketakutan sekali


"bunda...." dua tangan ai terulur saat mendapati sang bunda berjalan ke arahnya dan sang abang


Aeris meraih tubuh mungil ai, membawa masuk ke dekapan nya. Baru saja ingin pergi membawa ai untuk di tenangkan mata nya membola saat tidak sengaja melihat leher belakan lionel melepuh dan juga punggung nya yg masih di lapis kaos putih kotor karena siraman kopi panas.


"astaga lionel!"


Saking panik nya aeris. gadis itu menggendong ai dengan tangan kanan nya yg menarik lengan lionel dengan tangan kirinya. Membawa anak nya menjauh dari sana.


"ada apa ini?" twins baru saja datang dari taman belakang heram sekaligus terkejut melihat aeris pergi membawa Ai dan lionel dari sana.


"mbak. Hasri apa yg baru saja terjadi?" tanya aro pada salh satu maid yg di dekatnya.

__ADS_1


****


__ADS_2