Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
bab 49


__ADS_3

Dua kata itu mempunyai efek besar pada mental seorang Lionel Avikar Tanubrata . Kata yg menusuk hati yg terus di lontarkan padanya dari wanita yg sangat membenci nya sejak dia dinyatakan ada di dunia ini.


Dia memang Aib tanubrata dan itu fakta..


"Ai ke atas duluan ya..abang mau basmi hama dulu" bisik aro saat merasa kondisi sekitar mulai tidak aman untuk anak seumuran Ai.


Ai yg mmengerti situasi hanya mengangguk mengiyakan saja. "buat hama nya mampus bang" bisik nya semangat sebelum pergi dari sana menuju kamarnya.


Setelah merasa Ai sudah masuk ke dalam kamarnya, tiga bujang aeris yg tingkat kesabaran nya setipis tisu di bagi seratus pun berjalan mendekati wanita gila itu..


"memang nya ada yg salah dengan Aib keluarga Tanubrata? Kalau saya bisa memilih kehidupan saya, tentu saya tidak ingin menjadi aib keluarga saya sendiri." Lionel berkata tenang namun menusuk


Beruntung dia sudah mulai berdamai dengan keadaan walaupun baru setengah nya.


Naomi mendongak dengan angkuh, menatap tepat di netra mata lionel. "sebuah aib tetap akan menjadi aib selamanya, dan itu tidak akan berubah sampai kapan pun bocah sialan"


"sama seperti mu. Wanita yg menjajakan tubuhnya pada pria hidung belang untuk menguras harta nya. Bukan kah itu juga fakta yg tidak bisa di ubah nona Naomi Baskara.


SKAK


"kau-"


Lionel maju mempersempit jarak di antara mereke. "tangan penuh dosa mu tidak oantas untuk menunjuk wajah ku b***h." dia menyentak kasar tangan naomi. Dia paling tidak suka ada yg menunjuk nunjuk wajah nya


"lebih baik lo pergi dari sini. Lo ganggu hidup tenang kita!" arsen menatao dingin wanita itu seakan hendak melenyapkanya sekarang itu juga.


"kau usih mommy arsen?"


"itu tau" jawabnya. "Disclimer, gua ataupun arsen enggak pernah ngerasa punya mommy. Kamu cuma punya bunda!"


"Bunda! ****** kecil itu yg kalian maksud?" Naomi terkekeh pelan. Tidak sadar dia telah membangun kan sisi lain ke tiga bujang aeris.


"perlu cermin full body bi**h?" tanya lionel. Mata nya sibuk meneliti bagian alim dari bagian seorang naomi hingga mengatai mamanya ******.


Arsen ingin sekali menghabisi wanita di depanya ini jika saja dia tidak teringat dengan pesan aeris malam tadi.

__ADS_1


"siapa pu dia, apapun bentknya, kalian gak bisa hapus fakta bahwa mbak naomi itu ibu kandung kalian. Gak ada namanya mantan anak atau mantan ibu"


Sial!


Begitu pun dengan Aro , seandanya dia tidak mendapat ancaman dari bunda nya, dari beberapa menit lalu ruang tengah ini sudah berantakan karena amukanya menghabisi naomi.


"kalian anak anak bunda. Selama ini bunda gak pernah ngajarin kalian kasar sama orang yg lebih tua atau pun perempuan. Apa lagi ibu kandung kalian. Menyakitinya sama saja kalian menyakiti bunda!"


Double ****!


Karena mereka menghindahlan nasehat kanjeng bunda, hanya ada satu cara yg mereka bisa lakukan


Yaitu meroasting naomi habis habisan


"tanpa lo kasih cermin penampilan nya udah kaya j*****g nel." arsen berbicara mendahului lionel.


"baju ketat bangat. Apaan tuh baju kaya gini? Ini rumah bukan club malam tempat lo nyari duit haram." ucap aro


Ada rasa senang tersendiri saat berhasil membuat wanita itu diam tak berkutik


"modelan ***** kaya lo mau nyaingin bunda kita, belajar make up dulu sana, utu bedak atau tepung? Dempul amat.." wuaahhh seperti nya sedikit lagi mulut arsen bisa masuk ajang pencarian bakat


Aro mengangkat satu alisnya. "emang lo pernah ngajarin kita? Yg gue oelajarin dulu cuman jadi penonton lo selingkuh di rumah ini. Gak tau nya suami nya kerja banting tulang malah bawa gigolo buat bikin anak si-"


Plakk..


Suara tamoaran itu menggema hingga tersengar ke dapur . Berasal dari naomi yg sudah habis kesabaran dan berakhir menampar aeris


Yup! Aeris


Gadis itu datang tepat waktu menggantikan posisi aro yg hendak mendapat tamparan dari naomi.


"bun...bunda" aro shock seketika. Begitu juga dengan Arsen dan LIonel.


"berani anda menampar anak saya?" gadis itu menatap nyalang pada naomi yg masih di penuhi marah, melupakan sudut bibir nya yg berdarah dan cap tangan instan

__ADS_1


Wanita gila itu di pipi kanan nya.


"maaf ikut campur urusan mbak. Kalau mbak mau oerbaiki hubungan mbak dengan anak anak. Bukan kaya gini caranya "


Mendengar nasehat aeris. Tentu naomi murka secara dia di tegur oleh gadis bau kencur. "jangan ikut camour, kamu hanya ****** yg di pungut bi-"


PLAKK


Kembali sura tamoaran menggema di ruangan ini


Aeris tentu balik menampar naomi tak kalah keras, harga dirinya tertahankan di sini.


"saya tidak serendah itu. Apa anda tidak sadar hamoir melukai aro kembali? Jika kedatangan anda di sini hanya untuk menyakiti anak anak kembali. Silahkan angkat kaki dari mansion sini, pintu terbuka lebar untuk anda!" aeris menunjuk pintu mansion sembari menatap sengit naomi


Dia tidak menyangka saat baru masuk ke mansion malah di sambut cek cok antara ketiga bujang nya dengan naomi.


Awalnya dia mengabaikan tapi saat melihat satu tangan wanita itu terangkat hendak menampar salah satu putranya. Dengan sigap dia berlari dan mendorong aro ke belakang nya menggantikan posisi aro yg hendak di tampar.


"jangan ngatus saya kamu! Kamu hanya orang asing di sini" balas naomi. Wajah nya sudah merah karena marah


"yg menjadi orang asing di sini itu kau naomi" biyan tiba tiba saja datang entah dari mana. pria itu berdiri dari tempat mereka semua kemudian menghampiri aeris dan anak anaknya.


"dia yg orang asing biyan! Aku punya hubungan dara dengan anak anak. Sedang kan dia tidak. Dia hanya gadis miskin yg berlagak sok berkuasa di rumah ini." naomi masih belum sadar posisi rupanya.


Biyan mengepalkan tangan nya menahan agar tidak kembali menyerang mantan istrinya seperti tadi pagi. "kau memang punya hubungan darah dengan anak anak, tapi kau tidak punya peran sebagai seorang ibu seperti aeris yg sangat di butuhkan anak anak."


Biyan menoleh pada gadis nya. Namun dia langsung menggeram marah saat melihat pipi aeris yg memerah karena mendapatkan tamparan dari naomi.


"ternyata lemoaran mangkok tadi pagi dari saya tidak cukup membuat kamu sadar" desisnya


saat naomi hendak membalas ucapnya lagi. namun dia memilih untuk mengangkat tubuh mungil aeris dengan posisi bridal style membawa mereka untuk mengobati luka yg aeris dapatkan.


"bunda terlahir untuk menjadi ibu bagi seorang anak anak yg membutuhkan seorang ibu. Meskipun kami tidak terlahir dari rahimnya, tapi lahir dari hati seorang ibu yg tulus yg memberikan kasih sayang yg tulus yg selama ini kami impikan" arsen menatap lekat pada wanita yg menjadi ibu kandungnya sebelum meninggalkan nya.


"ingin memperbaiki hubungan atau kembali merusak untuk kedua kalinya?" sindir aro kemudian menyusul kembaranya di ikuti oleh lionel

__ADS_1


Naomi tertegun. Untuk pertama kalinya dia tidak bisa berkata apa apa setelah meleihat tepat di mata arsen banyak luka yg tidak bisa di ungkapkan oleh kata kata.


****


__ADS_2