
"dasar, gak punya mama"
"anak haram ya?"
"kaya sih, tapi sayang gak punya mama"
"kasianm setiap hari di antar sama supir terus"
"atau emang gak punya orang tua?"
Ai menelungkupkan wajahnya di antara kedua tanganya. Matanya memanas kala mendengar setiap cibiran dan caci maki dari teman sekelasnya.
seperti inilah jika Ai datng ke sekolah. Selalu menjadi bahan cibiran dan jadi olok olokan teman sekelasnya. Bukanya menyapa dan mengajaknya bermain, ya. Bisa di bilang dia menjadi objek buply di sekolah.
di kelas, ai terkenal sebagai murid pendiam. Berbanding terbalik saat dia berada di rumah bersama keluarganya.
Ai selama ini menyembunyikan fakta yy sebenarnya saat dia selalu di tanyai oleh daddy. Abang kembar dan bundanya mengenai keseharianya di sekolah. Dia selalu menjawab teman temanya baik padanya dan lain lain.
"dasar anak haram." cibir seorang siswa perempuan namanya mona teman sekelas Ai yg memusuhi nya entah karena apa sejak hari pertama masuk sekolah.
PLUK!
Satu lemparan kosong berasal dari mona mengenai kepalanya.
Ai mengangkat kepalanya, matanya memerah menatap tajam mona yg juga menatapnya tatapan meremehkan
Anak haram ya? Ai tertawa pelan. "biasanya orang yg selalu mengejek orang lain anak haram gak sadar diri sendiri yg anak haram"
"apa kamu bilang" emosi mona naik seketika.
Ai menatao datar mina yg sepertinya tersinggung dengan ucapanya. Baguslah kalau begitu. "tersinggung ya, berarti kamu yg anak haram"
__ADS_1
saat mona hendak menghampiri Ai untuk menberi pelajaran, bel berbunyi bersamaan dengan seorang pria muda yg merupakan wali kelas mereka.
Ai dengan santai mengeluarkan bukudan alat tulisnya seperti tidak terjadi apa apa. Sedangkan di sebrang sana, mona masih melayangkan tattapan permusuhan pada Ai dan hanya di balas peletan lidah oleh gadis manis itu.
Ai bukan gadi lemah. Dia bisa menguasai hampir segala bela diri di umurnya yg masih enam tahun. Tapi tidak mungkin kan dia menghantam mona dan teman sekelasnya yg selalu menjahatinya hampir satu semester ini hingga berakhir di ruang ICU rumah sakit.
Ai tidak sekejam itu. Tapi dia akan membalas sedikit perbuatan mereka dengan cara nya sndiri. "kata anak haram" yg di layangkan mona padanya berhasil membuatnya sakit hati.
****
Pukul 13.00, HELION CORP
"pak, ini laporan keuangan untuk minggu ini. Semua data nya sudah di validasi." ucap aeris
Biyan mengangguk. "simpan saja di atas map hijau itu." tunjuk biyan dengan dagunya. "baik pak"
"Aeris, tunggu" Aeris yg sudah setengah jalan menuju mejanya, perpaksa kembali ke meja biyan. "apa lagi, pak?"
"tolong buatkan saya kopi, tidak pakai gula" ucap biyan tanpa melihat lawan bicaranya.
"ini. Pak" Aeris meletakkan secangkir kopi di atas meja biyan. "terima kasih"
tok tok tok
Aeris yg berada tepat di dekat pintu pun membuka pintu. "eehh..kak anneth" dia mempersilahkan gadis itu masuk.
Anneth menghampiri biyan yg duduk di kursi kebesaranya. "nih, data tikus yg nyusul keperushaan. Gue pamit" ucapnya tanpa melihay bosnya
"Ae" panggil Anneth, gadis itu menghamiri meja kerjanya.
Yup, Anneth dan Aeris seketika menjadi sahabat setelah dua bulan aeris bekerja di perusahaan biyan. Anneth yg tidak mudah dekat dengan seseorang terutama para mantan sekertaris biyan dulu berubah menjadi sangat akrab dengan aeris.
__ADS_1
Anneth melihay aeris sebagai gadis yg baik dan juga keibuan. Terbukti dengan anak anak bos nya yg sudah menganggap aeris sebagai ibu mereka.
Point penting mereka bisa mereka sedekat ini ya karena mereka seserver dan sefrekuensi.
"mau oupang bareng gak? Sekalian temenin gue ke sesuatu tempat. Ya ya ya" Anneth menampilkan wajah memelasnya
Membuat aeris tidak tega.
"oke-"
belum sempat aeris mengiyakan. Biyan menyeletuk. "Aeris pulang sama saya, kamu pulang sama danzel saja." sela biyan
Anneth mendekik. "saya bertanya pada aeris, bukan anda. Silahkan kembali menandatangani berkas anda tuan." ucapnya datar
"Anneth" ok, biyan mulai geram dengan tangan kanan nya sekaligus sepupuny.
"Apa sih, lagian situ siapa maen larang larang aeris?" sentak Anneth. Jangan pikir dia akan takut di pecat oleh biyan, oh tidak mungkin.
Sebenarnya Anneth itu punya perusahaan sendiri yg setara dengan milik perusahaan biyan. Tapi pada dasarnya memang anneth gabut, dia memilih menambah bebanya dengan menjadi orang kepercayaanya biyan atau tangan kanan pria itu.
"saya calon suaminya" ucap enteng biyan.
"oh, cuma calon sua-a apa? Ae lu gak bilang bilang ya soal ini!" mata Anneth membola menatap Aeris dan Biyan bergantian kemudian berakhir menatap aeris menuntut jawaban.
Aeris juga sama terkejutnya. pacaran aja tidak nah ini sat set sat set calin istri. Memang beda biyan. "pak"
"apa?" sentak biyan. "mulai sekarang kemana pun kamu pergi harus ijin sama saya, tidak ada bantahan!" finalnya. Tidak peduli dengan dua gadis yg di sana menatapnya dengan tatapan yg berbeda beda.
"kembali bekerja!" perintah otoriter biyan mulai keluar di tambah dengan nada datar dan dinginya berhasil mengusir anneth dari sana.
Aeris menatap biyan sebentar kemudian menghela nafas kesal. Kenapa semakin kesini biyan semakin membatasi ruang geraknya?
__ADS_1
Mereka hanya sekertaris dan bos. Perjelasnya . Mereka hanya SEKERTARIS DAN BOS!!
****