
"Ternyata Ai selama ini membohongi kita mengenai keadaanya di sekolah, ai menyembunyikan kejadian yg sebenarnya sama kita. Bun" lirih arsen. Dia menatap senduh ke arah bed hospital yg di pakai adiknya.
Aeris masih diam. Pikiranya berkecamuk. "Daddy kalian mana?" tanya nya tiba tiba
Aro dan Arsen saling pandang. "lagi ngurusin hama yg membulky ai bun." jawab arsen dengan seringai di wajahnya.
Pukul 01.00
Suara seoatu biyan menggema di tengah hening malam koridor unit VIP rumah sakit yg dia pijaki, sudah tengah malam dan hanya ada beberapa perawat yg berada di pos jaga mereka malam ini.
Ceklekk
Biyan membuka ointu rawat inap putrinya. Dia menghampiri ai yg tengah tertidur di hospital bed dengan tenang.
Biyan mengelus pelan rambut Ai, takut menyakiti bahkan membangunkan putrinya. "dendam mu sudah daddy balskan. Sayang" bisiknya di telinga ai.
Perlahan mata ai mengerjap menatap objek di sampingnya. Perlahan senyumnya mengembang saat mendapati sang daddy di sampingnya.
"kau tidak perlu takut kesekolah lagi sweety. Para hama yg mengganggu mu sudah daddy basmi." ucap biyan dengan senyum tampanya.
Ai tersenyum tipis. "daddy ai yg terbaikkk..hoaaamm."pujinya di selingi menguap karena mengantuk.
Biyan terkekeh pelan. "tidurlah, suapaya princes daddy cepet sembuh" ai mengangguk kemudian memejamkan matanya.
Biyan menemani puttinya hingga terlelapdan sesekali melirik ke arah sofa yg sudah meralihfungsi menjadi kasur. Terdapat dua sofa bed di ruang inap yg biyan pesan.
Di sana. Aro dan Arsen tidur saling berpelukan. Biyan tersenyum tipis, kebisaan kedua putranya sejak kecil tidak pernah hilang. Yaitu saling berpelukan jika tidur bersama dan sangat bangun terkejut sendiri karena gaya tidur mereka yg memeluk satu sama lain. Dasarrr
Sedangkan di set sofa bed satunya di tempati oleh aeris. Melihat putrinya sudah tetlelap. Dia menghampiri sofa bed yg di tempati aeris kemudian bergabung dengan gadisnya.
Biyan terus menatap intens wajah aeris, gadis itu semakin cantik saat tertidur walau terdapat guratan lelah yg kentara di wajah cantik itu. "kamu pasti lelah mengurus mereka, terima kasih and good night sweete."
****
Satu minggu berlalu sejak kejadian pitri bungsu millan masuk rumah sakit. Kini gadis kecil itu sudah pulang ke rumah setelah benar benar pulih walau harus melakukan kontrol kesehatan dalam dua bulan kedepan untuk memastikan jika tidak ada bagian tubuh gadis kecil itu yg terdampak efek karena terjun bebas dari lantai dua sekolah.
__ADS_1
Selama satu minggu ai sakit, dalam satu minggu itu pula jadwal aeris semakin banyak. Mulai dari pagi datang ke kantor kemudian sorenya datang ke rumah sakit. Sebelum ke rumah sakit, aeris menyempatkan diri memasak makanan untuk aro dam arsen. Karena dua pemuda tampan itu tidak mau makan jika bukan masalah bundanya. Sangat manja bukan?
Lanjut, saat di rumah sakit. Aeris menjaga ai karena biyan lembur hingga tengah malam. Pria itu akan pulang dan terus ke rumah sakit setelah pekerjaanya selesai. Paginya, di bertukar sift dengan quenzel, beruntung dia belum kembali ke bali karena masa liburnya sebagai model di perpanjang.
Begitu terus hingga seminggu full. Bahkan aeris tidak pernah menginjakan kaki di rumahnya. Soal memasak di mansion keluarga millan karena jaraknya dekat dengan rumah sakit.
Karena seminggu ini aktivitas aeris sangat padat dan kurang istirahat, berakhir gadis itu tumbang terserang flu dan demam yg cukup tinggi.
Saking lelahnya aeris, untuk bangun dari kasur pun rasanya sangat berat. Di perparah sekarang dia berada di rumahnya seorang diri. Padahal semalam biyan menawarinya untuk menginap di mansion pria itu setelah selesai lembur bersama dan baru pulang pukul satu pagi.
TOK..TOK..TOK
"Aeris? Kamu di dalam kan nak?" suara ketukan pintu berhasil membangunkan aeris dari tidurnya.
"aeris?" suara ketukan pintu dan panggilan bu asih mau tak mau memaksanya bangun untuk membukakanya untuk tetangganya itu.
Ceklekk..
Kepala aeris menyembul di balik pintu membuat bu asih terkejut. Bukan karena aeris yg tiba tiba nongol, namun wajah pucat dan memperihatinkan gadis itulah yg membuat bu asih terkejut.
"sejak kapan sakit nya?" nada bu asih terdengar sangat khawatir, di dukung dengan wajah pias wanita paruh baya itu.
"baru hari ini bu." jawab aeris seadanya. Matanya terpejam merasakan elusan lembut tangan bu asih di kepalanya.
"kamu istirahat aja, biar ibu yg buatin sarapan." bu asih kemudian beranjak menuju dapur sebelum aeris menolak bu asih.
Aeris menghela nafas pelan. Sekarang dia merepotkan tetangganya. Resiko tinggal sendiri ya gini, tapi aeris bersyukur. Karena lingkungan temoat tinggalnya di kelilingi ileh orang orang baik dan peduli padanya.
Menunggu bu asih membuatkanya sarapan. Dia kembali tidur saat gelombang nyeri di kepalanya kempali terasa
Di dapur bu asih tengah berkutat dengan alat dapur, membuat bubur dan dadar telur untuk sarapan aeris.
Hamoir satu jam bu asih berkutat di dapur. Wanita paruh baya itu pun menyiapkan sarapan untuk aeris, tidak lupa beberapa macam obat untuk gadis itu.
"nak, bangun dulu sarapan." bu asih perlahan membangunkan aeris hingga gadis itu melenguh pelan dan terbangun.
__ADS_1
Aeris menoleh ke samping menatap bu asih yg menyodorkanya sesendok bubur hangat. "makan ya, biar sedikit juga ga pa pa yg penting perut nya terisi."
Aeris menerima suapan bubur bu asih, matanya berbinar merasakan bubur buatan bi asih yg tetasa pas di lidahnya padahal dia sedang sakit.
Di tengah makanya, terdengar dering ponsel milik aeris. Ternyata yg menelponya sepagi ini adalah biyan.
"halo, pak" sapa aeris dengan suara lemahnya setelh panggilan mereka tersambung.
Di sebrang sana, biyan mengernyit mendengar suara aeris yg beda hari ini. "kamu kenapa, sakit?"
Aeris mengangguk walau lawan bicaranya jauh dis ebrang sana, "iya, cuma demam biasa" jawab berusaha tenang
"saya ke sana sek-"
Aeris menyela, "eits gak boleh ya pak. Satu jam lagi anda ada meeting dengan kolega dari jerman . Bapak bisa kesini kalau urusan di sana sudah selesai." entah kekuatan dari mana dia bisa bicara banyak untuk mengomeli biyan.
"tapi ka-"
"gak ada tapi tapian ya pak, bahan meeting nya sudah ada di meja bapa, map warna hijau. Maaf saya tidak bisa kerja hari ini." lagi, aeris kembali menyela ucapan biyan.
"yaudah biat ars-"
"dia haru-"
"jangan menyela dulu aeris !"
geraman rendah biyan berhasil membuat aeris bungkan. "maaf pak, silahkan di lanjut hehe"
"saya akan oulang sedikit telat, nanti seoulang sekolah aro dan arsen yg jagain kamu, tidak ada penolakan." setelah biyan memutuskan sepihak percakapan mereka.
Aeris menatao layar gelap hp nya, sedikit kesal dengan biyan memutuskan panggilan dengan sepihak padahal dia tak ingin merepotkan aro dan arsen begitupun biyan.
"huft"
****
__ADS_1