Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
bab 39


__ADS_3

Oh ya, seperti nya belum di jelaskan hubungan antara lionel dan keluarga millan.


Begini...


Ingat dengan Anneth dan Denzel. Yg meruoakan tangan kanan biyan? Kedua orang itu adalah sepupu biyan. Orang tua mereka bersaudara.


Galeon millan dan Aira ilova millan. Keduanya bersaudara. Galeon menikah dengan karina Avisha dan lahir dua anak. Biyan Aztara millan dan Quenzel Castova Millan


Sedangakan Aira. Wanita itu menikah dengan pria berkebangsaan prancis setengah turki dan seperempat indonesia. Heza Gaza Tanubrata. Dari pernikahanya melahirkan tiga anak yaitu Alma hera tanubrata, Denzel Tanubrata dan Anneth Tanubrata.


Lionel Avikar Tanubrata adalah cucu satu satunyakeluarga tanubrata dan putra dari hera. Putri pertama heza dan aira.


Sedangkan twins dan Ai kalian sudah tau mereka anak siapa kan?


Back to topic...


Aeris menata alat makan dan minuman di atas meja mereka sudah duduk di kursi masing masing, hanya tinggal satu kursi di tengah tengah meja yg belum terisi oleh pemiliknya. Siapa lagi kalau bukan si duda mesum itu.


"daddy kamu beneran udah bangun kan sayang?" tanya aeris pada Ai yg sudah sarapan lebih dulu


Ai mengangguk. "udah bun, tadi Ai keluar waktu daddy masuk kamar mandi" jawabnya


Lama menunggu biyan yg tidak kunjung turun. Aeris menyuruh dua anaknya yg lain untuk sarapan lebih dulu.


"maaf. Daddy telat." nada dingin itu berasal dari biyan yg kini berjalan menuju meja makan.


Cup!


"morning kiss sayang" Ucap biyan kemudian duduk di kursinya mengabaikan tatapan tajam dari dua anak bujang aeris.


"sosor terooosss." Aro menatap sengit daddy nya, sambil mengunyah kasar roti di tangan nya


"minimal di halalin dulu lah." sekarang arsen yg memberi kode keras pada biyan


"daddy kayak pedofil"


Uhukk


Sontak Aro dan arsen tertawa ngakak.


tau kan siapa pemilik celetuk itu


Aiora!


"sayang tau dari mana kata itu?" aeris bertanya lembut, sejujurnya dia juga ingin tertawa melihat wajah biyan yg kini memerah karena kaget, tersedak dan malu.

__ADS_1


"aunty zel." Ai menjawab dengan wajah polos nya. "bener kan bun daddy itu pedofil?"


"buhaaaaaa.."


"emang Ai tau arti pedofil itu?" tanya biyan. Pria itu melirik


Sekilas aeris yg tertawa bersama dua putranya. Harga dirinya tersentil.


"tau. Laki laki yg suka sama perempuan yg umurnya jauh di bawahnya. Aunty zel bilang gitu sih waktu Ai tanya."


Syalaaannn!


Ingatkan biyam untuk memberi hukuman pada adil tengilnya itu selepas dari liburan ke Maldeves


"hahhaha..bener kata Ai. Daddy terlalu tua buat bunda." kata Arsen. Pria itu terlalu ouas menertawai daddy nya.


"bener juga sih. Gak salah selisih umur bunda sama daddy berapa ya." Aro meminum susunya sejenak, sebelum kembali berujar. "dua belas tahun. Ckckck emang pedofil sih"


"hahaha.." suara tawa aeris kembali terdengar


Biyan yg kembali terpojok oleh anak anaknya hanya diam sembari melontarkan makian pada kedua curut kembar nya itu dalam hati. "cinta gak pandang umur boys. Lagian kalau di ingat selisih umur kalian berdua dengan bunda kalian juga hanya beda berapa? Enam tahun bukan. Banyak orang orang yg melihat kedekatan aeris dan kalian mengira jika kalian adalah saudara. Bukan seperti ibu dan anak."


Jlebb!


Sibuk meledeki biyan hingga mereka tidak sadar perbedaan umur mereka dan aeris sangat dekat dan tidak sepantasnya di sebut ibu dan anak.


Jika ingin Aro maupun Arsen bisa menjadikan aeris sebagai pacar karena wajah gadis itu tergolong Baby face menutupi umurnya yg sudah menginjak kepala dua.


Aro mengangkat alisnya. "umur hanya angka, dad. Meskipun kami hanya beda enam tahun dengan bunda. Hal itu tidak mengukur kedewasaan seseorang juga sifat keibuan nya." pemuda itu menampilkan raut serius.


"sebenernya sih awal arsen ketemu bunda agak gimana ya, arsen mau manggil kakak tapi perlakuanya seperti seorang ibu, tatapan khawatir bunda waktu itu beda banget. Arsen tenang dekat dengan bunda walau kita baru pertama kali ketemu." cowo itu menatap lembut pada aeris yg duduk di sampingnya. Tatapan yg sangat jarang arsen perlihatkan pada orang lain.


Aeris tau sekarang, mengapa dia langsung di klaim oleh ketiga penerus millan sebagai bunda mereka.


"daddy tau kan kalau sejak kecil kita bertiga gak tau gimana rasanya kasih sayang seorang ibu walau sosoknya tinggal seatap sama kita? Pas ketemu sama bunda yg sifat nya beda dari wanita yg sering daddy kenalkan pada kita. Kita langsung aja klaim bunda sebagai bunda kami." tambah aro lagi.


"nah, kan tadi daddy bilang cinta gak mandang umur kan?" Wajah yg tadi nya sendu kini kembali cerah menampilkan raut wajah tengil khas arsen.


"Daddy beneran serius sama bunda? Bener bener cinta kan sama bunda?" tanya arsen. Biyan mengangguk tegas


"nah, sekarang kita tanya bunda?" Arsen menatap geli pada Aeris yg tengah meminum tehnya.


"bunda cinta gak sama daddy?" celetuk Aro


Aeris menatap satu persatu wajah tiga laki laki beda usia yg menatap nya minta jawaban. "gimana ya?" dia tertawa pelan. Melihat wajah tegang ketiganya. Hanya Ai yg diam menikmati sarapan tanpa memperdulikan sekitar.

__ADS_1


Drrtttt...drrrttt


Saat aeris hendak kembali berbicara, getar ponsel milik gadis itu terdengar.


"ya, halo mbak?"


"Ae, bisa ke kantor lebih cepat gak? Soalnya rapat triwulan jadwal nya tabrakan dengan meeting biyan siang nanti." suara anneth terdengar


Raut tegang dan tak sabaran Aro, Arsen dan biyan langsung beribah datar dan suram. Siall!


"oke mba, nanti aku yg urus. Siapin aja deadline nya di atas meja aku ya. Bye"


"Bye!"


Setelah sambungan telpin terputus, dahi aeris mengerut melihat dad and son yg menatap nya datar. "kenapa?"


Ketiganya menggeleng. "oh yaudah. Sarapan nya udah selesai semua kan? Berangkat gih nanti telat." ujar aeris pada twins


"iya bun." jawab aro dam arsen tidak lupa mereka mengecup singkat pipi aeris.


"Ai udah kan sayang?"


Ai mengangguk. "udah bun, ke sekolah dianterin sama bunda kan?" tanya nya antusius


Aeris terkekeh pelan "iya dong. Bunda ambil tas dulu ya di kamar, tunggu di mobil aja sama daddy."


"oke bun!"


Setelah kepergian aeris menuju kamarnya. Ai hendak mengajak daddy nya untuk segera ke mobil tapi raut wajah heranya tercetal jelas saat melihat wajah lesu biyan.


"daddy kenapa?"


"daddy gak kenapa napa." ucap biyan tersenyum tipis kemudian menggandeng tangan mungil nya untuk pergi dari sana.


Jujur, dia sangat penasaran dengan perasaan aeris padanya.


****


Hai para readers jangan lupa tinggalin jejak nya ya.. Like komen dan gift nya heheh


Semoga kalian selalu semangat buat nungguin up dari othor ya hihihi


See you


.

__ADS_1


__ADS_2