
Brukkk
MAAF YAH UP NYA LAGI GAK NENTU MAKLUM SIBUK NGURUSIN ANAK JADI KEGANGGU KALO LAGI MAU NULIS..
MOHON TINGGALIN JEJAK NYA YAH BIAR AUTHOR NYA JUGA SEMANGAT BUAT NULIS NYA DAN MAAF KALO MASIH BANYAK SALAH DI TYPO NYA
see you
"maaf mas!" cicir aeris saat biyan jatuh ke kasur dengan tidak etis
Memperbaiki posisi tidur biyan butuh waktu sedikit lama untuk aeris karena tidak sekali saja biyan berontak tidak ingin berganti posisi dari tidur tidak estetiknya.
"saya gak tau masalah besar mas apa, tapi semoga cepat selesai." bisiknya
Aeris memperbaiki letak selimut pria itu, mengelus lembut rambut biyan sebelum keluar dari sana.
"jangan perr...hikss..gii"
****
Aeris berbalik tanganya di cekal oleh tangan biyan, dia kira pria itu sudah terlelap
"sssttt... Tidur lagi ya.." lagi, aeris kembali mengelus kepala biyan
Gadis itu diduk di samping biyan, menyandarkan kepalanya pada satu tangan karena tangan satunya sibuk mengelus kepala pria itu
"sweet dream mas" bisiknya tidak sadar gadis itu tertidur di sana.
MANSION KELUARGA MILLAN PUKUL 04.50
Aeris terbangun dari tidur nya saat mendengar suara seseorang dari kamar mandi, diam mengumpulkan nyawa dia terkejut saat mendapati dirinya di atas ranjang.
"bukan nya tadi gue tidur nya sambil duduk ya"
Hueekkk
"Arkhhhh.. Hiks"
Aeris secepat mungkin turun dari ranjang setelah mulai sadar
Tidak mendapati biyan di ranjang yg dia tempati
"mas?"
Aeris mendekati biyan. Berdiri tepat di samping pria itu dan memijit tengkuknya
__ADS_1
"keluarin lagi" suruhnya
Biyan menggeleng, pria itu membersihkan wastafel tempatnya muntah, tidak lupa dia juga kumur kumur
"sayang!" panggil biyan. Pria itu menatap sayu aeris kemudia memeluknya. "pusingg..hikss" adunya
Aeris mengelus kepala biyan sambil sesekali memijit nya. "ke ranjang ya mas" biyan mengangguk
Mereka keluar dari kamar mandi dengan pelukan biyan tidak pernah lepas dari tubuh mungil aeris. Memeluknya dari belakang sembarai menyembunyikanya di ceruk leher aeris.
"baringan gih, aku mau ambil air anget dulu" ucap aeris saat biyan yg enggan melepaskan pelukanya
Menurut, biyan merebahkan tubuh besar nya ke kasur. "jang-"
"eits nurut gak!" mata aeris melotot memperingati biyan saat pria itu hendak menahanya untuk keluar dari kamar
"gak usah nangis!" saat sudah berada di pintu, aeris kembali melototi biyan saat mendengar suara isakan dari pria itu.
"enggak..hikss..nang..iss..kok..hiks" jawab pria itu
Aeris tersenyum tipis. Menahan gemas sekaligus tawa agar pria cengeng di sana tidak menangis
hufty.. Sudah berapa kali dia mendapati biyan sakit? Dan sifat pria itu langsung banting stir dari yg tadi nya tegas berwibawa menjadi cegeng dan manja
Di dapur, aeris mencari gelas dan seger mengisinya dengan air hangat yg ada di dispenser merasa sudah cuku, gadis itu lalu mematikan lamou dapur.
"hikss....SAYAAAANG"
Pilihan yg tepat untuk membuat aeris cepat balik yaitu berteriak
Di luar, aeris yg baru sampai di undukkan anak tangga terakhir benar benar terkejut dengan suara tetiakan biyan, hampir saja gelas di tanagnya itu jatuh saking terkejutnya
Maklum, pintu kamar pria itu sedikit terbuka
"ck. Tuh duda gak bisa sabaran dikit apa?" aeris berdecak kesal kemudiam memoerceoat langkah nya menuju kamar milik biyan
"AE.."
Saat biyan akan teriak lagi, aeris sudah berada di pintu, menatap tajam pria itu. "gak usah teriak mas, kalau orang lain kebangun gimna?"
Lagi, aeris tidak bisa stop untuk mengomel jika yg melakukan kesalahan itu biyan
"maaf..." biyan menundukkan kepalanya enggan menatap aeris yg nampak menyeramkan
Aeris duduk di pinggir kasur tepat di pinggir biyan, "bangun dulu mas" suruh nya
__ADS_1
Menahan rasa pusing di kepalanya, biyan bangun dari tidurnya, dia meraih gelas berisi air hangat yg di sodorkan oleh aeris
"pelan pelan minum nya nanti kesedak" lagi. Aeris kembali memperingati saat melihat biyan melakukan kesalahan kecil di matanya.
"udah" biyan mengembalikan gelas yg isi nya sudah kosong
Biyan kembali merebahkan tubuhnya, kemudian memeluk aeris yg masih duduk di samping yg rasa sakit di kepala nya makin menjadi saja ti tambah rasa pusing dan perutnya terasa seperti sedang di hantam gempa bumi. Lengkap sudah penderitaan biyan selepas minum enam botol alkohol
Masih dengan posisi yg sama biyan memeluk aeris. Gadis itu membuka salah satu laci nakas untuk mengambil minyak angin aromatherapy dan komoresan instan
Aeris menepuk pelan pipi biyan. "masih mual?" biyan mengangguk. "rasanya perut mas kaya kena gempa bumi." ujar pria itu
Aeris mengelus kepala biyan tidak lupa memijit nya pelan. "siapa suruh mabuk mabukan? Gini kan jadi nya, mana habis enam botol lagi. Kenapa gak sekalian genap dua belas? Biar jadi selusin?"
Biyan mengeratkan pelukanya. "jangan di marahin..hiks"
Aeris memutar bola matanya malas. "gak usah nangis atau say keluar dari sini."
"jangan..iya ini gak nagis lagi hiks.." biyan menghaous air matany. "nih gak nangis lagi" pria itu memperlihatkan wajah nya yg tidak terdapat air mata lagi namun wajah nya sembab, mata dan hidung pria itu memerah membuat aeris gemas dengan tingkah duda yg satu ini.
"iya gak pergi" tidak tahan menahan gemas, aeris mengelus alis biyan yg lebat dan rapih
Tatapan nya juga melembut tidak seperti tadi.
"telentang gih mas, ini peluknya di skip dulu." aeris menepuk pelan kedua tangan biyan yg melingkar di perutnya seoerti ular
Tentu biyan menggeleng, menolak melepas pelukanya. Takut gadis itu pergi
"gak di lepas, saya makin marah sama mas!" ancam aeris dan yup! Seketika tangan biyan sudah tidak nangkring lagi di perutnya.
"telentang gih! Itu baju nya di angkat sampai dada. Kalau bisa di lepas aja." suruh aeris, gadis itu sibuk membuka bungkus minyak angin yg tadi di ambil nya di laci nakas.
Mendengar ucapan aeris tentu biyan langsung menatap lekat gadis itu. "kalau mau perkosa mas tunggu mas sembuh dulu."
PLAK
"mau di tembak tuh yg di bawah?" satu tepukan pelan namun berhasil mendapatkan biyan membuat bibir pria itu memerah dan kembali pria itu mau menangis
"itu mulut nya mau saya daftarin lagi ke PAUD lagi? Siapa juga yg mau perkosa mas? Mulut kok gak ada penyaringanya?" lagi aeris kembali mengomel
"gak usah mikir macem macem, orang sehat lawan orang sakit sudah tau siapa yg bakal koid duluan kan?" aeris kembali berucap saat biyan hendak berbicara. Gadis itu menempelkan kompresan instan saat merasa suhu tubuh duda manja ini sedikit panas.
****
Maaf banget kemaren gak sempet buat up
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak nya biar othor nya juga tambah tambah semangat buat up setiap hari
See you