
"bunda gak nyangka kalian bakal senakal itu" Aro, Arsen dan lionel menunduk. "bunda juga gak mau judge kalian salah sepenuhnya, sperti jahilin pa tatang, itu perbuatan yg gak sopan. Kalau kalian kesal dengan cara mengajarnya kan bisa di laporin ke kepala sekolah atau staff yg mengatur guru guru. Malakin adek kelas juga, besok kembaliin ya uang yg kalian minta, terus minta maaf . Paham twins?" Aro dan Arsen mengangguk
****
"untuk lio, kalau kamu di pukul satu kali balasnya satu kali aja ya, jangan kaaya kemarin sampai banting anak orang, kalau mau di perkarakan terus masuk penjara gara gara itu gimana?"
"ya gak gimana gimana si bun, palingan anak bunda kurang satu." celetuk arsen
PLAKK
Satu geplakan berasal dari lionel "heh congor lu nanti yg gue penjarain nanti." lionel kesal pada makhluk yg di sebelahnya ini. enak aja dia di blacklist dari daftar mamanya. BIG NO!
"jangan berantem, lio denger apa yg mama bilang tadi?" aeris melerai
"denger ma" lionel hanya pasrah jika mamanya sudah berbicara
"kurangi juga acara bolos membolos kalian, ngerokok juga gak baik buat kesehatan, apa lagi sampai tawuran, takutnya kalian oulang tinggal nama doang" aeris tersenyum jahil saat mendapati muka masam anak anaknya
"bunnn.." seperti biasa Aro dan Arsen merengek tidak terima
"ma masa ngedoain anak nya cepet mati sih!" lionel protes dong, dia baru ngerasain rasanya punya ibu masa langsunh log out dari bumi!
"mama gak ada ya ngedoain kalian, mama cuma bilang hal yg paling buruk terjadi kalau kalian ikut tawuran. Mama gak larang kalian nakal, tapi masih dalam batas wajar." aeris melembitkan nadanya, dan duduk di sofa tepat di depan anak anaknya
Aeris merentankan kedua tanganya, mengkode ketiganya untuk memeluk. "bunda sayang banget sama kalian, bunda cuma khawatir kalau terjadi apa apa pada kalian di luar sana dan bunda gak bisa berbuat apa ap."
Aro, Arsen dan lionel semakin mengerat kan pelukanya. Hati mereka menghangat mendengar penuturan aeris yg mengkhawatirkan mereka
"makasih udah mau jadi sosok ibu buat kita ma, lio akan berusaha jadi anak baik versi mama" ucap nya tulus
"Arsen juga bun"
"Aro juga"
"iya sayang, sekarang kekamar gih tidur, besok masih sekolahkan" ketiga bujangnya mengangguk
Setelah memberikan satu kecupan masing masing di dahi mereka dan memastikan ketiga bujangnya itu masuk kamar,aeris berlalu menuju ruang tamu untuk mengunci pintu rumah
Namun sebelum mencapai pintu, gadis itu di kejutkan dengan sosok seorang pria yg duduk tenanh di sofa ruang tamunya.
__ADS_1
"loh, bapak kok disin, bapak kapan sampainya?"
Biyan mengangkat kepalanya, menatap gadis dengan tubuh mungil yg berdiri tidak jauh dari dia duduk
"sekitar lima belas menit yg lalu" jawab biyan
Aeris mengangguk, melanjutkan langkahnya menuju pintu dan menguncinya, juga di pastikan biyan juga akan ikut menginap
Dalam dua bulan ini, kalau bukan dia yg menginap di mansion keluarga millan. Maka biyan dan ketiga buntutnya lah yg menginao di rumahnya.
Biyan berdiri dan menghampiri aeris kemudian memeluk pemilik tubuh mungil itu. "kamu pendek juga ya ternyata." sindirnya di sertai tawa pelan
Sedangkan aeris yg di katai pendek mendengus kesal. "saya gak pendek, cuma mungil aja, bapak tuh yg ketinggian." balas gadis itu
Biyanh mengangguk. "iya in aja yg paling mungil."
Memang perbedaan tinggi aeris dan biyan itu tergolong cukup jauh, aeris dengan tinggi 160 cm hanya sebatas dada biyan, bisa di bayangkan seberapa tinggi pria itu aeris tebak tinggi biyan kira kira sekitar 189 cm
"meeting tadi gimana? Aman?" tanya aeris mengingat biyan kedatangan kolega penting tadi pagi
Masih memeluk aeris, pria itu mengangguk kemudian menumpukan kepalanya di bahu sempit aeris.
"kenapa pak?"
"kepala nya elusin." ok, biyan mode bayi on
Tanpa menolak permintaan biyan, satu tangan aeris terangkat kemudian mengelus pelan rambut pria itu. Pasti biyan sangat kelelahan menghandle semua kerjaan seharian ini. dia juga baru ingat jika annet dan denzel ada tugas ke luar negri dan baru akan kembali minggu depan
"sayang" gumam biyan. Pelukanya di pinggang aeris semakin erat
"hah." elusan di kepala biyan reflex berhenti
Biyan mengangkat kepalanya. Menatap wajah aeris dengan jarak mereka kurang dari sejengkal. "kita lagi gak di kantor, bisa ga panggilan itu di ubah?"
aeris mengerjap lucu "maksud bapak?"
Biyan berdecak kesal saat aeris tidak menangkap apa yg dia katakan. "berhenti panggil saya bapak, ini bukan di kantor." ulangnya
"jadi mau di panggil apa?" tanya aeris masih setengah loading
__ADS_1
Biyan diam sebentar, memikirkan panggilan apa yg cocok di ucapkan aeris padanya. "mas maybe?"
Mata aeris membulat. "hah?" dia baru sadar alur perbincangan mereka
Tidak sadar dengan wajah terkejutnya, hal itu sunguh menggemaskan di mata biyan membuay sesuatu yg dia pendam sejak lama kembali muncul hanya karena melihat ekspresi aeris yg satu ini.
"panggil mas ya?" pinta biyan. Kembali berbisik karena dia kembali menyandarkan wajahnya di bahu aeris. Mencoba menenangkan hormon sialan yg ada di dalam dirinya.
"kenapa tiba tiba?"
Biyan mendusel di ceruk leher aeris membuat gadis itu geli. "mau aja, masa anak anak manggil kamu bunda sayanya dj panggil bapak, saya bukan bapak kamu." ujarnya. Mengungkapkan alasan dia ingin di panggil dengan sebutan 'mas' oleh aeris
"tapi kan bapak atasan saya" tolak aeris secara halus
"tapi ini bukan di kantor sayang, gak mau tau, panggil mas pokoknya." biyan semakin mendusel di leher aeris membuat gadis itu geram dan takut
"Dih sakit nih duda!" batin aeris
"gak mau!" sekarang aeris menolak mentah mentah
"sayang" mata aeris membola mendengar nada merengek milik biyan. Dan panggilan apa itu tadi? Sayang? Hoho dia tidak boleh baper!
"satu kali saja" biyan masih dengan pendirianya
pasrah, mau tidak mau aeris menurut, dari pada badan dia remuk karena pelukan biyan yg semakin erat "mas" ucapnya ragu.
Dia mengangkat kepalanya, tidak mendusel lagi, kini wajah nya tampak cerah setelah mendengar panggilan manis itu keluar dari bibir mungil aeris
"lagi, lagi" pintanya dengan senyum cerah dan mata berbinar
"gak mau! Tadi kan udah." sial, aeris begitu gemas dengan ekspresi dengan sikap biyan yg satu ini.
Mendapat penolakan, tentu bibir biyan yg tadinya melengkung ke atas kini melengkun ke bawah dengan tatapan sendu
Kok muka nya comel sih! Ingin rasanya aeris mencubit kedua pipi biyan saking gemesnya dia dengan pria ini.
****
MOHON TINGGALKAN JEJAK BIAR AUTHOR NYA SEMANGAT UP NYA
__ADS_1
Maaf kalo masih banyak salah di typo nya ya soalnya author masih baru banget hihihihi