Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
bab 27


__ADS_3

"Eh kalian ngapain di sana? Sini masuk." ucap lembut aeris.


"Mama"


****


 "siapanyg lo panggil mama?" arsen mendelik menatap cowok yg masih berdiri di ambang pintu kamar bundanya. Peduli monyet dia dengan cowok itu yg merupakan ketua eagle yg terkenal datar dan tidak pedulian.


Aeris yg mendengar nada kasar arsen pun menegur anaknya itu. "sayang" peringatnya.


"kenapa bun?" tanya arsen dengan wajah polos bodohnya seolah tidak melakukan kesalahan.


Sedangkan cowok yg tadi memanggil aeris dengan sebutan "mama" tadi tanpa sadar tersenyum tipis. Sangat tipis hingga tidak ada yg menyadari jika dia tersenyum.


Mengabaikan arsen yg kumat, aeris kembali menyuruh ketiga teman twins untuk masuk. "sini masuk, gak baik berdiri di pintu." ujarnya lagi


"halo tan" sapa cowok yg rambutnya di kuncir, namanya angkasa menampilkan senyum ramah. Jangan luapa eye smile miliknya yg selalu berhasil memikat banyak orang.


"gak usah sok ramah lu." sekarang aro menatap tak suka temanya itu dan kembali dapat teguran dari aeris tentunya.


"kalian temanya Aro dan Arsen kan? Kenalin tante namanya aeris." aeris memperkenalkan diri.


Suara lembut aeris kembali memikat senyum mereka untuk terbit. Tapi tidak dwngan cowok dengan bandana di kepalanya itu.


"kalau saya angkasa tan, salam kenal."


 "saya zayyan tan, cowok berkaca mata itu tersenyum manis menampilkan gingsul dan lesung pipinya.


"bibit mongkey plus crocodile ya gini bentuknya." batin arsen mendelik ke arah zayyan mengintimidasj.


"kalau di-" zayyan yg hendak memperkenalkan sosok datar irit ngomong menjurus bisu di sampingnya terpotong oleh orang nya sendiri.


"saya lionel ma, salam kenal" yup, cowo yg dengan bandana di kepalanya bernama lionel. Cowok itu tersenyum simpul namun lembut membuat keempat temanya tentu tertegun dan terkejut.


"si bos gak sakkau kan" batin zayyan menatap horor lionel di samping nya


 "kesambet nih bocah" batin angkasa

__ADS_1


Sedangkan aeris tersenyum ramah . Tanpa di komando satu tanganya yg tadi mengelus rambut arsen beralih mengelus lembut rambut lionel.


"kamu kenapa? Ada masalah?" tanya aeris penas. Sejak tadi dia memperhatikan ada yg beda dari tatapan dan tingkah laku lionel.


Lionel menggeleng "enggak kok tan" jawabanya mengubah panggilannya pada aeris


"mau manggil mama juga ga papa jangan sungkan" ucapan aeris yg satu ini mengundang banyak reaksi oleh oara remaja itu.


Lionel yg terkejut namun kemudian kembali tersenyum dan mengangguk.


Arsen dan Aro tentu menatap penuh permusuhan pada lionel. Berbagi bunda? Hahh tidak semudah itu


Sedangkan angkasa dan zayyan entah apa yg mereka pikirkan namun ekspresi mereka tidak bisa di bohongi jika mereka terkejut.


"mama" panggil lionel dengan mata berkaca kaca


"ya sayang" aereng merentangkan sebelah tanganya yg tadi dia gunakan mengelus kepala lionel agar pemuda itu memeluknya.


"BUNDA"


Cemburu sudah dua bujang aeris yg merasa terlupakan sejak kehadiran lionel


Selamat untuk Aro dan Arsen kalian punya saingan baru..hahha


***


Di ruang tengah atau ruang keluarga rumah aeris yg berhubungan langsung dengan daour, aro dan arsen menatap tajam dua sosok manusia yg tengah berkutat di dapur tanpa memperdulikan mereka berdua yg menatap tak suka pada salah satu sosok di sana .


Jam sudah menunjukan pukul 19.00 malam. Aeris sudah merasa mulai membaik dan sudak beraktifitas kembali walau selalu dapat teguran dari aro dan arsen karena bunda mereka itu bekum sepenuhnya pulih


Tapi bukan aeris namanya kalau tidak batu. Gadis itu selalu bekata tidak apa apa walau wajahnya masih psedikit ucat tidak bisa di tutupi.


Karena sudah malam mereka juga belik makan malam, aeris berinisiatif membuatkan mereka makanan yg simple dan cepat walau awal mya di cegah oleh dua anak bujangnya. Namun jiwa emak emak sepertinya sudah berteman denganya sejak pertama kali bertemu aro.


Gadis itu di bantu oleh lionel , yup. Cowok yg jadi saingan twins dalam memperebutkan perhatian aeris juga cowok yg memanggil aeris dengan sebutan "mama" membuat twins tidak sungkan menampakan kekesalanya pada lionel .


Mencari angkasa dan zayyan cowok itu sudah pulang sore tadi karena panggilan ibundaharanya masing masing. Di antara mereka ber lima hanya zayyan dan angkasa yg beruntung masih punya keluarga utuh.

__ADS_1


"ma, ini bumbi halusnya di tumis?" tanya lionel pada aeris yg tengah mencuci sayur


Aeris berbalik kemudian mengangguk. "iya, jangan pupa kasih air sedikit kalau sudah mulai kecoklatan." intruksinya


"oke ma"


Lionel dengan cekatan menumis bumbu halus yg sudah dia ulek tadi. Mengikuti intruksi mamanya, setelah itu memasukan sayur kangkung yg tadi dicuci oleh aeris.


Satu nilai plus lionel sebagai anak aeris, pro dalam memasak.


melirik pada twins yg kini sudah berada di meja makan kemudian melemparkan senyuman manis pada mereka yg terlihat menjengkelkan di mata aro dan arsen.


"apa lu" sentak aro muak dengan perubahan ketu eagle itu


Padahal sebelum bertemu aeris, lionel adalah pribadi yg tertutup dingin dan sangat langka mengeluarkan suaranya kalau tidak penting. Bahkan beberapa anggot aegle ragu apa ketua mereka bisu atau masih normal


"kenapa? Gua cuma senyum." ucap tenang lionel. Dengan wajah menyebalkan dia kembali fokus pada masakannya


kan? Aro dan arsen berpikir apakah lionel perlu di panggilkan ustadz untuk di ruqiyah atau tidak. Sikao lionel yg sekarang sangat asing bagi mereka berdua. Keduanya tidak terbiasa dengan sifat lionel yg satu ini


Banyak bicara dan selalu menunjukan wajah menyebalkan minta dihajar yg sebelumnya yg menampakan wajah flat tak berekspresi dan mulutnya seperti punya sandi untuk berbicara


"gak usah di mulai ya berntemnya" tegur aeris


Setengah jam kemudian aeris di bantu lionel menyajikan menu makan malam yaitu tumis kangkung, tahu tempe,


ikan gorenh dan sambal terasi.


Mereka makan dengan khidmat di selingi dengan pertanyaan pertanyaan aeris tentan perkembangan mereka di sekolah dan dinjawab ketiganya dengan jujur


"bun, liat rahan sebelah kiri si lio deh yg katanya baik baik aja di sekolah padahal udah berantem kemaren sama anak anak sebelah." adu aro. Membongkar kebusukan linel di depan aeris


Mata aeris membola. Tanganya menyentuh wajah permukaan lionel dan memeriksa apakah ada lebam di rahang lionel atau tidak setelah di periksa ternyata benar, terdapat lebam yg sudah mulai pudar di sana.


Lionel mendelik tidak suka. "gak usah cepu lo ye, sat. Ma, di sekolah tadi aro dan arsen juga buat ulah malakin adik kelas sama jahilin pak tatang. Mereka ngambil rambut palsu oak tatang terus di gantung di tiang bendera."


GLEKK

__ADS_1


****


__ADS_2