
Pak tatanh itu guru matematika yg ngajar di kelas Arsen,Aro sama Lio. orangnya nyebelin masuk kelas cuma ngasih tugas tanpa menjelaskan caranya. Terus keluar ngapelin guru guru muda. Gimana gak kesel coba, orang kita ke sekolah buat belajar, bayar mahal mahal tapi dapat guru yg modelan kaya gitu. Secara gak langsung pak tatang korup gaji dong, kan gak memenuhi kewajibanya sebagai guru. Karena kelakuanya semakin menjadi ya sekalian aja kita jahilin ya ga pa pa kan bun." Arsen menjelaskan terselip dendam pada guru botak wajah pas pasan itu, siapa lagi kalau bukan pa tatang.
***
Aeris manggut manggut " terus masalah malakin adik kelas?"
"itu ide Aro bun, aku cuman nemenin aja" ucap arsen membela diri
"heh kok lo nyeret nyeret gue sih lu" aro protes dong
"lah kan emng ide lu kan itu. Segala lupa bawa dompet, padahal udah gue ingetin." sewot arsen. Melihat kembaranya yg tak ingin di salahkan
"ya namanya juga lupa" cicit aro pada akhirnya
"segala lupa tapi lupa nya ber kali kali." cibir arsen
0sudah sudah, terus apa lagi kenakalan kamu? Gak mungkin kan itu doang" tanya aeris lagi sembari mengelus rambut arsen membuat cowok itu merasa nyaman.
"apa lagi ya." arsen berpikir sejenak
"ambil gorengan empat tapi bayarnya dua" itu bukan suara arsen, tapi celetuk lionel
"enggak ya, gue kaya anti ngutang apa lagi nyuri." sarkas arsen. Enak saja dirinya melakukan yg yg lionel lakukan. Kalau angkasa. Jangan di ragukan hutangnya di ibu kantin, padahal dompetnya tebal penuh dengan kertas merah
"bapak lo yg kaya, lo cuma numpang hidup doang," lionel meralat ucapan arsen
"uang bapak, uang anak, jadi gue juga kaya. No debat." arsen mencubit bibir lionel saat cowok itu kembali membalasnya
Aeris yg melihat perdebatan para anak bujangnya harus lebih banyak bersabar. "sekarang giliran lio."
Lionel yg namanya di sebut langsung mendekat pada aeris dan mendorong pelan arsen hingga terjungkal ke belakang.
"lio bangsatt!" arsen mengumpat saat kepala nya terbentur lantai cukup keras karena tidak sigap dari tarikan dari lionel
__ADS_1
"arsen bahasanya!" tegur aeris
"hehhe... Maaf bun kelepasan."
Setelah jeda sebentar, kini lionel menyamankan posisi nya yg berbaring di sofa dengan kepalanya di tumpangkan di paha aeris sembari tangan lentik gadis itu mengelus pelan rambutnya. Ughh, rasanya lionel ingin tidur saking nyamanya
"kenapa bisa berantem sama anak sebelah sampai lebam begini?" aeris mengelus pelan memar yg ada di rahang lionel.
"si cupu dualan ma." jawab lionel dengan nada pelan hingga terdengar seperti anak lecil merengek mengadu pada ibunya
"emang dia ngapain kamu?"
"dia datang datang langsung nonjok aku, katanya pacarnya suka sama aku jadi dia cemburu. Orang aku gak tau pacar nya siapa, marahnya sama siapa. Ya karena gak terima aku pukul balik lah. Resiko orang ganteng ya gini." keluh lionel dan di akhiri sedikit kenarsisan
Aeris tertawa pelan mendengar beberapa kata terakhir putranya yg satu ini. "terus dia yg kamu pukul itu ga papa kan?"
"gak papa bun, dia cuma retak tulang bahu nya aja setelah di banting sama lio." celetuk arsen santai tapi tidak dengan aeris dan lionel
"astaga lio" suara aeris naik satu oktaf di barengi dengan jitakan dadakan di keningnya berasal dari mama tercinta. "kamu apain anak orang?" aeris tidak habis fikir dengan kelakuan putranya ini
"salah dia sendiri bun, ngapain dia cari gara gara sama ketua geng motor." kata aro santai sembari membuka satu persatu kulit kuaci.
"ketua geng motor?" beo aeris
Tatapan lio menghunus tepat pada aro yg membuka kartu utamanya. Tidak ada bedanya dengan arsen mongki.
Lionel mengangguk kemudian menyembunyikan wajah nya di oerut rata aeris. Gagal sudah rencananya untuk menjadi anak baik dan polih di hadapan mamanya, itu semua karena ulah si kembar tidak botak yg duduk tidak jauh darinya berada.
"bukan cuma lio mah, mereka berdua juga anak geng motor. Masuk tim inti lagi" kata lionel membela diri. Dia tidak ingin rugi sendiri, harus berjamaahn biar solid nya kentara
Aro dan arsen yg kartu nya ikut kebuka oleh lio tentu melotot kaget. "enggak bun, lio bohong" tandas arsen
"enggak ma, lio punya bukti." dia lalu menunjuk dua jaket khusus inti geng Eagle milik si kembar yg sialnya tersampir di sofa single Tepat di samping arsen duduk
__ADS_1
Sial! Aro dan Arsen kalaj telak. Mereka menatap was was bunda mereka yg menampilkan raut yg sulit di mengerti
"geng kalian gak mengganggu masyarakat kan?" tanya aeris pada akhirnya
Serentak twins dan lionek menggeleng, mana ada yg berani mengganggu warga, yg ada mereka selalu membantu mereka.
"bagus, kalau mau buat perkumpulan harus ada tujuanya ya sayang. Kamu sebagai leader harus bertanggung jawab sama setiap anggota kamu, jangan lalai" aeris memberi nasehat pada lionel yg di terima baik oleh cowok itu
"terus apa lagi kenakalan kamu? Hm" ternyata aeris belum berhenti mengintrogasi lionel
"cabut dari kelas pas pelajaran pak tatang." jujur lionel, anak baik kan dia?
Aeris mengangguk. "oke sekarang giliran aro"
Aro yg di panggil pun mendekat, tapi sebelum itu dia langsung melahap semua isi kuaci yg dia buka tadi.
"ini sistemnya jujur secara pribadi atau boleh nyeret orang nih bun?" tanya aro menatap polos bundanya yg masih mengelus kepala lionel
"terserah aro aja yg penting aro mau jujur" jawab aeris
Aro tersenyum tipis menatap Arsen dan lionel, sedangkan yg di tatap merasakan perasaan mereka tidak enak sekarang
"aro suka manjat oagar buat bolos, tawuran sama geng sebelah, sama apa lagi ya." aro tampak berpikir sejenak. "oh iya ngerokok di rooftof juga, tapi gak sering. Tapi bukan aro aja kok bun yg kaya gitu mereka juga." tunjuknya pada arsen dan lionel yg sudah siap untuk melemparnya menggunakan apapun yg mereka bisa raih.
Aeris memijit pelan pangkal hidung nya, dia tidak menyangka bahwa ketiga bujangnya ini mempunyai kenakalan di luar pulau. Setelah mendengar kejujuran mereka. Dia membangunkan lionel yg ternyata tertidur di pangkuanya, untuk menyuruh mereka kembali duduk ke tempat semula.
"bunda gak nyangka kalian bakal senakal itu" Aro, Arsen dan lionel menunduk. "bunda juga gak mau judge kalian salah sepenuhnya, sperti jahilin pa tatang, itu perbuatan yg gak sopan. Kalau kalian kesal dengan cara mengajarnya kan bisa di laporin ke kepala sekolah atau staff yg mengatur guru guru. Malakin adek kelas juga, besok kembaliin ya uang yg kalian minta, terus minta maaf . Paham twins?" Aro dan Arsen mengangguk
****
semoga kalian suka dengan cerita nya, maaf kalau banyak salah di typo othor nya masih belajar
Minta tinggalin jejaknya ya biar othor tambah semangat up ny
__ADS_1