Wanita Kesayangan Keluarga Millan

Wanita Kesayangan Keluarga Millan
bab 32


__ADS_3

"Kalau Ai gak terlalu sayang sama daddy, kalau gitu biar daddy aja yg sayang bunda." biyan duduk di samping aeris kemudian melingkarkan kedua tanganya di pinggang gadis itu


Tentu ai yg melihat daddy nya memeluk sang bunda menjadi kesal. "iih! Daddy lepasin gak pelukanya dari bunda! Bunda tuh cuma punya Ai sama abang aja."


Ai berusaha melepaskan lilitan tangan daddy nya yg terus memeluk aeris karena gagal, Ai menatap aeris dengan mata berkaca kaca. Meminta bantuan


"mas"


****


Aeris menatap tajam biyan dan turun keperut nya memberi kode agar pria itu melepasn pelukanya


karena memang jiwa biyan yg sedang usil pada putri bungsunya tentu tidak mengindahkan peringatan aeris. Melirik putrinya yg kini menatap penuh permusuhan, dia mengecup pipi aeris agar Ai semakin kesal


Dan nerhasill!! Wajah menggemaskan Ai berubah menjadi merah menahan kesal pada daddy ny


"hiks...bundaa" satu rengekan berhasil lolos dari bibir mungil Ai


"mass lepas"


Biyan mengangguk, tapi merasa belum puas menjahili


Ai, pria itu kembali mendaratkan bibirnya tepat di pelipis aeris membuat gadis itu menatapnya tajam


"iihhhj...daddy gak usah cium cium bunda nya ai ya! Lepasin itu tanganya!! Sana daddy pergi aja sama tante jelek yg selalu datang ke rumah." teriak ai karena sudah kesal maksimal pada daddy nya itu


biyan menggeleng. "kamu aja sana, biar bunda sama daddy"


"aaa...hiks daddy aja sana" karena sudah terlanjur marah, ai sudah tidak segan segan untuk menggigit lengan biyan yg masih melilit di pinggang aeris hingga pria itu memekik kesakitan


"akhhh.. Ai lepasin nak!" tanpa sadar biyan mendorong putrinya agar gigitan di tanganya terlepas


Dughh


"huaaaa...bundaa" karena dorongan keras biyan, ai terhempas jatuh hingga punggung dan kepalanya membentur lantai kayu gazebo dengan keras


"astaga..mas!" dengan cepat aeris menggendong Ai yg sudah histeris karena sakit dipunggung dan kepalanya tidak main main


"sstt.. Bunda di sini sayang" aeris menatap khawatir Ai yg terus menangis kencang sambil memanggil namanya

__ADS_1


"tenang ya sayang, mana yg sakit? Kita obatin sekarang." mata aeris sudah berkaca kaca mendengar tangisan pilu ai di gendonganya.


Sebelum beranjak dari sana. Aeris menatap tajam penuh permusuhan pada biyan yg masih diam sambil mengusap bekas gigitan Ai di lenganya. "kalau sampai anak aku kenapa kenapa, kamu berurusan sama aku mas!"


GLEKK


Seluruh tubuh biyan meremang melihat tatapan tajam yg di layangkan aeris untuknya. Terlebih lagi setelah mendengar kalimat penuh ancaman gadis itu, biyan diam tak berkutik.


"goblokk lu biyan" umpatnya di tunjuk pada dirinya sendiri


Di kamar bernuansa biru laut, aeris sedari tadi menenangkan Ai yg masih menangis sesenggukan gadia itu mencoba menidurkan Ai agar rasa sakit yg di rasakan putrinya berkurang


"sssttt.. Tenang ya sayang, bunda di sini." aeris mengelus pelan punggung Aiyg setelah di periksa terdapat lebam biru keunguan juga kepala belakanynya yg mulai dapat benjolan akibat menghantam lantai kayu cukup keras.


Bisa di bayangkan seberapa kuat biyan mendorong putri kesayanganya itu


"bun...da..hiks.. sa..kit..hiks" Ai meracau sakit hanya kalimat itu yg terus di ulang ulang nya selepas aeris dan bi jihan mengobatinya.


"iya di bawa tidur ya, nanti sakit nya hilang" aeris terus menbujuk


Ai menggeleng. "mau abang bundaa" pinta nya menatap aeris dengan wajah merah karena tidak berhenti menangis


Gadis itu mencari kontak para anak bujangnya kemudian menelpon arsen. Menunggu sebentat hingga suara seseorang di sebrang sana terdengar


"hallo bun, tumben telpon" tanya arsen di sebrang sana


"bisa pulang gak sayang? Ai nyari kalian?" kata aeris sembari satu tanganya menghapus air mata yg terus keluar dari mata putrinya yg sudah memerah


"abang..pulang..hiks" belum sempat aeris menjawab. Ai sudah lebih dulu berbicara


Di sebrang sana arsen mengeryit, ada apa dengan adikny? "hallo bun, adek ga papa kan?" tananya memastikan


"aibtadi jatuh, cerita nya panjang. Kamu pulang gih, panggil lio sama aro juga, ini udah mau malem. Oh iya, mampir juga beli ibat pereda nyeri untuk anak umur enam tahun di apotik ya bang, bunda tunggu."


Tutt!


Seteoah itu aeris memutus sepihak panggilan telponya, tidak ingin menjelaskan alasan Ai menangis


"bundaaa...abang manaa"

__ADS_1


Aeris mengelua pelan pelipis Ai. "abangnya masih di jalan, ade tidur dulu ya. Nanti kalau abang udah dateng bunda bangunin."


Menurut, Ai memejamkan matanya aeris menatap sendu putrinya yg tertidur namun masih sesenggukan. Semoga saja Ai tidak takut jika nanti bertemu biyan nantinya


***


MARKAS EAGLE geng


Arsen menatap kesal layar hp nya yg gelap karena sang bunda memutus obrolan secara sepihak. Perasaanya tidak tenang saat mendengar adik kecilnya menangis dan meminta mereka pulang.


Tidak biasa Ai menangis sampai sesenggukan. Apalagi meminta mereka pulang seperti ini. Pasti ada hal yg serius terjadi pada adiknya


Beranjak dari duduknya, arsen beranjak dari balkon markas menuju lantai satu. Di anak tangga terakhit dapat dia lihat beberapa anggota eagle yg sedang main game, tiduran, menonton, makan hingga masak di dapur


sedikit informasi, markas eagle adalah sebuah rumah berlantai tiga milik lionel. Hadiah ulang tahun ke 17 cowok itu. Pemberian dari biyan. Sperti rumah pada umumnya , perabot di rumah itu lengkap walau ada sedikit ruangan yg memang di alihfungsikan sebagai markas pada umumnya.


"yon, arsen sama lio mana?" tanyanya pada seorang cowok yg sedang makan di meja makan


Dion, yg sedang menikmati mie itu menunjuk sebuah pintu kayu dengan dagunya


Tanpa bertanya lagi kaki panjangnya membawa arsen menuju pintu kayu yg di maksud oleh dion. Menggeser pelan pintu itu tatapan tajam arsen mendengar keseluruh penjuru taman hingga mendapati beberapa orang yg tengah duduk sembari bermain game di kursi yg ada di taman itu


"Aro, Lio di suruh pulang sama bunda" teriak arsen dari arah pintu. Dia tidak berniat menghampiri mereka


"bentarr..dikit lagi menang ini" sahut aro dari tempat nya


Arsen berdecak kesal, jika aro dan lio sudah di pertemukan dengan game, lupa mereka dengan segalanya


"heh..pulang gak kalian!" mata arsen sudah hampir keluar karena melotot kesal


"Five minutes again sen" sekarang lionel yg menjawab


"gak ada ya lima menit, lima menitan, pulang sekarang!"


Lagi, dua curut somplak kamoret bin nyebelin di sana masih bergeming di tempatnya. bahkan sesekali arsen mendengar berbagai umpatan yg di tunjukan satu sama lain di antara mereka.


HALLO PARA READERS MOHON TINGGALIN JEJAK NYA YA AGAR AUTHOR NYA JUGA SEMANGAT UP NYA


maaf kalo masih banyak typo nya ya.. See you next bab selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2