
BRAKKK
"Allahummabariklana" latah lionel, baru saja dia akan bertanya kenapa mereka di suruh pulang. Suara pintu menggagalkan acara bertanyanya.
Di belakang sana, quenzel berhasil mendobrak paksa pintu ruang kerja biyan. Sedangkan si pemilik ruangan menatap nelangsa pintunya yg sudah di rusak oleh adiknya sendiri
Tidak perduli quenzel dengan pintu ruang kerja kakaknya itu. Siapa suruh yg punya ruangan tidak mau membuka pintu? Salah nya sendiri kan? Toh biyan punya banyak uang , hanya untuk mengganti satu pintu yg rusak, perusahaanya tidak akan bangkrut.
Quenzel berjalan menuju biyan, yg duduk dengan tenang di kursi kerjanya sedangkan gadis itu kini berada di hadapan biyan, hanya meja kerja pria itu yg membatasi mereka.
****
"tau apa kesalahan lo sampai gua dateng kesini." queenzep mencondongkan tubuhnya pada biyan hingga jarak wajah mereka hanya sekitar dua jengkal
"enggak" jawab biyan jujur. Pria itu memang tidak tau mengapa adiknya itu yg dateng dateng ke rumahnya malah mengamuk
Alasanya tidak membukakan pintu adik nya itu karena tidak mau mengulang kejadian yg sama beberapa tahun lalu dimana ada satu kejadian yg membuatnya masuk ke rumah sakit dan menderita patah tulag di hidung akibat quenzel yg tidak sabar untuk bertemu denganya.
Dia baru ingin membuka pintu namun quenzel sudah emnendang pintu itu dan berakhir dia pingsan di tempar setelah berhasil mencium pintu.
Tentu dia tidak ingin mengulang kejadian nahas untuk kedua kalinya.
"oh, gak tau ya? Yg dorong ponakan gue sampe kepalanya benjol sama punggung nya memar siapa? JAWAB!" tanya quenzel di akhiri sentakan
Glekk
Biyan baru ingat sesuatu
"jangan bilang gue gak ada di rumah ini berarti gue lepas pengawasan dari keponakan keponakan gue ya."
Yup! Biyan melupakan fakta bahwa quenzel yg punya banyak mata mata di sekitar Aro, Arsen, Ai dan Lionel. Sebegitu orotektifnya seorang quenzel pada para keponakanya
Sedangkan Aro,Arsen dan lionel yg mendengar penyebab Ai menangis dan aeris yg menyuruh mereka pulang cepat karena ulah daddy mereka
"Daddy apain Aiora?" pertanyaan simple itu meluncur dari mulut lionel. Jika dia sudah menyebut nama Ai dengan Aiora, masalah nya bukan main main
__ADS_1
"mas, ke ruang tengah sekarang!" kata aeris yg tak bisa terbantahkan
Biyan menghela napas pelan, apakah dia akan di amuk masal oleh mereka
***
Suasana ruang tengah terasa panas dan mencekam, diamana quenzel, twins dan lionel duduk tepat di hadapan biyan sesangkan aeris duduk di samping pria itu
"ceritain kronologinya!" suruh quenzel, saat aeris hendak menceritakan langsung terpotong oleh quenzel. "bukan lo Ai tapi tuh duda!"
Biyan pun dengan singkat menceritakan kronologinya si bungsu keluarga millan itu terjadi karena doronganya hingga terluka
"jadi bapak becus dikit bisa gak sih!" cibir quenzel setelah mendengarkan penjelasan dari cerita biyan
Diam hanya diam menerima segala makian dari quenzel. Pria itu membiarkan adiknya memakinya sepuas hati darinoada terjadi sesuatu yg tidak di inginkan nantinya.
"tapi bukan salah abang sepenuhnya dek,
Kalau aja Ai gak gigit tang-"
"alahh! Gak ada itu! Yg ada kalo lo gak ngejahilin Ai mulu dia gak mungkin samoai ngegigit tangan lo, mikir gak sih?" kan baru saja biyan ingin membela diri namun selalu saja ada celah bagi quenzel untuk mengungkit kesalahanya
Biyan menoleh ke samping, meminta bantuan pada aeris, namun jawaban gadis itu membuat harapan nya pupus
"apa? Mas udah buat anak aku luka ya!" ujar aeris. Sekarang seperti aeris yg merupakan orang tua Ai dan biyan hanya orang yg mencelakai putrinya
"mas tau mas sal-"
"udah tau kok gak merasa bersalah" sindir arsen. Sambil memainkan hp nya
Biyan mendelik, dia tadi mau mengakui kesalahanya tapp perkataanya selalu saja di sela dari tadi.
"oke, daddy salah daddy benar benar menyesal. Daddy yg salah puas!" biyan menatap tajam arsen yg tentu di balas juga oleh cowok itu
"dih, gitu cara nya minta maaf, gak ikhlas banget." sindir aeris lalu berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"say-"
"diam." mata aeris melotot biyan kicep
"aku gak bakal bicara sama mas, kalau belum dapat maaf dari Ai." setelahnya aeris pergi meninggalkan biyan dan lainya menuju dapur
"sampai besok belum dapat maaf dari Ai, gak segan segan gue bawa Ai ke LA. Biat tinggal sama mama papa." ancam quenzel, mata biyan melotot, ini adalah salah satu yg biyan takuti berpisah dari anak anaknya
"Ai gak akan pernah tinggal di sana." emosi biyan sedikit tersulut saat di ancam akan di pisahkan dari putrinya
Satu alis quenzel terangkan di sertai senyuman miring. "oh ya? Atau kartu lo gue buka?" tantangnya sambil melihat ke arah salah satu putra biyan
"QUENZEL CASTOVA! JANGAN PERNAH UNGKIT MASALAH ITU LAGI" teriak biyan murka tanpa sadar pria itu menghampiri adiknya namun segera di tahan oleh lionel dan Aro.
"Dad, tenang!" lionel mendorong biyan saat sedikit lagi tangan daddy nya menyentuh leher quenzel, hendak mencekik quenzel.
"arkhhh bangsat!"
PYAARR
Biyan pergi dari sana, keluar dari mansiom setelah meninju satu guci antik berhatga puluhan milyar miliknya
Selepas kepergian biyan, senyum quenzelnyg tadi nya tenang dan angkuh berubah menjadi pias dan pucat .
"Aunty, are you okey?" tanya arsen saat quenzel limbung ke belakang
Quenzel mengangguk. "i'm okey"
Sedangkan sosok yg berdiri tidak jauh dari sana menyaksikan menatap sendu yg terjadi beberapa menit yg lalu. di kepalanya di serang seribu pertanyaan tentanh biyan dan quenzel yg mengungkit sebuah masalah yg mengakibatkan pria itu murka dan hampir hilang kendali.
"apa yg daddy dan aunty sembunyiin" batin aro, Arsen dan Lionel sembari menatap quenzel
****
MAAF YAH UP NYA LAGI GAK NENTU MAKLUM SIBUK NGURUSIN ANAK JADI KEGANGGU KALO LAGI MAU NULIS..
__ADS_1
MOHON TINGGALIN JEJAK NYA YAH BIAR AUTHOR NYA JUGA SEMANGAT BUAT NULIS NYA DAN MAAF KALO MASIH BANYAK SALAH DI TYPO NYA
see you